- • Rizky Ridho kini berkembang dari bek tengah menjadi libero modern yang membantu Persija membangun serangan sekaligus menjaga keamanan lini belakang.
- • Di tangan Shin Tae-yong, Ridho dimanfaatkan sebagai jembatan antara pertahanan dan lini tengah, memberi Persija opsi keluar dari tekanan lawan.
- • Peran baru Ridho menunjukkan bagaimana kemampuan membaca permainan, keberanian membawa bola, dan pengalaman internasionalnya dimaksimalkan dalam skema Persija.
INFORMASI.COM, Jakarta - Rizky Ridho sedang memasuki babak baru dalam kariernya: bukan lagi sekadar bek tengah yang bertugas menutup ruang, melainkan libero modern yang membantu Persija membangun serangan dari lini belakang. Peran ini lahir dari kebutuhan taktik Shin Tae-yong dan kemampuan Ridho yang memang cocok untuk bermain lebih maju.
Apa itu libero?
Dalam sepak bola modern, libero atau sweeper adalah bek yang bermain sedikit lebih bebas dibanding bek tengah lain. Ia menjadi lapisan terakhir sebelum kiper saat bertahan, tetapi juga maju untuk membantu lini tengah saat tim menguasai bola.
Perannya mencakup beberapa hal:
- •Menutup ruang di belakang bek tengah dan membaca serangan lawan lebih awal.
- •Membantu membangun serangan dengan membawa bola, memberi umpan progresif, atau menjadi opsi passing tambahan.
- •Menambah jumlah pemain di lini tengah saat tim melakukan build-up.
- •Melakukan interupsi atau tekel di area rawan tanpa harus selalu berduel langsung.
Mengapa Rizky Ridho cocok?
Ridho memulai karier sebagai bek tengah dan membangun reputasinya lewat kemampuan membaca permainan, penempatan posisi, serta keberanian membawa bola keluar dari tekanan. Ia berkembang dari akademi Persebaya sebelum bergabung dengan Persija pada 2023, lalu menjadi pilar pertahanan sekaligus kapten tim.
Kemampuan tersebut penting bagi seorang libero modern. Ia tidak hanya harus kuat dalam duel dan menyapu bola, tetapi juga tenang saat menerima umpan di bawah tekanan, memilih jalur serangan, dan memutuskan kapan harus maju atau kembali.
Pengalaman internasionalnya juga menjadi modal besar. Ridho telah menjadi andalan Timnas Indonesia sejak dipanggil Shin Tae-yong ke timnas senior pada Mei 2021, sehingga ia sudah terbiasa dengan tuntutan permainan tingkat tinggi dan tekanan besar.
Sentuhan Shin Tae-yong
Shin Tae-yong memahami karakter Ridho sejak keduanya bekerja sama di Timnas Indonesia. Kini di Persija, STY memanfaatkan kemampuan Ridho secara lebih luas dengan memintanya naik bersama lini tengah, meskipun posisi alaminya tetap bek tengah.
Peran baru ini memberi Persija beberapa keuntungan:
- •Keunggulan numerik di tengah: Ketika Ridho maju, Persija memiliki satu pemain tambahan untuk mengatasi tekanan lawan.
- •Build-up lebih aman: Ridho dapat menjadi opsi keluar dari press, terutama ketika lawan seperti Persik menekan tinggi.
- •Transisi lebih cepat: Ia dapat memotong serangan lawan, lalu langsung mengalirkan bola ke lini tengah atau sayap.
- •Ancaman di kotak penalti: Tinggi badan, kekuatan, dan kemampuan membaca bola mati membuatnya tetap berbahaya saat Persija menyerang.
Contoh dampak nyatanya terlihat pada laga Persija melawan Persik Kediri tadi malam. Masuk sebagai pengganti, Ridho mencetak gol kemenangan pada menit ke-66 setelah menyambut umpan Denis Kolinger, membantu Persija menang 2-1 setelah sempat tertinggal.
Tantangan peran baru
Menjadi libero bukan tanpa risiko. Ketika Ridho maju, ruang di belakangnya menjadi lebih besar. Persija harus memastikan ada bek tengah lain, gelandang bertahan, atau full-back yang siap menutup celah tersebut.
Ridho juga dituntut memiliki staminanya tinggi. Ia harus bergerak dari area pertahanan ke lini tengah, terlibat dalam build-up, lalu kembali cepat saat Persija kehilangan bola. Kondisi lapangan yang kurang ideal, seperti yang dikritiknya setelah laga Persik, dapat membuat tugas ini semakin berat.
Namun, Ridho tampak menerima peran tersebut dengan positif. Ia mengaku menikmati posisi baru dan berusaha memberikan yang terbaik di posisi mana pun STY menempatkannya.
Makna bagi Persija
Peran Ridho sebagai libero mencerminkan ambisi STY untuk membuat Persija lebih berani bermain, bukan hanya bertahan dan menunggu peluang. Dengan Ridho sebagai jembatan antara pertahanan dan lini tengah, Persija memiliki cara tambahan untuk keluar dari tekanan sekaligus membangun serangan lebih terstruktur.
Jika konsisten, peran ini dapat menjadikan Ridho bukan hanya bek tengah andalan, tetapi juga otak permainan dari lini belakang. Dan bagi STY, ia adalah contoh bagaimana seorang pemain bisa dikembangkan melampaui posisi asalnya.