Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Selamat Beristirahat GOAT!

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Selamat Beristirahat GOAT!
Kapten Argentina, Lionel Messi, mencetak 2 gol ke gawang Austria dalam laga di Dallas Stadium, Texas, Selasa (23/6/2026) dini hari WIB.
Ikhtisar
  • Lionel Messi resmi pensiun dari Timnas Argentina pada usia 39 tahun setelah lebih dari dua dekade membela Albiceleste.
  • Kekalahan 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 menjadi pertandingan terakhir Messi bersama Argentina.
  • Sejak debut pada 2005, ia mencatat 207 penampilan, 125 gol, dan 68 assist.

INFORMASI.COM, Jakarta - Lionel Messi akhirnya mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina. Pada Senin (31/8/2026), megabintang berusia 39 tahun itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional setelah lebih dari 20 tahun mengenakan seragam Albiceleste.

Keputusan tersebut datang sekitar satu bulan setelah Argentina kehilangan gelar Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan final di New York-New Jersey Stadium pada 19 Juli, Argentina kalah 0-1 dari Spanyol setelah Ferran Torres mencetak gol pada menit ke-106. Hasil itu sekaligus menjadi penampilan terakhir Messi bersama negaranya.

Namun, keputusan Messi sebenarnya sudah lahir hanya dua hari setelah final tersebut. Ia menulis pernyataan perpisahannya pada 21 Juli, tetapi belum langsung mempublikasikannya.

Catatan kaki dalam pesan yang kemudian ia unggah menjelaskan bahwa wafatnya sang ayah, Jorge Messi, pada 8 Agustus membuat keputusan itu semakin mantap. Messi mengatakan setelah kehilangan ayahnya, ia semakin yakin untuk mengakhiri kiprahnya bersama Argentina.

Messi menyampaikan keputusan tersebut melalui pesan tulisan tangan yang ia unggah di media sosial. Isinya bukan sekadar pengumuman pensiun, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang yang membawanya dari debut pada 2005 hingga menjadi pemain dengan koleksi rekor terbesar dalam sejarah Argentina.

Thumbnail Argentina Tumbangkan Austria 2-0, Lionel Messi Pecahkan Rekor Top Skor Sepanjang Masa
i

Baca Juga

Argentina Tumbangkan Austria 2-0, Lionel Messi Pecahkan Rekor Top Skor Sepanjang Masa

Olahraga

“Saya Sudah Memberikan Segalanya”

Dalam pesannya, Messi mengakui keputusan tersebut tidak mudah. Ia mengatakan waktu untuknya di Timnas Argentina sudah mendekati akhir.

“Setelah waktu berlalu sejak final, setelah memikirkannya matang-matang, saya ingin menyampaikan kepada kalian semua bahwa saya pensiun dari Timnas Argentina.”

Messi kemudian menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

“Itu adalah keputusan yang menyakitkan dan masih terasa sakit di dalam hati, tetapi saya memahami bahwa sekarang adalah waktunya. Saya bersumpah bahwa saya selalu memberikan segalanya, bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir ketika kami memenangkan semuanya, tetapi juga sebelumnya. Saya selalu berjuang dan memberikan seluruh kemampuan saya untuk seragam ini, untuk memberikan kebahagiaan kepada kalian dan membuat kalian bangga menjadi orang Argentina melalui sepak bola.”

Messi menyadari bahwa perjalanan setiap pemain memiliki batas. Setelah 21 tahun bersama tim nasional, ia merasa waktunya telah tiba untuk memberikan tempat kepada generasi berikutnya.

“Waktu yang tersisa tidak banyak dan berbagai tahapan mulai ditutup, dan ini adalah salah satu tahapan yang sangat menyakitkan bagi saya. Saya mencintai, pernah mencintai, dan akan selalu mencintai berada di Timnas Argentina. Saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan saya, saya tidak punya lagi yang bisa diberikan, dan selain itu ada pemain-pemain muda hebat yang datang dari belakang dan layak berada di sini.”

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pendukung yang menemaninya selama dua dekade.

“Terima kasih atas seluruh kasih sayang selama 20 tahun ini. Saya akan sangat merindukan mendengar kalian dari dalam lapangan. Sekarang saya akan menjadi salah satu dari kalian, selalu mendukung dari luar, dalam keadaan baik maupun buruk, terlebih lagi saat keadaan buruk.”

Messi turut menyampaikan penghargaan kepada keluarga, pelatih, rekan setim, dan pengurus federasi yang pernah bekerja bersamanya.

“Terima kasih kepada keluarga saya yang selalu ada, yang menemani saya dalam perjalanan yang begitu indah tetapi juga sulit ini. Terima kasih kepada setiap pelatih, rekan setim, dan pengurus yang pernah bersama saya. Saya membawa pulang kenangan dan momen-momen yang tidak akan pernah terlupakan.”

Ia kemudian menutup bagian utama pesannya dengan kebanggaan terhadap apa yang telah dicapai bersama Argentina.

“Saya pergi dengan ketenangan dan kebanggaan karena bersama rekan-rekan setim telah memberikan kalian momen-momen yang selama ini hanya bisa diimpikan. Gila rasanya bisa menjalani semua ini bersama kalian. Saya mencintai kalian!”

“Terima kasih Tuhan karena telah menjadikan saya orang Argentina.”

“Vamos Argentina!”

Di bagian akhir, Messi menambahkan catatan yang memperjelas kronologi keputusannya.

“Kata-kata ini saya tulis pada 21 Juli, dua hari setelah final. Hari ini, setelah apa yang terjadi dengan ayah saya, saya semakin yakin dengan keputusan ini dibanding sebelumnya.”

