- • Proyek AI Campus 2 BDx Data Centers di Jatiluhur, Purwakarta, dihentikan sementara sejak Senin (28/9) karena Amdal dan PBG belum tuntas.
- • Penghentian terjadi setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau proyek yang baru saja dia hadiri groundbreaking-nya pada 22 September 2026.
- • Selain persoalan izin, KDM sebelumnya menyoroti kebutuhan air data center yang bisa mencapai 33.000 meter kubik per hari ketika beroperasi penuh.
INFORMASI.COM, Jakarta - Proyek pusat data berbasis kecerdasan buatan atau AI Campus 2 (CGK4) milik BDx Data Centers di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, kini ditangguhkan. Padahal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM baru menghadiri groundbreaking proyek tersebut dan ikut meletakkan batu pertama pada 22 September 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, membenarkan penghentian sementara pembangunan tersebut. Menurut dia, Dedi meminta pengerjaan dihentikan setelah mengetahui sejumlah dokumen perizinan belum selesai.
"Jadi sejak hari Senin, Pak Gubernur Kang Dedi Mulyadi telah mengkonfirmasi berkaitan dengan proses perizinan yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta yang disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta bahwa perizinannya, Amdal dan PBG-nya, masih dalam proses," kata Adi, Rabu (30/9).
Adi mengatakan Dedi sebelumnya meninjau langsung lokasi pembangunan pada Senin (28/9). Setelah menerima penjelasan mengenai status perizinan, Dedi meminta BDx menghentikan pekerjaan sampai Pemerintah Kabupaten Purwakarta menerbitkan izin yang diperlukan.
"Beliau (Dedi Mulyadi) menyatakan memang harus dituntaskan dulu semua perizinannya, baru dilanjutkan kembali. Izin yang belum dipenuhi mencakup Amdal dan PBG," ujar Adi.
Dengan demikian, peletakan batu pertama yang berlangsung sepekan sebelumnya belum diikuti kelanjutan pembangunan fisik. Adi menyebut BDx telah menyatakan kesediaannya memenuhi seluruh persyaratan yang diminta pemerintah daerah.
"Karena memang mereka sudah merencanakan ini sejak jauh-jauh hari dengan baik. Jadi saya pikir mereka serius juga berinvestasi di Jawa Barat, dalam hal ini di Purwakarta," kata Adi.
Baru Groundbreaking, Kemudian Disetop
Rangkaian proyek ini bermula ketika Dedi menghadiri groundbreaking AI Campus 2 milik BDx di Jatiluhur pada 22 September 2026. Dalam acara tersebut, Dedi hadir bersama Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dan CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya.
Proyek tersebut dirancang sebagai kawasan pusat data AI dengan kapasitas hingga 640 MW. BDx menyiapkan enam gedung data center, sedangkan gedung pertama ditargetkan memiliki kapasitas teknologi informasi hingga 120 MW.
Pengembangan kawasan itu juga memperoleh dukungan kapasitas listrik jaringan sebesar 845 MVA dari PLN. BDx sebelumnya menyatakan total kapasitas listrik yang telah diamankan untuk pengembangan pusat datanya mencapai lebih dari 1,2 GVA.
Namun, persoalan lain muncul ketika Dedi kembali mendatangi lokasi pada 28 September. Kali ini, perhatian KDM tertuju pada kebutuhan air proyek tersebut, sekaligus status perizinannya.
"Airnya cukup enggak? Mengganggu petani enggak?" ujar Dedi saat meninjau proyek.
Kebutuhan air menjadi isu sensitif karena lokasi proyek berada di kawasan Jatiluhur yang berkaitan dengan sistem penyediaan air bagi masyarakat dan pertanian.
Kebutuhan Air Bisa 33.000 Meter Kubik Sehari
Dalam penjelasan yang diterima Dedi, kebutuhan air AI Campus 2 pada kapasitas penuh dapat mencapai sekitar 384 liter per detik atau sekitar 0,4 meter kubik per detik. Jika beroperasi pada kapasitas tersebut, konsumsi airnya dapat mencapai sekitar 33.000 meter kubik per hari.
Adi menjelaskan kebutuhan pada tahap awal pembangunan masih jauh lebih rendah.
"Namun untuk di tahap awal ini kebutuhannya masih sekitar 6.000 meter kubik ya di tahap awal pembangunan ini," ujarnya.
Dedi kemudian meminta penjelasan mengenai sumber dan pengelolaan air untuk operasional data center tersebut. Dia juga berkomunikasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) dan PDAM Purwakarta.
Sebelumnya, Dedi mengatakan air yang digunakan BDx berasal dari pasar komersial sehingga penggunaannya tidak ditujukan untuk mengambil alokasi pelayanan air bagi masyarakat.
"Harus ada air yang dijual berdasarkan aspek komersial, maka BDx merupakan pasar komersial tanpa mengganggu pelayanan," ujar Dedi, Selasa (29/9).
Menurut Dedi, pendapatan dari penjualan air kepada sektor komersial juga dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
"Bahkan logikanya hasil keuntungan dari BDx bisa meningkatkan kualitas layanan air untuk masyarakat umum," katanya.
Sempat Ditolak Masyarakat
Kekhawatiran mengenai air bukan persoalan baru bagi proyek tersebut. Sebelum pembangunan berjalan, proyek data center AI ini sempat mendapat penolakan dari masyarakat karena kekhawatiran terhadap ketersediaan air Waduk Jatiluhur, terutama untuk kebutuhan pertanian.
Adi mengatakan pemerintah telah memperoleh penjelasan bahwa kebutuhan air BDx akan dipenuhi secara bertahap. Menurut dia, PDAM Purwakarta dan PJT memastikan pasokan tersebut tidak mengganggu pelayanan bagi masyarakat maupun pertanian.
Pemerintah juga meminta konsumsi air proyek dihitung dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian. Adi menyebut konsultan BDx telah melakukan kajian teknis mengenai pengelolaan kebutuhan air.
Hasil kajian tersebut, kata Adi, menyatakan penggunaan air untuk BDx tidak akan mengganggu layanan PDAM Purwakarta dan PJT Jatiluhur bagi masyarakat maupun pertanian.
Meski demikian, pemerintah kini meminta persoalan perizinan diselesaikan lebih dahulu sebelum pembangunan dilanjutkan. Adi menegaskan pembangunan investasi tetap dapat berjalan setelah seluruh ketentuan dipenuhi.
"Namun kaidah-kaidah yang harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Sehingga proyek tidak terhenti," kata Adi.
Proyek yang semula ditandai dengan seremoni groundbreaking pada 22 September itu pun kini memasuki fase penundaan. Pemerintah Jawa Barat meminta Amdal dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dituntaskan, sementara BDx menyatakan bersedia melengkapi persyaratan tersebut.