- • Teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai digunakan luas di sektor manufaktur China, terutama di Provinsi Zhejiang.
- • Dari pabrik tekstil hingga pabrik ban, kini semua menggunakan AI. Satu agen AI bisa mengerjakan tugas 20 orang.
- • Pemprov Zhejiang menargetkan ekspansi produk pintar berbasis AI dan penetrasi teknologi industri hingga 2027.
INFORMASI.COM, Jakarta - Pakaian para atlet China di Olimpiade Musim Dingin 2026 yang digelar di Milan-Cortina, Italia, dibuat menggunakan bantuan artificial intelligence (AI).
Seragam atlet itu diproduksi di sebuah pabrik tekstil di Provinsi Zhejiang. Printer digital yang memproduksi kain olahraga itu menggunakan sistem pemrosesan gambar berbasis AI.
Hasilnya cukup mewah. Mesin AI yang ditanam mampu mengkalibrasi warna secara presisi dan memperbaiki penyimpangan secara otomatis dalam waktu nyata.
Xiao Xingshui, manajer umum Qianyong Textile Co. yang berlokasi di Shaoxing, menjelaskan perubahan tersebut.
“ Kami dulu mengandalkan pengrajin ahli dengan pengalaman puluhan tahun untuk menilai formula warna dengan mata. Sekarang AI membaca warna dengan presisi seperti sinar-X. ”
— Xiao Xingshui berkata dikutip dari Xinhua, Senin (16/2/2026).
Setelah perusahaan menerapkan teknologi pencetakan berbasis AI, tingkat kelulusan produksi kain warna solid meningkat dari sekitar 50 persen menjadi lebih dari 90 persen. Peningkatan ini membantu perusahaan mengatasi hambatan produksi yang berlangsung lama.
Perubahan mekanisme produksi tersebut mencerminkan tren lebih luas di Zhejiang, salah satu pusat manufaktur utama China. Kini, pabrik-pabrik di provinsi dekat Shanghai itu menerapkan AI dalam proses produksi industri.
Di Zhongce Rubber Group yang berbasis di Hangzhou, insinyur menggunakan AI untuk merancang dan memproduksi ban kendaraan. Platform digital perusahaan memungkinkan pembuatan puluhan model ban tiga dimensi hanya dalam hitungan menit.
Wang Xueyan, salah satu insinyur di Zhongce Rubber Group, menjelaskan perbedaan proses kerja sebelum dan sesudah penggunaan AI.
“ Di masa lalu, input data pada tahap desain saja membutuhkan dukungan tim yang terdiri dari lebih dari 20 orang. Sekarang, dengan AI, saya dapat menyelesaikan pekerjaan itu secara mandiri. ”
— Wang Xueyan, salah satu insinyur di Zhongce Rubber Group.
Perusahaan tersebut telah menerapkan 18 agen AI di berbagai lini operasi, mulai dari penelitian dan pengembangan hingga produksi dan pengujian.
Wakil manajer umum eksekutif pabrik manufaktur Zhongce, Zheng Li, menegaskan bahwa integrasi AI tidak bertujuan menggantikan tenaga kerja.
“ Ini tentang menemukan titik keseimbangan antara efisiensi dan kemanusiaan dalam peningkatan industri. ”
— Zheng Li berdalih.
Dengan dukungan AI, produktivitas tenaga kerja perusahaan meningkat lima kali lipat. Perusahaan juga menurunkan polusi harian dan konsumsi energi sekitar 80 persen dari sumber produksi.
Transformasi serupa terjadi di sektor otomotif. Di pabrik pintar berbasis jaringan 5G milik Zeekr di Ningbo, empat robot bekerja secara sinkron pada stasiun pemasangan ban di jalur perakitan akhir. Waktu pemasangan satu ban kini hanya membutuhkan 45 detik.
Direktur digitalisasi manufaktur dan kualitas Zeekr, Dai Longcai, menjelaskan fleksibilitas produksi pabrik tersebut. “Setiap mobil yang Anda lihat berbeda,” kata Dai Longcai.
Ia juga menjelaskan sistem inspeksi visual berbasis AI yang terhubung jaringan 5G mampu memverifikasi informasi ban dalam satu detik dengan tingkat deteksi kesalahan 100 persen.
“ Sekarang, melalui inspeksi visual AI berbasis 5G, kami dapat memverifikasi informasi ban dalam satu detik, mencapai tingkat pencegatan kesalahan 100 persen. ”
— Dai Longcai menegaskan.
Otoritas setempat melaporkan bahwa Zhejiang telah mencapai transformasi digital penuh pada perusahaan industri skala besar hingga hingga akhir 2025. Wilayah tersebut telah membangun 608 bengkel digital, 381 pabrik pintar, dan 93 “pabrik masa depan” yang mengintegrasikan AI, 5G, dan teknologi internet industri.
Wakil kepala Institut Pengembangan dan Perencanaan Zhejiang, Lan Jianping, menilai transformasi cerdas menjadi ciri industrialisasi baru di masa depan.
“ Transformasi cerdas berfungsi sebagai karakteristik yang menentukan dari industrialisasi tipe baru di masa depan. ”
— Lan Jianping mengatakan.
Ia menambahkan bahwa AI bukan sekadar peningkatan teknologi, melainkan perubahan sistematis dalam metode produksi.
“ Dengan menanamkan AI ke setiap mata rantai industri, dari desain dan manufaktur hingga pengendalian kualitas dan layanan, Zhejiang membangun kekuatan produktif berkualitas baru dan meletakkan fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan berkelanjutan dan berkualitas tinggi. ”
— Lan Jianping menerangkan lebih lanjut.
Pemerintah Zhejiang menargetkan peluncuran 300 produk pintar berbasis AI, termasuk perangkat wearable dan robotika, serta 50 terobosan teknologi terminal AI utama pada 2027.
Provinsi tersebut juga menargetkan tingkat penetrasi terminal AI di perusahaan industri besar melampaui 70 persen.