Siapa Stephen Eustaquio, Pahlawan Kanada yang Taklukkan Afrika Selatan?

Siapa Stephen Eustaquio, Pahlawan Kanada yang Taklukkan Afrika Selatan?
Stephen Eustaquio merayakan gol yang ia cetak ke gawang Afrika Selatan pada laga 32 Besar Piala Dunia 2026 di Sofi Stadium, Senin (29/6/2026) WIB.
Ikhtisar
  • Stephen Eustaquio menjadi pahlawan Kanada setelah mencetak gol kemenangan pada injury time ke gawang Afrika Selatan.
  • Gol itu mengantarkan timnya lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya.
  • Gelandang berusia 29 tahun itu memiliki perjalanan karier yang melintasi Portugal, Meksiko, hingga MLS, serta pernah memperkuat FC Porto.

INFORMASI.COM, Jakarta - Stephen Eustaquio menjadi sorotan dunia setelah mencetak gol penentu kemenangan Kanada atas Afrika Selatan pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Gol yang lahir pada masa injury time itu memastikan kemenangan 1-0 sekaligus membawa Kanada menembus babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Momen tersebut terjadi di Los Angeles Stadium, ketika pertandingan tampak akan berakhir tanpa gol. Bola sapuan pemain Afrika Selatan mengarah ke tepi kotak penalti sebelum dikuasai Eustaquio. Tanpa ragu, gelandang Kanada itu melepaskan tendangan keras yang gagal dijangkau penjaga gawang Ronwen Williams.

Gol dramatis tersebut menjadi penutup sempurna bagi laga fase gugur pertama Piala Dunia 2026 dan menambah daftar momen penting dalam perjalanan karier pesepakbola berusia 29 tahun tersebut.

Lahir di Kanada, Besar dengan Budaya Sepak Bola Portugal

Stephen Eustaquio lahir di Leamington, Ontario, Kanada, dari pasangan orang tua berdarah Portugal. Sejak usia empat tahun, ia mulai mengenal sepak bola sebelum keluarganya pindah ke Portugal.

Karier sepak bolanya diawali bersama Leamington Minor Soccer. Setelah menetap di Portugal, Eustaquio bermain di level junior bersama sang kakak, Mauro Eustaquio, sebelum bergabung dengan klub divisi kedua Portugal, Leixoes, pada 2017.

Setahun kemudian ia pindah ke GD Chaves. Pada 2019, Eustaquio melanjutkan karier ke klub Meksiko, Cruz Azul, sebelum dipinjamkan ke Pacos de Ferreira.

Ia menjalani debut bersama Pacos de Ferreira pada Januari 2020. Beberapa bulan kemudian, Eustaquio tampil untuk pertama kalinya di kompetisi antarklub Eropa dan mencetak gol ketiga saat timnya menang 4-0 atas Larne di UEFA Europa Conference League.

Performa konsistennya mengantarkan Eustaquio bergabung dengan FC Porto sebagai pemain pinjaman pada Januari 2022. Klub raksasa Portugal itu kemudian mempermanenkan statusnya pada Mei di tahun yang sama.

Perjalanan kariernya berlanjut ke Amerika Serikat pada Februari 2026 ketika Los Angeles FC merekrutnya dengan status pinjaman selama empat bulan disertai opsi pembelian permanen.

Kehilangan Kedua Orang Tua dalam Waktu Berdekatan

Di balik pencapaiannya di lapangan, Eustaquio menghadapi cobaan berat dalam kehidupan pribadi. Pada April 2023, ibunya, Esmeralda, meninggal dunia akibat kanker otak ketika Porto sedang menjalani pertandingan kandang melawan Santa Clara.

Setahun kemudian, ayahnya meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak. Peristiwa tersebut terjadi tidak lama setelah Eustaquio dan kekasihnya, Constanta, dikaruniai seorang putri bernama Benedita.

Usai membawa Kanada menang atas Afrika Selatan, Eustaquio mengungkapkan bahwa keluarganya menjadi sumber motivasi terbesar dalam hidupnya.

"Semua yang saya lakukan adalah untuk keluarga saya, untuk orang tua saya, untuk kekasih saya, untuk putri saya, untuk saudara laki-laki saya, untuk teman-teman saya di kampung halaman—untuk mereka semua."

Kakaknya, Mauro Eustaquio, yang kini menjabat sebagai pelatih kepala Inter Toronto FC, juga pernah menceritakan bagaimana keluarganya berusaha menerima kehilangan tersebut.

"Orang tua kami... mereka telah memberi kami sayap. Sekarang giliran kami untuk terbang."

Mauro juga mengungkapkan rasa syukurnya karena dirinya dan Stephen masih dapat menjalani profesi yang mereka cintai.

"Kami bersyukur karena kami berdua bisa melakukan sesuatu yang benar-benar kami cintai."

Menurut Mauro, komunitas Portugal di Leamington memiliki peran besar dalam perkembangan mereka. Di lingkungan itulah keluarga-keluarga berkumpul dan anak-anak, termasuk dirinya serta Stephen, rutin bermain sepak bola.

Pilih Membela Kanada di Level Senior

Karier internasional Eustaquio dimulai bersama tim kelompok umur Kanada saat tampil di AGS Cup 2012. Ia kemudian sempat memperkuat Timnas Portugal U-21 pada babak kualifikasi Kejuaraan Eropa U-21 2019.

Namun, pada Februari 2019, Eustaquio memutuskan membela Kanada di level senior. Ia menerima panggilan pertama pada Oktober tahun yang sama untuk ajang CONCACAF Nations League.

Sejak itu, Eustaquio tampil pada berbagai turnamen besar, termasuk CONCACAF Gold Cup 2021, Piala Dunia Qatar 2022, final CONCACAF Nations League 2023, serta Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 bersama FC Porto.

Saat menghadapi Afrika Selatan, Eustaquio dipercaya mengenakan ban kapten karena Alphonso Davies harus meninggalkan lapangan akibat cedera.

Usai memastikan kemenangan Kanada, ia mengatakan hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh tim.

"Kami bekerja sangat keras untuk meraih kemenangan ini. Kami benar-benar ingin mempersembahkan kemenangan ini kepada seluruh rakyat Kanada."

Ia menegaskan Kanada tidak pernah kehilangan keyakinan sepanjang pertandingan.

"Kami terus percaya dan terus berjuang. Kami tidak bisa membayangkan kemenangan ini diraih dengan cara lain."

Mengenang gol yang menjadi penentu kemenangan, Eustaquio mengaku merasakan dukungan seluruh rekan setim dan masyarakat Kanada saat melepaskan tendangan tersebut.

"Gol itu luar biasa, tetapi ketika saya menendang bola, saya merasa semua orang ikut menendangnya bersama saya. Semua orang memberikan sedikit tenaga pada tendangan itu, dan akhirnya bola masuk ke dalam gawang."

Gol tersebut menjadi gol keenam Eustaquio untuk Timnas Kanada sekaligus tercipta pada penampilan internasionalnya yang ke-61 bersama salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.