Elon Musk Berencana Bangun Pabrik Manufaktur AI di Bulan, Emang Boleh?

Elon Musk Berencana Bangun Pabrik Manufaktur AI di Bulan, Emang Boleh?
Ilustrasi dibuat menggunakan Chatgpt
Ikhtisar
  • Elon Musk menyampaikan rencana pembangunan fasilitas manufaktur di bulan untuk memproduksi satelit AI dalam rapat internal xAI.
  • Dua pendiri xAI mengundurkan diri dalam waktu berdekatan, sehingga total enam dari 12 pendiri telah keluar dari perusahaan.
  • SpaceX disebut mengalihkan fokus dari kolonisasi Mars ke pembangunan kota yang dapat berkembang sendiri di bulan.

INFORMASI.COM, Jakarta - Elon Musk menggelar rapat seluruh karyawan (all-hands meeting) perusahaan kecerdasan buatan miliknya, xAI, pada Selasa malam waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, Musk membahas masa depan perusahaan AI tersebut, termasuk rencana pembangunan fasilitas manufaktur di bulan.

Laporan The New York Times menyebutkan Musk mengatakan kepada karyawan bahwa xAI membutuhkan fasilitas produksi di bulan yang dapat membangun satelit AI dan meluncurkannya ke luar angkasa menggunakan ketapel raksasa.

Anda harus pergi ke bulan.

— Elon Musk berkata kepada para petinggi xAI.

Ia menjelaskan langkah tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas komputasi xAI melebihi pesaingnya.

Sulit membayangkan apa yang akan dipikirkan oleh kecerdasan dalam skala seperti itu, tetapi akan sangat menarik melihat hal itu terjadi.

— Elon melanjutkan.

Namun, Musk tidak menjelaskan secara rinci bagaimana proyek tersebut akan dibangun atau bagaimana ia akan menata ulang entitas gabungan xAI-SpaceX yang tengah bergerak menuju potensi penawaran saham perdana (IPO) besar. Ia menyebut perusahaan sedang berada dalam fase perubahan.

Jika Anda bergerak lebih cepat daripada siapa pun di bidang teknologi tertentu, Anda akan menjadi pemimpin, dan xAI bergerak lebih cepat daripada perusahaan lain, tidak ada yang mendekati. Ketika hal ini terjadi, ada beberapa orang yang lebih cocok untuk tahap awal perusahaan dan kurang cocok untuk tahap selanjutnya.

— Elon Musk menjelaskan lebih lanjut.

Ketertarikan Musk pada bulan muncul belakangan ini. Selama sebagian besar dari 24 tahun perjalanan SpaceX, tujuan utama perusahaan adalah Mars.

Namun, pada Minggu lalu, Musk menulis di media sosial bahwa SpaceX telah “mengalihkan fokus untuk membangun kota yang tumbuh sendiri di bulan.”

Ia berpendapat koloni di Mars membutuhkan waktu “lebih dari 20 tahun,” sementara pembangunan di bulan dapat dicapai dalam setengah waktu tersebut.

Pernyataan itu menandai perubahan arah yang signifikan bagi SpaceX, yang hingga kini belum pernah mengirim misi ke bulan.

Tantangan Hukum Eksploitasi Bulan

Selain tantangan teknologi, rencana tersebut juga menghadapi pertanyaan hukum. Perjanjian Luar Angkasa 1967 melarang negara maupun perusahaan mengklaim kedaulatan atas bulan.

Namun, undang-undang Amerika Serikat tahun 2015 membuka celah dengan mengizinkan kepemilikan atas sumber daya yang diekstraksi dari benda langit.

Profesor studi sains dan teknologi Wesleyan University, Mary-Jane Rubenstein, menjelaskan perbedaan itu tidak sepenuhnya jelas.

Ini seperti mengatakan Anda tidak bisa memiliki rumahnya, tetapi Anda bisa memiliki papan lantai dan baloknya. Karena benda yang ada di bulan adalah bulan itu sendiri.

— Mary-Jane Rubenstein, Profesor studi sains dan teknologi Wesleyan University.

Kerangka hukum tersebut menjadi dasar ambisi Musk terkait bulan, meskipun tidak semua negara sepakat dengan pendekatan tersebut, termasuk China dan Rusia.

Sementara itu, jumlah tim pendiri yang mendukung proyek ambisius tersebut terus berkurang.

Pengunduran Diri Pendiri xAI

Rapat internal tersebut terjadi tidak lama setelah perubahan kepemimpinan di perusahaan. Pada Senin malam, salah satu pendiri xAI, Tony Wu, mengumumkan pengunduran dirinya. Satu hari kemudian, pendiri lain, Jimmy Ba, yang melapor langsung kepada Musk, juga menyatakan keluar dari perusahaan.

Dengan dua pengunduran diri tersebut, total enam dari 12 anggota pendiri xAI telah meninggalkan perusahaan sejak didirikan. Seluruh perpisahan itu disebut berlangsung secara baik-baik.

Di sisi lain, rencana IPO SpaceX dilaporkan menargetkan valuasi sekitar 1,5 triliun dolar AS dan berpotensi terjadi pada musim panas tahun ini, sehingga para pendiri yang keluar tetap berpeluang memperoleh keuntungan finansial.

Ambisi AI dan Data Dunia Nyata

Sebagian investor disebut lebih tertarik pada pengembangan pusat data di orbit dibandingkan koloni antariksa. Namun, seorang investor modal ventura di xAI sebelumnya menyebut ambisi bulan Musk berkaitan langsung dengan misi utama perusahaan.

Teori tersebut menyatakan Musk berupaya membangun “model dunia” AI paling kuat dengan memanfaatkan data dunia nyata dari berbagai perusahaannya.

Tesla menyediakan sistem energi dan data jalan, Neuralink menyediakan data otak, SpaceX menyediakan fisika dan mekanika orbit, dan The Boring Company menyediakan data bawah tanah.

Fasilitas manufaktur di bulan disebut dapat memperkuat ekosistem tersebut.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.