- • Xiaomi memperkenalkan Vision GT, mobil konsep yang dirancang untuk Grand Turismo.
- • Xiaomi Vision GT ditanami platform 900V SiC dan diklaim mampu menahan tenaga hingga 1.900 hp.
- • Sebelumnya, Xiaomi telah menunjukkan performa melalui SU7 Ultra yang mencetak rekor putaran di Nürburgring.
INFORMASI.COM, Jakarta - Xiaomi makin berkelas. Ia bukan lagi perusahaan elektronik, atau sekadar jenama ponsel. Lebih dari itu, Xiaomi telah menjelma menjadi perusahaan teknologi papan atas setelah menggarap juga mobil listrik.
Bukan mobil listrik biasa, Xiaomi setidaknya sudah dua kali meluncurkan EV dengan ambisi serius, mengalahkan mobil-mobil tercepat di dunia. Tapi, pakai baterai, bukan bahan bakar fosil.
Baru-baru ini, Xiaomi resmi memperkenalkan mobil konsep digital pertamanya, Vision GT. Mobil ini diluncurkan untuk menaklukkan lintasan Grand Turismo, arena yang biasa digunakan merek mobil Eropa seperi Porsche dan Mercedes-Benz untuk mempertajam reputasi desain agresif dan inovasi otomotif mereka.
Bagi Xiaomi, kehadiran Vision GT bukan sekadar proyek gaya. Perusahaan menyebut langkah ini sebagai pernyataan tegas bahwa mereka kini serius menggarap industri mobil listrik, bukan hanya dikenal sebagai produsen smartphone.
Sebelumnya, Xiaomi telah menunjukkan performa melalui SU7 Ultra yang mencetak rekor putaran di Nürburgring. Kini, Vision GT hadir sebagai simbol ambisi yang lebih jauh.
Mobil yang Dipahat oleh Angin
Xiaomi Vision GT merupakan mobil konsep murni performa. Desainnya dibuat tanpa mempertimbangkan batasan produksi massal.
Secara visual, mobil ini tampil agresif dengan pendekatan desain yang radikal. Meski ekstrem, tata letaknya tetap mengikuti prinsip dasar otomotif, yaitu mesin tengah dengan kokpit di bagian tengah.
Seluruh struktur Vision GT dirancang dengan pendekatan aerodinamika. Mobil ini memiliki saluran udara besar dari bagian depan hingga belakang. Lampu depan berbentuk huruf T mempertegas karakter futuristiknya, sedangkan bagian belakang dihiasi lampu rem berukuran sangat besar yang menjadi pusat perhatian.
Xiaomi menyatakan Vision GT “dipahat oleh angin.” Saluran udara di bagian depan mengalirkan udara melalui terowongan venturi di bawah mobil, lalu mengarahkannya ke belakang untuk mengurangi hambatan dan meningkatkan gaya tekan ke bawah (downforce).
Mobil ini menggunakan dua pintu model gunting (scissor doors) dan material serat karbon dalam jumlah besar untuk menekan bobot kendaraan.
Kabin Futuristik dan Sentuhan AI
Di bagian interior, Vision GT menghadirkan kabin bergaya kepompong (cocoon-like cabin). Kursinya berbentuk bangku sofa, setirnya menyerupai telur, dan terdapat head-up display (HUD) selebar dashboard.
Lingkungan kabin juga dilengkapi sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung berbagai fungsi pengemudian dan pengalaman pengguna.
Roda mobil ini menampung cakram karbon-keramik berukuran besar. Sistem pengereman tersebut diklaim mampu menangani energi kinetik dari powertrain berkekuatan hingga 1.900 tenaga kuda.
Xiaomi belum mengumumkan angka performa resmi. Namun perusahaan memastikan Vision GT berdiri di atas platform 900V SiC. Dengan kemampuan pengereman untuk daya sebesar itu, spekulasi menyebutkan mobil ini berpotensi menghasilkan tenaga di atas 1.100 hp.
Bukan untuk Jalan Raya
Xiaomi menegaskan Vision GT adalah mobil konsep yang sangat jauh dari realitas produksi. Model ini tidak akan terlihat di jalan raya dalam waktu dekat.
Meski demikian, sejumlah elemen desainnya berpeluang diadopsi ke lini kendaraan listrik Xiaomi di masa depan. Komponen aerodinamika, spoiler sirip hiu, hingga desain lampu belakang raksasa dapat menjadi inspirasi untuk model produksi.
Kehadiran Vision GT juga memperkuat komitmen Xiaomi terhadap proyek kendaraan listriknya. Sepanjang 2025, Xiaomi telah mengirimkan lebih dari 410 ribu unit kendaraan listrik. Angka tersebut menjadi bukti konkret bahwa ekspansi ke sektor otomotif bukan sekadar eksperimen.
Melalui Vision GT, Xiaomi menunjukkan arah masa depan: agresif, berbasis performa tinggi, dan mengintegrasikan teknologi AI sebagai fondasi utama kendaraan listrik generasi berikutnya.