Salah Sangka! Video Viral Diduga Pelaku Penyerangan Terhadap Tim EPA Persib Ternyata Beda Kejadian

Salah Sangka! Video Viral Diduga Pelaku Penyerangan Terhadap Tim EPA Persib Ternyata Beda Kejadian
Oknum yang awalnya dinarasikan menyerang Bus EPA Persib U18, Sumber: nyycrrllynn
Ikhtisar
  • • Video viral dari akun TikTok @nyycrrllynn yang dinarasikan sebagai penyerangan bus EPA Persib U-18 di Tol Batang dipastikan keliru.
  • • Faktanya, rekaman tersebut merupakan insiden bentrok antarsuporter yang terjadi di Rest Area KM 62 Cikampek, bukan di Rest Area Batang KM 360
  • • Publik diimbau untuk tidak mudah termakan narasi dan selalu memverifikasi kebenaran sebuah video sebelum membagikannya.

INFORMASI.COM, Jakarta - Beredarnya sebuah rekaman amatir di media sosial baru-baru ini sempat membuat heboh publik sepak bola Tanah Air. Video yang pertama kali diunggah oleh akun TikTok @nyycrrllynn tersebut memperlihatkan aksi penyerangan brutal terhadap sebuah bus oleh sekelompok orang di sebuah area peristirahatan jalan tol.

Dalam waktu singkat, video itu viral dan dibumbui dengan narasi yang menyebutkan bahwa kendaraan yang diserang adalah armada bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18 di Rest Area KM 360 Batang. Narasi ini dengan mudah memancing reaksi emosional publik, mengingat sebelumnya memang telah terjadi insiden penyerangan nyata terhadap rombongan EPA Persib di Rest Area Batang KM 360 pada Minggu (11/10/2026) malam.

Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, video yang telanjur menyebar luas tersebut terbukti salah konteks dan merupakan peristiwa yang sama sekali berbeda. Rekaman mencekam itu dipastikan tidak terjadi di wilayah Jawa Tengah seperti narasi yang digaungkan.

Fakta sebenarnya terungkap bahwa video tersebut merekam insiden bentrokan antarsuporter yang meledak di Rest Area KM 62 Tol Cikampek. Kebenaran lokasi dan konteks peristiwa ini dipastikan secara langsung oleh sang pengunggah video, @nyycrrllynn, yang meluruskan misinformasi tersebut agar tidak semakin memperkeruh suasana.

Insiden misinformasi ini menjadi peluit peringatan bagi pengguna media sosial, terutama di tengah panasnya tensi rivalitas sepak bola domestik. Jangan mudah termakan narasi provokatif yang disematkan pada sebuah konten visual. Pastikan dulu bahwa hal yang dilihat itu sesuai fakta dan benar adanya sebelum ikut menyebarkan kepanikan kepada publik luas.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.