- • Kylian Mbappé memicu kemarahan publik Tiongkok setelah sebuah video lawas yang memperlihatkan dirinya menyebut Mao Zedong sebagai "diktator" kembali viral di media sosial.
- • Buntut insiden tersebut, tiga sponsor utama memutus kontrak kerja sama dan stasiun televisi CCTV menangguhkan penyiaran LaLiga secara sepihak.
- • Mbappé dan pihak LaLiga telah merilis permintaan maaf resmi secara terpisah guna meredam boikot komersial dan memulihkan hubungan dengan mitra di Tiongkok.
INFORMASI.COM, Jakarta - Megabintang sepak bola asal Prancis, Kylian Mbappé, tengah terperosok ke dalam pusaran krisis komersial di Tiongkok. Badai politik ini menghantam sang penyerang setelah sebuah video lawas yang memperlihatkan dirinya menyebut pendiri Republik Rakyat Tiongkok, Mao Zedong, sebagai "diktator" kembali mencuat ke ruang publik.
Akar permasalahan bermula dari sebuah cuplikan video di kanal YouTube The Bridge. Dalam rekaman yang menyebar luas melalui Reddit hingga platform digital Tiongkok tersebut, Mbappé terlihat memberikan reaksi spontan terhadap sebuah meme yang menempelkan wajahnya pada tubuh Mao Zedong. Merespons visual itu, ia melontarkan frasa "diktator Tiongkok". Mengingat status Mao sebagai tokoh sentral dalam sejarah maupun ideologi negara tersebut, ucapan sang pemain langsung memantik gelombang kecaman karena dinilai sangat ofensif.
Dampak komersial dari ucapan tersebut langsung memukul sektor bisnis sang pemain. Tiga jenama besar, yakni Dongpeng, Mengniu, dan Milkground, dilaporkan mengakhiri kontrak kerja sama sponsor dengan Mbappé. Eskalasi krisis ini juga merambah ke sektor penyiaran olahraga setelah jaringan televisi negara, CCTV, menghapus seluruh konten terkait dirinya sekaligus menangguhkan penayangan pertandingan LaLiga di Tiongkok.
Menyadari situasi yang kian memburuk, Mbappé segera mengambil langkah mitigasi. Pada Selasa (27/10/2026), ia merilis klarifikasi dan permintaan maaf publik melalui platform X dalam bahasa Prancis, Mandarin, dan Inggris. Ia tidak membantah telah mengucapkan frasa tersebut, namun menegaskan bahwa respons itu murni reaksi spontan tanpa niat menghina sejarah Tiongkok.
"Komentar saya kurang bijaksana, dan saya kini memahami bahwa itu menyakiti banyak orang di Tiongkok serta komunitas Tionghoa di seluruh dunia," tulis Mbappé dalam pernyataan resminya.
Ia turut menegaskan penyesalannya agar insiden ini tidak meruncing. "Saya meminta maaf kepada semua orang yang kata-kata saya buat kecewa. Itu sama sekali bukan niat saya. Saya memiliki rasa hormat yang mendalam kepada rakyat Tiongkok dan sejarah mereka, dan saya benar-benar menyesal," tambahnya. Dalam kesempatan sebelumnya bersama France Football, ia memang pernah menyinggung ketidaknyamanan dirinya ketika dijadikan meme politik oleh kecerdasan buatan karena dinilai tidak memiliki kesadaran kemanusiaan.
https://t.co/MQBo9NCSy5
— Kylian Mbappé (@KMbappe) October 27, 2026
Situasi pelik ini turut memaksa LaLiga turun tangan. Penangguhan siaran oleh CCTV membuat otoritas liga tertinggi Spanyol tersebut harus merilis pernyataan maaf kelembagaan demi menyelamatkan pasar hak siar mereka. Presiden LaLiga, Javier Tebas, secara tegas memisahkan posisi kompetisi dari pernyataan pribadi sang pemain.
"LaLiga sangat menyesali kesalahan yang ditimbulkan oleh komentar Kylian Mbappé terhadap penggemar Tiongkok," bunyi pernyataan resmi kompetisi. "Komentar tersebut disampaikan dalam kapasitas pribadi dan tidak mewakili LaLiga. Sejalan dengan tanggung jawab kelembagaan kami, kami meminta maaf atas nama LaLiga dan seluruh klubnya."
Sebagai langkah antisipasi ke depan, LaLiga menyatakan sedang bekerja intensif dengan mitra institusional di Tiongkok untuk memulihkan jadwal penyiaran. Operator liga juga berencana merumuskan protokol komunikasi dan kesadaran budaya bagi seluruh pemain dan klub, demi mencegah insiden diplomatik serupa terulang di masa mendatang.
LALIGA lamenta profundamente la ofensa que los recientes comentarios de Kylian Mbappé han causado entre los aficionados chinos. Estos comentarios fueron realizados a título personal y no representan a LALIGA. En la medida de nuestra responsabilidad institucional, pedimos disculpas en nombre de LALIGA y de todos sus clubes. El fútbol español defiende el respeto, la convivencia y la unión entre personas de todas las culturas. Trasladamos nuestro respeto a China, a sus instituciones y a su pueblo, y valoramos profundamente el apoyo de los millones de aficionados que nos siguen cada semana. Reafirmamos nuestro compromiso con una relación construida durante años. Estamos trabajando con nuestros socios e interlocutores institucionales en China para abordar esta situación. Asimismo, pondremos en marcha, en colaboración con los clubes y los jugadores, un protocolo de sensibilización y comunicación que promueva el respeto a las distintas culturas y contribuya a prevenir situaciones similares.
— LALIGA Corporativo (@LaLigaCorp) October 27, 2026