Startup Cybersecurity Raih Pendanaan Besar di Tengah Lonjakan Ancaman AI

Startup Cybersecurity Raih Pendanaan Besar di Tengah Lonjakan Ancaman AI
Ilustrasi

INFORMASI.COM, Jakarta - Industri keamanan siber kembali menunjukkan daya tarik kuat di mata investor global pada awal 2026. Sejumlah startup cybersecurity berhasil mengamankan pendanaan jutaan dolar untuk mengembangkan solusi keamanan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Lonjakan investasi ini terjadi di tengah meningkatnya adopsi AI oleh perusahaan, yang sekaligus membuka celah risiko keamanan baru.

Salah satu startup yang mencuri perhatian adalah Reco, perusahaan spesialis keamanan SaaS berbasis AI. Reco baru saja mengumumkan perolehan pendanaan Seri B sebesar 30 juta dolar AS yang dipimpin oleh Zeev Ventures, dengan dukungan dari sejumlah investor ternama lainnya. Dengan tambahan dana ini, total pendanaan Reco kini mencapai sekitar 85 juta dolar AS.

Reco berfokus pada penanganan fenomena "shadow AI" atau penggunaan alat-alat AI tanpa pengawasan resmi di dalam organisasi. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena banyak perusahaan mengadopsi teknologi AI tanpa sistem kontrol keamanan yang memadai, sehingga rentan terhadap kebocoran data.

Risiko Baru di Era Cloud dan Pihak Ketiga

Selain Reco, startup lain bernama Lema juga berhasil meraih pendanaan sebesar 24 juta dolar AS dalam putaran Seri A. Lema langsung menarik perhatian investor setelah keluar dari mode stealth karena fokusnya pada pengelolaan risiko pihak ketiga (third-party risk).

Ketergantungan perusahaan terhadap vendor eksternal, layanan cloud, serta integrasi AI lintas sistem membuat risiko keamanan semakin kompleks. Serangan siber saat ini tidak hanya menargetkan satu organisasi secara langsung, tetapi juga menyasar seluruh rantai pasok digital. Pendanaan terhadap Lema menunjukkan bahwa investor melihat peluang besar dalam solusi yang mampu memetakan dan memitigasi risiko vendor secara real-time.

AI Agent dan Tantangan Pengawasan Otomatisasi

Di sisi lain, startup asal London bernama Overmind juga memperoleh pendanaan tahap awal sebesar 2,3 juta euro. Fokus utama mereka adalah pengawasan AI agent—yakni sistem AI otonom yang mampu mengambil keputusan dan menjalankan tugas tanpa intervensi manusia secara langsung.

Seiring meningkatnya penggunaan AI agent dalam operasional perusahaan, kebutuhan terhadap sistem pengawasan dan kontrol menjadi sangat krusial. Tanpa pengamanan yang tepat, AI agent berpotensi menjadi pintu masuk bagi serangan siber atau penyalahgunaan akses data sensitif secara otomatis.

Mengapa Investor Tertarik pada Startup Cybersecurity di 2026?

Ada beberapa faktor utama yang membuat sektor cybersecurity semakin menarik bagi investor di tahun ini:

  1. 1.
    Lonjakan Penggunaan AI: Masifnya implementasi AI di berbagai sektor industri menciptakan kebutuhan keamanan baru.
  2. 2.
    Eskalasi Ancaman: Meningkatnya kasus pelanggaran data dan serangan ransomware yang semakin canggih.
  3. 3.
    Kepatuhan Regulasi: Aturan pemerintah yang semakin ketat terkait perlindungan data pribadi dan privasi.
  4. 4.
    Visibilitas Keamanan: Kebutuhan perusahaan untuk memantau seluruh ekosistem digital mereka secara menyeluruh.

Survei global menunjukkan bahwa mayoritas Chief Information Security Officer (CISO) berencana meningkatkan anggaran keamanan berbasis AI tahun ini. Hal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa permintaan terhadap solusi keamanan modern akan terus bertumbuh.

Tren Pendanaan Cybersecurity 2026

Tren pendanaan tahun ini memperlihatkan pergeseran fokus dari keamanan tradisional menuju keamanan berbasis AI dan otomatisasi. Jika sebelumnya investor banyak mendanai solusi endpoint security atau firewall konvensional, kini perhatian bergeser ke:

  • AI SaaS Security: Mengamankan aplikasi berbasis cloud yang terintegrasi dengan AI.
  • Pengawasan AI Agent: Memastikan sistem otonom bekerja sesuai koridor keamanan.
  • Manajemen Risiko Vendor: Mitigasi ancaman dari mitra bisnis dan rantai pasok.
  • Deteksi Ancaman Berbasis Machine Learning: Identifikasi serangan secara proaktif sebelum terjadi kerusakan.

Pendanaan besar yang diraih sejumlah startup cybersecurity pada 2026 menjadi bukti bahwa keamanan digital tetap menjadi prioritas utama di era transformasi AI. Investor melihat peluang jangka panjang dalam solusi yang mampu mengamankan adopsi teknologi baru secara aman dan terkontrol.

Dengan meningkatnya kompleksitas sistem digital, startup yang mampu menawarkan visibilitas, kontrol, dan otomatisasi keamanan berbasis AI berpotensi menjadi pemain kunci dalam industri teknologi global di masa depan.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.