- • Peretas keamanan siber Vincenzo Iozzo tidak lagi tercantum di dewan peninjau konferensi Black Hat dan Code Blue.
- • Penghapusan terjadi setelah ribuan dokumen investigasi pemerintah AS terkait Jeffrey Epstein dipublikasikan.
- • Iozzo membantah tuduhan sebagai “peretas pribadi” Epstein dan meminta investigasi independen.
INFORMASI.COM, Jakarta - Nama Vincenzo Iozzo, peretas dan pengusaha keamanan siber, tidak lagi muncul di situs resmi konferensi keamanan siber internasional Black Hat maupun konferensi keamanan Jepang Code Blue per Kamis (12/2/2026). Sebelumnya, namanya masih tercantum di kedua situs tersebut pada pekan lalu.
Menurut profil LinkedIn miliknya, Iozzo telah menjadi anggota dewan peninjau Black Hat sejak 2011. Hingga kini, pihak penyelenggara Black Hat tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar media.
Dokumen Epstein dan Keterkaitan Iozzo
Perubahan tersebut terjadi setelah Department of Justice Amerika Serikat merilis lebih dari 2.300 dokumen terkait penyelidikan terhadap Jeffrey Epstein, seorang finansier yang telah meninggal dan sebelumnya didakwa dalam kasus perdagangan manusia dan kekerasan seksual.
Dokumen yang dirilis pada 30 Januari itu memuat sejumlah email serta catatan interaksi antara Iozzo dan Epstein yang berlangsung dari Oktober 2014 hingga Desember 2018. Pada 2018, laporan investigasi Miami Herald mengungkap tuduhan bahwa Epstein melakukan pelecehan terhadap lebih dari 60 perempuan, termasuk remaja.
Setelah laporan tersebut terbit, email yang baru dipublikasikan menunjukkan Iozzo sempat berupaya bertemu Epstein di rumahnya di New York.
Di antara dokumen yang dirilis juga terdapat laporan informan FBI yang menyebut Epstein memiliki “peretas pribadi”. Dokumen itu disunting dan tidak menyebut nama. Namun, beberapa detail identitas di dalamnya membuat informan diduga merujuk pada Iozzo. Media Italia Il Corriere della Sera sebelumnya melaporkan kemungkinan tersebut.
Meski demikian, tuduhan dari informan FBI tersebut tidak dikonfirmasi oleh FBI, dan tidak ada bukti dalam email yang menunjukkan Iozzo melakukan tindakan ilegal untuk Epstein.
Iozzo Membantah Tuduhan terkait Epstein
Dalam pernyataan melalui juru bicaranya kepada TechCrunch, Iozzo membantah tuduhan tersebut dan menyatakan hubungannya dengan Epstein bersifat profesional.
“ Saya tidak akan secara sukarela mengundurkan diri... Kami diperkenalkan pada 2014 ketika saya berusia 25 tahun di MIT untuk penggalangan dana startup saya, oleh orang-orang yang saya percaya dan kagumi. Karena itu, saya gagal mengajukan pertanyaan yang tepat yang, dalam retrospeksi, tampak jelas. ”
— Joan Iozzo menerangkan.
Iozzo pun menyampaikan bahwa dirinya menyesali hubungan dengan Jeffrey Epstein. Tapi, Iozzo mengatakan tidak bisa menerima narasi yang disampaikan terkait adanya nama dirinya dalam dokumen Epstein.
Iozzo menegaskan dirinya tidak terlibat dalam kasus kekerasan seksual yang didakwakan terhadap Epstein. Ia pun menambahkan bahwa interaksinya terbatas pada peluang bisnis yang tidak pernah terwujud.
“ Interaksi saya dengan Epstein terbatas pada peluang bisnis yang tidak pernah terwujud, serta diskusi tentang pasar dan teknologi yang sedang berkembang. Saya tidak pernah melihat atau terlibat dalam aktivitas atau perilaku ilegal apa pun. ”
— Iozzo menambahkan.
Respons Code Blue
Juru bicara Code Blue, Ken-ichi Saito, mengonfirmasi bahwa konferensi tersebut menghapus nama Iozzo dari dewan peninjau. Ia mengatakan keputusan itu telah dipersiapkan selama beberapa bulan karena beberapa anggota tidak aktif.
“ Waktu pembaruan situs kami secara kebetulan bertepatan dengan rilis publik dokumen Epstein. ”
— Ken-ichi Saito, Juru bicara Code Blue, menerangkan.
Sementara itu, juru bicara Iozzo, Vollero, menyatakan penghapusan dari Black Hat terjadi tanpa proses investigasi formal.
“ Tuan Iozzo menyambut investigasi independen dari Black Hat, daripada keputusan penghapusan yang tergesa-gesa, karena ia yakin akan dibebaskan melalui proses tersebut. ”
— Vollero, juru bicara Iozzo, menegaskan.
Latar Belakang Karier
Iozzo saat ini merupakan pendiri dan CEO startup keamanan siber SlashID. Ia sebelumnya menulis salah satu panduan awal bagi peretas yang meneliti perangkat lunak mobile Apple, mendirikan startup IperLane pada 2015, dan kemudian menjadi direktur senior di CrowdStrike setelah perusahaan tersebut mengakuisisi IperLane.
Kasus Epstein sendiri bermula dari pengakuan bersalah pada 2008 atas permintaan layanan seksual dari anak di bawah umur. Pada 2019, pemerintah AS kembali mendakwa Epstein atas perdagangan manusia dan eksploitasi seksual terhadap puluhan remaja perempuan. Ia kemudian meninggal dunia di penjara pada tahun yang sama.