- • Dua pendiri xAI, Yuhuai “Tony” Wu dan Jimmy Ba, mengumumkan pengunduran diri dalam selang waktu kurang dari satu hari.
- • Enam dari 12 anggota tim pendiri xAI telah meninggalkan perusahaan sejak berdiri.
- • Perubahan terjadi saat xAI menghadapi pengembangan produk Grok dan persiapan IPO setelah integrasi dengan SpaceX.
INFORMASI.COM, Jakarta - Dua pendiri perusahaan kecerdasan buatan xAI mengumumkan pengunduran diri secara berurutan pada awal pekan ini, menambah daftar panjang eksodus anggota tim pendiri perusahaan milik Elon Musk tersebut.
Pada Senin (9/2/2026) malam, salah satu pendiri xAI, Yuhuai “Tony” Wu, mengumumkan bahwa ia meninggalkan perusahaan melalui unggahan di platform X.
“ Sudah waktunya untuk bab berikutnya dalam hidup saya. Ini adalah era dengan penuh kemungkinan: tim kecil yang dipersenjatai AI dapat memindahkan gunung dan mendefinisikan ulang apa yang mungkin terjadi. ”
— Wu mengunggah salam perpisahannya di akun X miliknya.
Satu hari kemudian, Selasa (10/2/2026) sore, pendiri xAI lainnya, Jimmy Ba, juga mengumumkan keputusan serupa.
Ba sebelumnya sudah melapor langsung kepada Elon Musk. Dalam unggahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Musk dan tim xAI.
“ Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada @elonmusk karena telah mempertemukan kami dalam perjalanan luar biasa ini. Saya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan tim xAI dan akan tetap dekat sebagai teman tim. ”
— Tulis Ba dalam akun X miliknya.
Pengunduran diri Wu dan Ba menambah jumlah anggota tim pendiri xAI yang keluar menjadi enam orang dari total 12 pendiri perusahaan.
Gelombang pengunduran diri tersebut terjadi dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir.
Kepala infrastruktur Kyle Kosic meninggalkan perusahaan pada pertengahan 2024 untuk bergabung dengan OpenAI.
Veteran Google, Christian Szegedy, keluar pada Februari 2025. Pada Agustus 2025 , giliran Igor Babuschkin yang meninggalkan xAI untuk mendirikan perusahaan modal ventura.
Mantan peneliti Microsoft, Greg Yang, juga keluar pada Januari 2026 dengan alasan kesehatan.
Perubahan Perusahaan Jelang IPO
Sejumlah laporan menyebutkan sebagian besar perpisahan berlangsung secara baik.
Setelah hampir tiga tahun berdiri, beberapa pendiri memilih melanjutkan proyek baru, terutama di tengah momentum pendanaan startup AI yang sedang berkembang.
Perubahan organisasi juga terjadi setelah SpaceX menyelesaikan akuisisi xAI dan perusahaan bersiap menuju penawaran saham perdana (IPO) dalam beberapa bulan ke depan.
Di sisi lain, perusahaan menghadapi tantangan pengembangan produk, termasuk chatbot Grok yang dilaporkan mengalami perilaku tidak biasa serta perubahan pada alat pembuat gambar yang memicu penyebaran konten deepfake pornografi dan konsekuensi hukum.
Perusahaan masih menghadapi pekerjaan besar dalam pengembangan teknologi AI, terutama di tengah persaingan model AI yang berkembang cepat.
Tekanan terhadap xAI diperkirakan meningkat seiring rencana IPO dan pengembangan proyek pusat data di orbit yang dicanangkan Elon Musk
Dalam situasi tersebut, keberlanjutan tim riset dan talenta AI menjadi faktor penting bagi masa depan perusahaan.