TKA SMA Dimulai Hari Ini 26 Oktober, 348 Ribu Calon Peserta Kok Belum Mendaftar?

TKA SMA Dimulai Hari Ini 26 Oktober, 348 Ribu Calon Peserta Kok Belum Mendaftar?
Ilustrasi TKA SMA/SMK sederajat

Traktir Redaksi

Suka dengan artikel ini? Dukung jurnalisme Informasi.com dengan scan QRIS di bawah melalui m-banking atau e-wallet.

QRIS Media Informasi Dunia Simpan QRIS
Ikhtisar
  • • Kemendikdasmen mencatat 3.864.195 peserta telah mendaftar Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
  • • Dari total 4.213.114 calon peserta, sekitar 348.919 calon peserta belum tercatat mendaftar.
  • • TKA jenjang SMA/MA/SMK dimulai pada 26 Oktober 2026 dalam dua gelombang reguler.
  • • Pemerintah menyiapkan 50.474 pengawas ruang dan 1.710 penyelia dari perguruan tinggi negeri.

INFORMASI.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memulai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat pada Senin, 26 Oktober 2026, dengan 3,86 juta peserta telah mendaftar. Namun, dari total 4,21 juta calon peserta yang tercatat, masih ada sekitar 348.919 orang yang belum masuk dalam daftar pendaftar.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengatakan pemerintah telah mempersiapkan data peserta, sistem asesmen, dan pengawasan untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan tertib dan adil.

“Besarnya jumlah pendaftar itu menjadi tanggung jawab kami untuk menyediakan layanan asesmen yang tentunya harus tertib, adil, dan juga bisa dipercaya,” ujar Toni dalam Taklimat Media Persiapan Pelaksanaan TKA Jenjang SMA/MA/SMK dan Sederajat Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (23/10).

Data Kemendikdasmen menunjukkan tingkat pendaftaran peserta mencapai 91,72 persen dari total calon peserta. Meski sebagian besar calon peserta telah terdaftar, pemerintah masih harus memastikan kesiapan pelaksanaan asesmen di berbagai satuan pendidikan, termasuk sekolah yang menghadapi kendala infrastruktur dan berada di wilayah terdampak bencana.

Hampir 349 Ribu Calon Peserta Belum Terdaftar

Dari total 4.213.114 calon peserta TKA 2026, sebanyak 3.864.195 orang telah mendaftar. Selisih kedua angka tersebut mencapai 348.919 calon peserta.

Tingkat pendaftaran berbeda di setiap jenjang pendidikan. SMA mencatat persentase pendaftaran tertinggi, disusul MA dan SMK.

Tabel 1. Pendaftaran TKA 2026

Indikator Data
Total calon peserta 4.213.114
Peserta yang telah mendaftar 3.864.195
Calon peserta yang belum tercatat mendaftar 348.919
Persentase pendaftaran keseluruhan 91,72%
Persentase pendaftaran SMA 95,68%
Persentase pendaftaran MA 95,64%
Persentase pendaftaran SMK 93,10%

Sumber: Kemendikdasmen.

Persentase pendaftaran SMA mencapai 95,68 persen, sedangkan MA sebesar 95,64 persen. Pada jenjang SMK, tingkat pendaftaran tercatat 93,10 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pendaftaran di ketiga jenjang telah melampaui 90 persen. Namun, data yang tersedia belum merinci alasan ratusan ribu calon peserta lainnya belum tercatat mendaftar.

Gladi Bersih Diikuti Lebih dari 3,5 Juta Peserta

Sebelum pelaksanaan utama, Kemendikdasmen menggelar gladi bersih pada 5–18 Oktober 2026. Tahap ini digunakan untuk menguji kesiapan perangkat, jaringan, sistem asesmen, serta pemahaman petugas dan peserta terhadap prosedur pelaksanaan.

Dalam bahan presentasi Kemendikdasmen, gladi bersih moda daring diikuti 3.015.860 peserta dengan tingkat partisipasi 90,90 persen. Sementara itu, moda semi-daring diikuti 498.897 peserta dengan tingkat partisipasi 91,79 persen.

Tabel 2. Hasil Gladi Bersih TKA 2026

Moda pelaksanaan Peserta yang mengikuti Tingkat partisipasi
Daring 3.015.860 90,90%
Semi-daring 498.897 91,79%
Total peserta kedua moda 3.514.757 —

Sumber: Kemendikdasmen.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan bahwa gladi bersih membantu sekolah mengidentifikasi masalah teknis sebelum asesmen utama berlangsung.