Statistik Mentereng: 207 Laga, 125 Gol, 68 Assist

Messi meninggalkan Timnas Argentina dengan angka yang menempatkannya di puncak hampir seluruh catatan utama. Ia mengakhiri karier internasional dengan 207 penampilan dan 125 gol. Ia juga tercatat memberikan 68 assist.

Dengan 207 pertandingan, Messi menjadi pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah Timnas Argentina. Ia meninggalkan Javier Mascherano di posisi berikutnya dengan 147 penampilan.

Di daftar pencetak gol, jaraknya bahkan lebih mencolok. Messi mengakhiri karier dengan 125 gol, jauh di atas Gabriel Batistuta yang mencetak 56 gol untuk Argentina. Diego Maradona, yang selama bertahun-tahun menjadi simbol terbesar sepak bola Argentina sebelum era Messi, mencetak 34 gol dalam 91 penampilan bersama tim nasional.

Messi juga menjadi pemain Argentina dengan kontribusi gol terbanyak. Gabungan 125 gol dan 68 assist membuatnya terlibat langsung dalam 193 gol Argentina sepanjang karier internasionalnya.

Mengungguli Maradona

Piala Dunia menjadi bagian penting dari perubahan posisi Messi dalam sejarah sepak bola Argentina.

Messi tampil dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun, mulai dari Jerman 2006 hingga 2026. Ia mengakhiri kiprahnya di turnamen tersebut dengan 34 pertandingan dan 21 gol. Jumlah gol itu menjadikannya pencetak gol Argentina terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, melewati Batistuta yang mencetak 10 gol dan Maradona yang mencetak delapan gol.

Di Piala Dunia, Messi juga mencatat 12 assist dan menjadi pemain dengan assist terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Ia memimpin Argentina meraih 21 kemenangan di Piala Dunia, sebuah catatan lain yang masuk dalam daftar rekor yang ditinggalkannya.

Enam penampilan di Piala Dunia juga menempatkan Messi dalam kelompok pemain dengan jumlah partisipasi terbanyak. Ia berbagi rekor tersebut dengan Cristiano Ronaldo dan Guillermo Ochoa.

Ada pula catatan yang memperlihatkan panjangnya perjalanan Messi bersama Argentina. Ia menjadi kapten Argentina dalam tiga final Piala Dunia, yakni pada 2014, 2022, dan 2026.

Banjir Trofi di Era Keemasan

Perjalanan Messi bersama tim senior Argentina tidak langsung berakhir dengan kesuksesan.

Ia sempat mengalami sejumlah kegagalan di final, termasuk Piala Dunia 2014 serta Copa America 2015 dan 2016. Pada 2016, Messi bahkan sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional sebelum akhirnya kembali.

Kebangkitan itu kemudian mengubah seluruh narasi karier internasionalnya.

Argentina menjuarai Copa America 2021, kemudian memenangkan Finalissima 2022 dan Piala Dunia 2022. Messi kembali membawa Argentina meraih Copa America 2024. Ia akhirnya menutup karier internasional sebagai juara dunia dan pemilik empat gelar utama bersama tim senior Argentina.

Di Qatar 2022, Messi menjadi pusat perjalanan Argentina menuju gelar dunia. Empat tahun kemudian, ia kembali membawa Argentina ke final Piala Dunia 2026. Kali ini, perjalanan tersebut berakhir dengan kekalahan dari Spanyol.

Spanyol menang 1-0 setelah Ferran Torres mencetak gol pada menit ke-106. Argentina gagal mempertahankan gelar, sementara Messi mengakhiri pertandingan terakhirnya bersama negara yang telah dibelanya sejak 2005.

Thumbnail Argentina Juara Copa America 2024, Raih Trofi ke-16 Lewati Uruguay
i

Baca Juga

Argentina Juara Copa America 2024, Raih Trofi ke-16 Lewati Uruguay

Olahraga

Pergi dengan Segudang Rekor

Ketika meninggalkan Timnas Argentina, Messi tidak lagi sekadar dibandingkan dengan Maradona atau Batistuta. Angka-angka yang ia tinggalkan membuat namanya berada di atas keduanya dalam sejumlah kategori utama.

Messi merupakan pencetak gol terbanyak Argentina dengan 125 gol, pemilik penampilan terbanyak dengan 207 pertandingan, dan pencetak gol Argentina terbanyak di Piala Dunia dengan 21 gol. Ia juga menjadi pemain dengan assist terbanyak sepanjang sejarah Argentina dan Piala Dunia.

Jika Maradona meninggalkan Argentina sebagai ikon yang membawa negara itu menjadi juara dunia pada 1986, Messi menutup eranya dengan membawa Argentina kembali menjadi juara dunia pada 2022 setelah menunggu 36 tahun.

Kini, nama Messi juga tercatat di samping sejumlah rekor yang sebelumnya menjadi bagian dari sejarah pemain-pemain Argentina lain. Ia tidak hanya melanjutkan warisan Maradona dan Batistuta, tetapi mengubah batas angka yang harus dikejar generasi berikutnya.

Perpisahan itu akhirnya datang bukan ketika Messi kehilangan tempat di tim nasional, melainkan ketika ia sendiri menilai waktunya sudah habis.

“Saya sudah memberikan seluruh kemampuan saya. Saya tidak punya lagi yang bisa diberikan,” tulis Messi.

Setelah itu, ia tidak benar-benar meninggalkan Argentina. Ia hanya berpindah posisi: dari pemain di lapangan menjadi pendukung di luar lapangan.

“Sekarang saya akan menjadi salah satu dari kalian, selalu mendukung dari luar.”

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.