INFORMASI.COM, Jakarta - Industri kartu grafis kembali menghadapi tekanan. Bukan karena kurangnya permintaan, tetapi akibat keterbatasan pasokan komponen utama.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah model Nvidia GeForce RTX 50 Series seperti RTX 5070 Ti dan RTX 5060 Ti 16 GB dilaporkan sulit ditemukan di pasar. Hal itu memicu spekulasi bahwa beberapa model dihentikan produksinya.
Namun, Nvidia dan mitra produsen kartu grafis (AIB) seperti ASUS membantah kabar tersebut. Mereka menegaskan tidak ada rencana penghentian penjualan, meski mengakui pasokan GPU saat ini terganggu. Akar masalahnya bukan terletak pada GPU, melainkan pada krisis chip memori secara global.
Krisis Memori di Balik Kelangkaan GPU
Lonjakan permintaan kecerdasan buatan (AI) mendorong kebutuhan memori berkinerja tinggi seperti HBM, DRAM kelas server, dan GDDR terbaru. Produsen chip memori pun mengalihkan kapasitas produksi ke segmen enterprise dan data center yang menawarkan margin lebih tinggi dibanding pasar konsumen.
Akibatnya, pasokan memori untuk GPU konsumen semakin terbatas. Padahal, kartu grafis modern sangat bergantung pada ketersediaan memori untuk kebutuhan gaming dan komputasi. Ketika pasokan mengetat, produksi GPU ikut melambat, meski permintaan dari gamer tetap tinggi.
ASUS menegaskan bahwa tidak ada produk RTX 50 Series yang dihentikan. Nvidia juga menyatakan seluruh lini GPU mereka masih dikirim ke mitra, meski proses restock berjalan lebih lambat dari biasanya akibat tekanan rantai pasok global.
Sejumlah analis industri menyebut Nvidia kemungkinan mengurangi volume pengiriman GPU hingga 15-20 persen sebagai respons terhadap keterbatasan pasokan memori. Meski belum dikonfirmasi secara resmi, kondisi pasar menunjukkan tekanan nyata terhadap suplai GPU konsumen.
Dampak ke Konsumen dan Arah Industri
Produsen kini lebih selektif dalam menentukan model GPU yang diprioritaskan, dengan mempertimbangkan potensi keuntungan per kapasitas memori. Strategi ini berpotensi menekan ketersediaan GPU kelas menengah dan entry-level, yang selama ini menjadi pilihan utama konsumen.
Bagi pasar, dampaknya mulai terasa dalam bentuk stok yang terbatas dan potensi kenaikan harga. Retailer melaporkan GPU yang cepat habis, sementara harga di pasar sekunder menunjukkan tren naik. Di sisi lain, segmen enterprise dan pusat data terus tumbuh pesat seiring meningkatnya investasi infrastruktur AI.
Situasi ini mencerminkan perubahan struktural dalam industri semikonduktor, di mana fokus pada AI menggeser prioritas produksi. Para analis memperkirakan ketidakseimbangan ini akan bertahan hingga kapasitas produksi chip memori baru tersedia dan distribusi pasokan kembali lebih seimbang.