Geger Insiden Penculikan 12 Robot di Tiongkok

INFORMASI.COM, Jakarta - Sebuah insiden unik terjadi di aula pameran Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Sebuah robot kecil "menculik" belasan robot lain.
Dikutip dari Vietnam.vn, Selasa (19/11/2024), kejadian ini berlangsung pada Senin malam (26/8/2024) waktu setempat. Kala itu, terlihat sebuah robot kecil menghampiri dua robot yang lebih besar dan bertanya apakah bekerja lembur.
"Si Kecil" itu berhasil membujuk dua robot besar untuk "pulang". Kemudian, ada 10 robot lain mengikuti yang robot kecil.
Dalam rekaman, Erbai mendekati kelompok robot dan memulai dialog spontan. Saat mendapatkan jawaban bahwa robot besar tidak akan pernah pulang kerja, robot kecil itu mengajak "lawan bicara" untuk pulang.
Robot Pengirim Makanan akan Segera Beraksi di KorselSetelah berdialog, Erbai memimpin kelompok robot menuju gudang. Namun, tidak ada tindakan lebih lanjut, sehingga robot-robot tersebut tetap berada di sana hingga staf pameran menemukannya.
Video yang unik menjadi viral di media sosial Douyin, TikTok versi Tiongkok. Semula banyak warganet menganggap insiden itu adalah sesuatu yang lucu dan rekayasa. Perasaan itu berubah menjadi ketakutan ketika ada konfirmasi dari perusahaan lain bahwa "penculikan" itu asli, dikutip dari Oddity Central.
Ternyata Uji Coba
Usut punya usut, ternyata aksi itu merupakan uji coba kecerdasan buatan yang sengaja dirancang. Pengembang Erbai, model robot kecil "penculik" robot-robot besar, mengungkapkan bahwa insiden itu adalah skenario uji coba kerja sama dengan pihak galeri.
Smart Robot Siap Layani Jemaah Haji di MadinahPerusahaan pengembang robot di Hangzhou menyatakan bahwa Erbai adalah produk mereka, sedangkan 12 robot lain berasal dari perusahaan berbasis di Shanghai. Mereka juga menegaskan bahwa sebagian besar interaksi dalam peristiwa tersebut adalah hasil dari dialog waktu nyata antara robot-robot tersebut, dengan hanya sedikit instruksi awal yang diprogramkan.
Warganet menyambut video ini dengan beragam reaksi. Sebagian memuji kreativitas skenario ini sebagai langkah menarik dalam pengembangan AI, sementara yang lain menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi “kesadaran otonom” robot, yang dinilai dapat membuka celah keamanan pada perangkat pintar.
Meskipun demikian, pihak pengembang menekankan bahwa “penculikan” ini tidak sepenuhnya sesuai naskah, sehingga hasil interaksi tersebut memberikan wawasan ilmiah yang tak terduga.
Komentar (0)
Login to comment on this news