Kenapa Merk HP Beda tapi Partisinya MIrip? Mungkin itu dari ODM, Apa Itu?

Kenapa Merk HP Beda tapi Partisinya MIrip? Mungkin itu dari ODM, Apa Itu?
Illustrasi manufaktur teknologi

INFORMASI.COM, Jakarta - Istilah OEM, ODM, dan OBM sering muncul dalam dunia produk, mulai dari elektronik, otomotif, hingga kosmetik. Bagi konsumen awam, tiga singkatan ini bisa membingungkan. Padahal, memahami artinya penting agar konsumen tidak salah pilih saat membeli produk. Apa sebenarnya ODM, OEM, dan OBM? Berikut penjelasan ringkasnya dalam bahasa sederhana.

Apa itu OEM (Original Equipment Manufacturer)?

OEM atau Original Equipment Manufacturer adalah perusahaan yang memproduksi barang atau komponen untuk dijual oleh perusahaan lain dengan merek perusahaan pemesan tersebut. Artinya, pabrik OEM membuat produk sesuai desain atau spesifikasi yang diminta klien, lalu hasilnya diberi merek si pemesan.

Beberapa contoh berikut mungkin bisa memudahkan kita.

Apple mendesain iPhone, tetapi produksi massalnya dilakukan oleh pabrik Foxconn di Taiwan sebagai manufaktur OEM.

Kasus lain, banyak sepatu merek terkenal seperti Nike ternyata dibuat di pabrik Indonesia, salah satunya oleh PT Adis Dimension Footwear di Banten yang memproduksi sepatu-sepatu Nike untuk pasar global.

Dalam hubungan ini, Foxconn dan PT Adis bertindak sebagai OEM bagi brand pemesan (Apple, Nike).

Ilustrasi iPhone. (Foto: Apple)
Ilustrasi iPhone. (Foto: Apple)

Kelebihan OEM bagi pemesan adalah bisa mendapatkan produk berkualitas tanpa harus punya pabrik sendiri. Biaya desain dan riset bisa dihemat karena pemesan cukup memberikan spesifikasi, selebihnya pabrik yang menangani. Namun, kekurangannya, brand pemesan tidak memiliki kontrol penuh atas proses produksi.

Produk yang dihasilkan mungkin mirip dengan produk merek lain jika menggunakan pabrik OEM yang sama. Bagi konsumen, produk berlabel “OEM” di pasaran biasanya berarti barang tersebut dibuat oleh pabrik asli yang juga memproduksi untuk merek terkenal, hanya saja dijual tanpa merek (generik).

Apa itu ODM (Original Design Manufacturer)?

Berbeda dengan OEM, perusahaan ODM (Original Design Manufacturer) tidak hanya memproduksi, tapi juga mendesain produk tersebut.

Pabrik ODM memiliki desain produk sendiri yang siap diproduksi massal, kemudian dibeli atau dipesan oleh perusahaan lain untuk diberi merek mereka sendiri. Proses ini sering disebut white-labeling atau rebranding. Produk ODM dibuat oleh satu perusahaan, lalu dijual oleh perusahaan lain dengan label baru.

Contoh nyata ODM bisa dilihat di industri gadget.

Foxconn, yang sebelumnya berperan sebagai OEM Apple, juga dikenal sebagai salah satu ODM terbesar di dunia yang juga merancang dan memproduksi berbagai perangkat terkenal seperti PlayStation, Xiaomi, Lenovo, Dell, dan alat elektronik lain untuk bermacam perusahaan.

Di Indonesia, banyak smartphone merek lokal sebenarnya merupakan produk ODM, misalnya, ponsel merek Advan. Meskipun berlabel Advan, ponsel tersebut tidak dibuat sendiri oleh Advan, melainkan oleh pabrik ODM di Tiongkok. Contoh lain, merek HP Lava asal India juga menggunakan model ODM serupa.

Dengan ODM, brand pemesan mendapat keuntungan berupa penghematan biaya riset dan pengembangan (R&D) dan waktu produksi. Mereka bisa langsung memiliki produk jadi tanpa harus merancang dari nol.

