Hubble dan Muon Siap Bangun Lapisan Bluetooth Global dari Luar Angkasa

Hubble dan Muon Siap Bangun Lapisan Bluetooth Global dari Luar Angkasa
Ilustrasi jaringan bluetotth global. (Foto: Hubble Network)

INFORMASI.COM, Jakarta – Startup luar angkasa asal Seattle, Hubble Network, siap merevolusi konektivitas global dengan rencana ambisius membangun jaringan Bluetooth berbasis satelit. Bersama mitra barunya, Muon Space, mereka akan meluncurkan dua satelit raksasa bernama MuSat XL pada 2027.

Apa yang Terjadi?

  • Hubble Network menggandeng Muon Space untuk meluncurkan dua satelit besar, bertajuk MuSat XL pada tahun 2027.
  • Satelit ini akan membawa phased-array receiver canggih, yang dikembangkan Hubble untuk menangkap sinyal Bluetooth Low Energy (BLE) langsung dari Bumi.
  • Target utamanya, adalah membangun lapisan konektivitas Bluetooth global yang memungkinkan pelacakan perangkat di mana pun tanpa infrastruktur tambahan.
  • Kemitraan ini menandai langkah besar menuju jaringan BLE yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri, dari logistik hingga pertahanan.
  • Hubble menjadi perusahaan pertama yang berhasil membangun koneksi Bluetooth langsung ke satelit pada tahun 2024.
  • Jaringan ini dirancang agar mudah diintegrasikan: cukup dengan pembaruan firmware pada chipset BLE, tanpa perlu perangkat keras tambahan.

Mengapa Ini Penting?

  • Jika Apple membuat teknologi Find My mendunia bagi konsumen, Hubble ingin melakukan hal serupa untuk kalangan industri.
  • Teknologi ini memungkinkan sebuah perusahaan melacak aset secara global tanpa harus membangun jaringan darat seperti tower, gateway, atau repeater.
  • Satelit baru mampu menangkap sinyal BLE dengan daya 30 kali lebih rendah dari teknologi sebelumnya, memperpanjang masa pakai baterai perangkat pelacak.
  • Jaringan berbasis satelit menjangkau area terpencil, termasuk lokasi tanpa koneksi seluler atau internet.
  • Hanya dengan pembaruan firmware, perangkat BLE yang ada bisa langsung terhubung ke jaringan Hubble tanpa perubahan perangkat keras.
  • Cocok untuk logistik, infrastruktur, dan pertahanan yang membutuhkan pelacakan real-time dalam skala besar.
  • Developer dapat membangun solusi baru berbasis jaringan BLE satelit tanpa harus mengelola sistem komunikasi sendiri.

Detail Teknologi

  • MuSat XL mampu mendeteksi sinyal BLE dengan daya 30 kali lebih rendah dibanding sistem saat ini, memperpanjang masa pakai baterai perangkat pelacak.
  • Dua satelit pertama akan menawarkan waktu kunjungan ulang global setiap 12 jam.
  • Satelit seberat 500 kg ini membawa phased-array receiver terbaru dari Hubble dan menawarkan daya multi-kilowatt, optical crosslink, dan komunikasi mendekati real-time.

MusatXL mencerminkan evolusi teknologi kami dan peran kami yang makin besar dalam menghadirkan wahana luar angkasa multi-misi.

— Presiden Muon Space, Gregory Smirin.

Kenapa Hubble Menggandeng Muon Space?

  • Muon Space sedang membangun fasilitas di San Jose yang ditargetkan mampu memproduksi lebih dari 500 satelit per tahun mulai 2027.
  • Hubble tidak perlu membangun satelit sendiri, karena Muon menangani desain, manufaktur, dan operasi satelit melalui sistem terintegrasi Halo.
  • Meski baru berumur empat tahun, Muon mampu tumbuh cepat dan memenuhi target peluncuran ambisius Hubble.
  • Muon baru saja mengantongi pendanaan sebesar $146 juta, memperkuat kapabilitas teknis dan operasionalnya.
  • MuSat XL dinilai ideal untuk program pertahanan seperti SDA Tranche milik Space Development Agency. Hal ini membuka peluang kontrak strategis ke depan.

Dengan tujuh satelit yang sudah mengorbit dan target 60 satelit aktif pada 2028, Hubble bersiap menjadi pemain utama dalam konektivitas global. Solusinya sangat menarik untuk perusahaan yang ingin melacak aset, baikdi pelabuhan terpencil, hutan, atau wilayah tanpa infrastruktur digital sekalipun. (TechCrunch/Hubble)

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.