Mark Zuckerberg Yakin Era Smartphone Hampir Punah, Kapan? Diganti Apa?

Mark Zuckerberg Yakin Era Smartphone Hampir Punah, Kapan? Diganti Apa?
Mark Zuckerberg menggunakan smart glasses (kacamata pintar) berkomputasi mandiri buatan Meta.
Ikhtisar
  • CEO Meta, Mark Zuckerberg, memproyeksikan kacamata pintar dan wearable AI akan menggantikan smartphone sebagai perangkat komputasi utama.
  • Meta pun mengalihkan fokus investasi dari metaverse ke pengembangan perangkat wearable AI
  • Meski penjualan meningkat pesat, penggantian smartphone menjadi wearable AI diperkirakan baru akan terjadi 10-15 lagi, katanya.

INFORMASI.COM, Jakarta - CEO Meta, Mark Zuckerberg, memprediksi bahwa era dominasi smartphone akan segera berganti.

Kacamata pintar berbasis kecerdasan artifisial (AI), menurutnya, akan menjadi evolusi alamiah dari komputasi seluler dan menggantikan peran ponsel pintar dalam kehidupan sehari-hari dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan.

Zuckerberg menyampaikan ambisi besarnya terhadap bisnis wearable AI Meta itu dalam konferensi pendapatan kuartal keempat (Q4) tahun 2025.

Pernyataan ini menandai pergeseran fokus strategis perusahaan yang sebelumnya berkonsentrasi pada pengembangan metaverse.

Meta kini menggandakan upaya dalam produksi perangkat wearable AI serta pengembangan model AI fondasional (foundation model) secara internal.

Miliaran orang mengenakan kacamata atau lensa kontak untuk mengoreksi penglihatan. Dan saya rasa kita sedang berada di momen yang mirip dengan saat ponsel pintar pertama kali muncul, di mana jelas (saat itu) hanya tinggal menunggu waktu sampai semua ponsel lipat beralih menjadi ponsel pintar.

— Mark Zuckerberg, dikutip dari TechCrunch.

Zuckerberg mengklaim bahwa penjualan kacamata Meta telah meningkat tiga kali lipat dalam setahun terakhir. Ia meyakini produk tersebut merupakan salah satu elektronik konsumen dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah.

Respons Industri dan Persaingan Global

Visi Zuckerberg ini tidak lahir di ruang hampa. Industri teknologi global memang sedang menyaksikan perlombaan pembuatan teknologi baru menuju era komputasi wearable berikutnya.

Para pemain terbesar di dunia bukan hanya mengamati, tetapi secara aktif mengalokasikan sumber daya dan investasi besar-besaran.

Google diperkirakan akan meluncurkan lini produk kacamata pintar pada tahun ini, didukung kesepakatan senilai USD 150 juta dengan perusahaan kacamata Warby Parker.

Di pihak lain, Apple dilaporkan sedang mengembangkan kacamata pintar yang rencananya akan diperkenalkan dalam satu atau dua tahun mendatang. Bahkan, Bloomberg melaporkan bahwa Apple memindahkan sejumlah staf ke proyek kacamata pintar, mengalihkan mereka dari pengembangan versi headset Vision Pro yang lebih ringan.

Snap juga tidak mau ketinggalan. Perusahaan tersebut baru-baru ini mengumumkan akan memisahkan divisi kacamata augmented reality (AR) miliknya, Specs, menjadi sebuah anak perusahaan baru.

Langkah ini bertujuan untuk memberikan "fokus dan penyelarasan operasional yang lebih besar" pada teknologi tersebut.

OpenAI, meski belum memiliki pengalaman di bidang perangkat keras, dikabarkan mulai mengejar pasar perangkat wearable AI, dengan fokus awal pada perangkat sejenis pin AI atau earbud.

Perangkat Potensial Pengganti Smartphone selain Kacamata

Kacamata pintar AI hanyalah salah satu kandidat utama dalam lomba menggantikan smartphone.

Perangkat ini berusaha memproyeksikan informasi digital secara mulus ke dunia nyata (AR) atau menciptakan lingkungan imersif sepenuhnya (VR).

Tantangan terbesarnya adalah membuat desain yang modis, ringan, nyaman untuk pemakaian seharian, dan dengan masa pakai baterai yang panjang.

Meta telah meluncurkan beberapa model, termasuk kolaborasi dengan Oakley yang dirancang khusus untuk aktivitas olahraga.

Beberapa perangkat lain juga tengah berkembang dengan konsep serupa, yang bersama-sama akan membentuk masa depan komputasi pasca-smartphone. 

Smartwatch dan Gelang Kesehatan (Health Bands) menjadi salah satu perangkat pintar yang sudah sangat populer dan banyak digunakan. Secara bertahap, jam tangan pintar telah mengambil alih fungsi notifikasi, pemantauan kesehatan, dan pembayaran digital dari smartphone.

Perkembangannya mengarah pada kemampuan komputasi yang lebih mandiri, termasuk dukungan konektivitas seluler (cellular) dan aplikasi yang lebih kompleks.

Perangkat wearable AI lainnya yang tengah dikembangkan termasuk perangkat seperti pin AI (yang dikabarkan sedang dikerjakan Apple) atau earbud canggih.

Perangkat ini bertindak sebagai asisten AI yang selalu menyala (always-on), dikendalikan oleh suara, gerakan, atau sentuhan sederhana, memungkinkan interaksi tanpa perlu melihat layar sama sekali.

Kapan Smartphone Benar-benar Tergantikan?

Prediksi Zuckerberg tentang satu dekade mungkin terlalu optimis untuk adopsi penuh. Transisi besar dalam komputasi personal biasanya melalui fase yang panjang. Mari kita ulik.

Pada 5-7 tahun mendatang: Smartphone tetap menjadi perangkat utama. Tetapi, kacamata pintar, smartwatch, dan perangkat wearable AI lainnya akan mengambil alih lebih banyak fungsi khusus seperti untuk kesehatan, olahraga, asisten suara, dan pembayaran.

Salah satu contoh yang lazim terlihat yakni di China, di mana pembayaran transaksi apapun telah masif dengan cashless yang menggunakan sistem pembayaran via digital menggunakan smartphone, yang kini makin banyak juga memakai smartwatch.

Pada 7-12 tahun mendatang: Kacamata pintar dan smartwatch dengan kemampuan komputasi mandiri akan menjadi lebih umum.

Smartphone mungkin berevolusi menjadi perangkat dengan bentuk faktor baru (misalnya, yang dapat dilipat atau digulung) atau berfungsi sebagai "pusat komando" untuk ekosistem wearable lainnya.

Pada 12-15 tahun atau setelahnya: Perangkat seperti kacamata pintar AI yang benar-benar ringan, stylish, dan bertenaga mungkin mencapai titik di mana mereka dapat melakukan sebagian besar tugas komputasi inti tanpa perlu dipasangkan dengan smartphone.

Namun, perlu dicatat, penggantian penuh akan sangat bergantung pada terobosan dalam teknologi baterai, antarmuka pengguna, seperti kontrol saraf, dan infrastruktur pendukung seperti jaringan 6G/7G.

Meski demikian, sejarah mencatat bahwa Zuckerberg pernah terlalu optimis dengan visi metaverse-nya.

Oleh karena itu, siklus adopsi untuk perangkat yang begitu personal dan intim seperti kacamata pintar akan sangat bergantung pada faktor kenyamanan, harga, privasi, dan nilai tambah yang benar-benar revolusioner, bukan sekadar menjadi aksesori tambahan bagi smartphone yang ada.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.