Bagi konsumen, produk ODM berarti spesifikasi dari beberapa merek bisa serupa, karena aslinya dibuat oleh pabrik yang sama.

Lalu, apa kekurangan ODM? Di antaranya yakni kontrol kualitas bukan berada di tangan brand pemesan, karena hak cipta desain tetap dipegang oleh pabrik ODM yang membuatnya. Selin itu, brand juga memiliki keterbatasan dalam inovasi.

Jadi, jangan heran jika menemukan produk berbeda merek tetapi bentuk dan fiturnya mirip. Mungkin, itu hasil ODM yang sama.

Apa itu OBM (Original Brand Manufacturer)?

OBM atau Original Brand Manufacturer adalah perusahaan produsen yang merancang, memproduksi, sekaligus memasarkan produknya dengan merek sendiri.

Ini berarti perusahaan OBM memegang kendali penuh dari tahap desain, proses pembuatan di pabrik, hingga penjualan ke konsumen.

Mereka tidak “menitipkan” produknya ke merek lain, melainkan membangun dan menjual barang di bawah brand milik sendiri.

Contoh perusahaan OBM internasional adalah Apple dan Tesla.

Apple mendesain perangkat seperti iPhone dan Mac, lalu menjualnya dengan merek Apple di toko-toko resmi.

Tesla juga sama. Mereka mendesain mobil listrik, melakukan produksi sendiri di pabriknya yang berada di berbagai negara untuk mobil merek Tesla.

Dalam OBM, pemilik brand sekaligus jadi produsen yang mengendalikan kualitas produk dan citra merek secara mandiri.

Ilustrasi, deretan produk Tesla (Foto: Tesla). Grok AI bakal segera diterapkan untuk mobil produksi Tesla.<br>
Ilustrasi, deretan produk Tesla (Foto: Tesla). Grok AI bakal segera diterapkan untuk mobil produksi Tesla.<br>

OBM di Indonesia

Di Indonesia, banyak produsen lokal juga tergolong OBM. Salah satunya Polytron, perusahaan elektronik asal Kudus, yang memproduksi berbagai perangkat elektronik dengan merek Polytron sendiri.

Contoh lain adalah Indofood dengan produk mi instan Indomie, dari resep, produksi di pabrik, hingga pemasaran semuanya dilakukan oleh Indofood dengan brand milik sendiri.

Menjadi OBM memberikan kelebihan berupa kontrol penuh atas kualitas dan keunikan produk. Perusahaan OBM membangun loyalitas pelanggan langsung ke brand mereka.

Namun, tantangannya tidak ringan. OBM membutuhkan investasi besar untuk riset, pabrik, dan pemasaran sendiri. Merek OBM lokal perlu waktu membangun reputasi agar dipercaya konsumen.

Bagi konsumen, produk OBM umumnya menjanjikan kualitas konsisten karena produsen bertanggung jawab langsung atas barang bermerek mereka sendiri.

Tips bagi Konsumen

Bagi konsumen, memahami tiga istilah ini bisa membantu agar tidak keliru saat memilih produk. Jika Anda melihat barang berlabel "OEM", itu berarti produk dibuat oleh pabrik asli (mungkin sama dengan pemasok merek besar) tapi dijual generik.

Sementara itu, produk ODM mungkin dijual oleh banyak merek berbeda namun sebenarnya sama secara desain. Dan, produk OBM biasanya berasal dari perusahaan yang reputasinya dibangun dari kualitas produknya sendiri.

Konsumen tinggal pilih saja. Sesuaikan pilihan dengan kebutuhan.

Misalnya, aksesoris OEM bisa jadi alternatif murah karena berasal dari pabrik yang sama dengan merek aslinya. Namun, untuk barang berteknologi tinggi, sebagian konsumen lebih tenang membeli dari merek OBM yang sudah teruji.

Kenapa demikian? Lebih kepada tanggung jawab kualitas ada pada merek tersebut sepenuhnya.

Intinya, ketahui asal-usul produk yang Anda beli. Dengan begitu, Anda bisa lebih yakin dan tidak tertipu istilah-istilah produksi. 

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.