Persiapan itu menjadi penting karena Kemendikdasmen membagi pelaksanaan TKA ke dalam beberapa gelombang dan sesi dengan mempertimbangkan kapasitas infrastruktur serta kemampuan sistem.

Untuk moda daring, pemerintah menyiapkan kapasitas layanan hingga 900.000 peserta secara bersamaan. Pemerintah juga menyiapkan 50.474 pengawas ruang dan 1.710 penyelia dari perguruan tinggi negeri untuk menjaga integritas pelaksanaan asesmen.

Jadwal TKA SMA/SMK 2026: Mulai 26 Oktober hingga 8 November

Kemendikdasmen membagi pelaksanaan TKA 2026 ke dalam beberapa periode. Peserta pendidikan formal mengikuti asesmen reguler dalam dua gelombang, sedangkan pelaksanaan khusus untuk mata pelajaran wajib dan pilihan memiliki jadwal tersendiri.

Tabel 3. Jadwal Pelaksanaan TKA 2026

Tahapan Jadwal
TKA reguler gelombang pertama 26–29 Oktober 2026
TKA reguler gelombang kedua 2–5 November 2026
Gelombang khusus mata pelajaran wajib 31 Oktober–1 November 2026
Gelombang khusus mata pelajaran pilihan 7–8 November 2026

Sumber: Kemendikdasmen.

Peserta yang tidak dapat mengikuti asesmen sesuai jadwal karena kendala teknis, sakit, atau kondisi tertentu dapat mengikuti jadwal susulan sesuai ketentuan.

Pembagian jadwal tersebut memungkinkan pelaksanaan asesmen disesuaikan dengan kapasitas sistem dan kondisi satuan pendidikan. Namun, peserta tetap perlu memperhatikan jadwal yang berlaku bagi masing-masing kelompok.

Sekolah di Daerah Bencana Bisa Mendapat Jadwal Susulan

Kemendikdasmen memberikan perhatian khusus kepada sekolah yang berada di wilayah terdampak bencana. Pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan TKA harus mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan, terutama keselamatan peserta, guru, dan petugas.

“Keselamatan dan kesehatan murid, guru, dan juga seluruh tim pelaksana merupakan prioritas utama kami,” ujar Toni.

Untuk menentukan kesiapan sekolah, dinas pendidikan provinsi dan kantor wilayah Kementerian Agama berkoordinasi memetakan kondisi keselamatan, kesehatan, akses menuju sekolah, serta kesiapan fasilitas pendidikan.

Hasil pemetaan menjadi dasar untuk menentukan apakah sekolah dapat mengikuti jadwal utama atau memerlukan dukungan dan penyesuaian jadwal.

Sekolah yang kondisinya belum aman tidak dipaksakan menyelenggarakan asesmen sesuai jadwal reguler. Pemerintah menyiapkan kemungkinan pelaksanaan susulan agar murid yang terdampak bencana tetap memiliki kesempatan mengikuti TKA.

Kebijakan ini menempatkan keselamatan sebagai pertimbangan utama tanpa menghilangkan kesempatan peserta untuk mengikuti asesmen.

Kemendikdasmen Ingatkan Peserta agar Tidak Terbebani

Selain menyiapkan sistem dan pengawasan, Kemendikdasmen mengingatkan peserta agar menghadapi TKA dengan tenang. Toni meminta murid belajar secukupnya, beristirahat dengan baik, dan memahami petunjuk pelaksanaan sebelum mengikuti asesmen.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan orang tua dan guru agar murid tidak merasa terbebani secara berlebihan.

“Kami punya tagline ‘Jujur dan Gembira’. Artinya, jujur berarti mengerjakan dengan kemampuan sendiri. Kemudian ketika bicara gembira, berarti datang dengan tenang, percaya diri, dan tentunya tidak terbebani secara berlebihan,” ujar Toni.

Menurut Rahmawati, hasil TKA dapat digunakan untuk memetakan kompetensi murid dan membantu guru merancang pembelajaran yang lebih tepat sasaran. Hasil asesmen juga dapat menjadi salah satu sumber informasi awal dalam proses transisi peserta ke jenjang pendidikan berikutnya.

Dengan demikian, pelaksanaan TKA tidak hanya bergantung pada kesiapan sistem dan pengawasan, tetapi juga pada ketepatan data peserta serta kondisi sekolah. Kemendikdasmen menargetkan asesmen berlangsung tertib dan berintegritas, sekaligus memastikan peserta di wilayah dengan kendala khusus tetap memperoleh kesempatan yang adil untuk mengikuti ujian.

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.