INFORMASI.COM, Jakarta - Nvidia dilaporkan menunda peluncuran GPU gaming terbarunya akibat keterbatasan pasokan memori global. Penundaan ini tidak hanya memengaruhi rencana refresh seri RTX 50 Super, tetapi juga berpotensi menggeser jadwal peluncuran generasi berikutnya, yakni RTX 60 Series.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh sejumlah media teknologi kredibel seperti The Information, The Verge, dan Tom’s Hardware, yang mengutip sumber internal industri serta data rantai pasok global.
Meski Nvidia belum memberikan konfirmasi resmi, laporan-laporan tersebut menunjukkan adanya tekanan serius pada ketersediaan chip memori, khususnya GDDR dan teknologi memori generasi terbaru.
Dampak ke RTX 50 Super
RTX 50 Super, yang diperkirakan akan menjadi penyegaran lini GPU Nvidia, disebut mengalami penundaan produksi karena keterbatasan pasokan memori.
Seri ini sebelumnya diharapkan hadir sebagai peningkatan performa dan efisiensi dari RTX 50 Series, namun kini kemungkinan besar tidak akan meluncur sesuai jadwal awal.
Beberapa laporan menyebut bahwa Nvidia memprioritaskan alokasi memori untuk kebutuhan data center dan AI, sektor yang saat ini memberikan margin keuntungan jauh lebih tinggi dibanding pasar GPU konsumen.
RTX 60 Series Berpotensi Mundur
Lebih jauh, penundaan ini juga berdampak pada roadmap jangka panjang Nvidia.
RTX 60 Series, yang sebelumnya diperkirakan meluncur sekitar 2027, kini disebut berpotensi mundur hingga 2028 atau lebih, tergantung pada stabilitas pasokan memori global dalam beberapa tahun ke depan.
Hal ini menjadi sinyal bahwa siklus inovasi GPU gaming mungkin akan melambat, setidaknya dalam jangka menengah, seiring ketatnya persaingan pasokan komponen utama.
Fokus Nvidia Bergeser ke AI
Situasi ini tidak lepas dari lonjakan permintaan chip untuk kecerdasan buatan (AI) dan komputasi pusat data.
Nvidia saat ini menjadi pemain utama di sektor AI, dan permintaan yang sangat tinggi membuat perusahaan harus mengatur ulang prioritas produksi, termasuk mengalihkan kapasitas memori dari GPU konsumen ke GPU kelas enterprise.
Meski demikian, Nvidia menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pasar gaming, meskipun dengan penyesuaian jadwal dan strategi produk.