INFORMASI.COM, Jakarta - Meta mengambil langkah tidak biasa dengan berupaya masuk ke bisnis perdagangan listrik di Amerika Serikat. Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu minta izin bisnis jual-beli daya dipercepat agar pembangunan pembangkit baru segera dikebut.
Ikuti Langkah Apple
Perusahaan teknologi raksasa mulai mengubah strategi pasokan energi mereka, mengikuti model Apple yang sudah lebih dulu mengantongi izin transaksi listrik.
- •Meta mengajukan izin itu ke pemerintahan federal.
- •Pembangkit listrik dibutuhkan guna memasok energi bagi ekspansi pusat data kecerdasan buatannya.
- •Apple sudah memperoleh izin tersebut lebih dahulu.
- •Meta menyatakan langkah ini memungkinkan mereka berkomitmen jangka panjang membeli listrik dari pembangkit baru.
- •Perdagangan listrik memberi opsi untuk menjual kembali kelebihan energi di pasar grosir.
“ Pengembang pembangkit listrik ingin tahu bahwa konsumen listrik juga bersedia ikut ambil bagian. ”
— Urvi Parekh, Head of Global Energy Meta, kepada Bloomberg, beberapa waktu lalu.
Izin Perdagangan Listrik Bisa Bantu AS
Perusahaan memandang keterlibatan langsung dalam skema energi dapat mendorong percepatan penambahan kapasitas listrik nasional.
- •Meta menilai pembangunan pembangkit baru tidak secepat kebutuhan perusahaan.
- •Dengan izin perdagangan listrik, Meta bisa memberi sinyal kuat bahwa pasar besar siap menyerap energi.
“ Tanpa Meta yang mengambil peran lebih aktif dalam upaya memperluas jumlah daya yang ada di sistem, hal ini tidak akan terjadi secepat yang kami harapkan. ”
— Urvi Parekh menambahkan.
Kebutuhan Energi untuk Pusat Data AI Meta
Lonjakan permintaan energi untuk pusat data AI diidentifikasi sebagai pemicu utama dorongan perusahaan membangun pembangkit baru.
Bloomberg mencatat bahwa sedikitnya tiga pembangkit listrik berbahan bakar gas baru diperlukan untuk mengoperasikan kompleks pusat data Meta di Louisiana.
Permintaan energi pusat data AI disebut melampaui pola kebutuhan industri sebelumnya.
(TechCrunch)