Harga Prosesor Intel dan Qualcomm Naik hingga 20 Persen, Harga Laptop dan PC Ikut Naik Gak ya?

Harga Prosesor Intel dan Qualcomm Naik hingga 20 Persen, Harga Laptop dan PC Ikut Naik Gak ya?
Prosesor Intel. Foto: Acer

Traktir Redaksi

Suka dengan artikel ini? Dukung jurnalisme Informasi.com dengan scan QRIS di bawah melalui m-banking atau e-wallet.

QRIS Media Informasi Dunia Simpan QRIS
Ikhtisar
  • • Intel dilaporkan menaikkan harga sejumlah prosesor hingga 20 persen.
  • • Sedangkan Qualcomm menaikkan harga platform prosesor PC Snapdragon sekitar 10 persen.
  • • AMD dikabarkan menyiapkan kenaikan harga sekitar 10 persen untuk sejumlah keluarga prosesor Ryzen dan EPYC.

INFORMASI.COM, Jakarta - Harga prosesor komputer berpotensi semakin mahal seiring meningkatnya kebutuhan komputasi untuk kecerdasan buatan (AI). Intel dan Qualcomm dilaporkan telah menaikkan harga sejumlah lini prosesor mereka, sedangkan AMD dikabarkan tengah menyiapkan kenaikan harga sekitar 10 persen.

Laporan Commercial Times, yang mengutip sumber di rantai pasok industri, menyebut Intel telah menerapkan kenaikan harga sejak September 2026. Kenaikan tersebut sebelumnya diperkirakan berlangsung pada Oktober.

Prosesor kelas atas Intel Panther Lake dilaporkan mengalami kenaikan paling besar, yakni sekitar 15–20 persen. Namun, penyesuaian itu disebut terutama menyasar model dengan unit pemrosesan grafis terintegrasi (iGPU) kelas atas, bukan seluruh produk Panther Lake.

Sejumlah prosesor Intel lainnya juga terdampak. Lini Alder Lake dan Twin Lake dilaporkan mengalami kenaikan harga sekitar 10–20 persen untuk kelompok produk tertentu. Sementara itu, prosesor berdaya rendah pada segmen pemula mengalami kenaikan sekitar 5–10 persen.

Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan biaya tidak hanya menyasar prosesor berperforma tinggi. Produk untuk perangkat komputasi dengan kebutuhan daya lebih rendah juga berpotensi mengalami penyesuaian harga.

Qualcomm Ikut Naikkan Harga Snapdragon X dan X2 Elite

Qualcomm juga dilaporkan menaikkan harga platform prosesor PC, termasuk Snapdragon X dan Snapdragon X2 Elite, sekitar 10 persen mulai 1 Oktober 2026.

Kenaikan ini menambah tekanan bagi pasar komputer berbasis Windows yang menggunakan prosesor Snapdragon. Besarnya dampak terhadap harga laptop akan bergantung pada keputusan produsen perangkat, termasuk apakah mereka menyerap kenaikan biaya komponen atau meneruskannya kepada konsumen.

AMD juga dikabarkan tengah menyiapkan penyesuaian harga sekitar 10 persen untuk sejumlah keluarga prosesor Ryzen dan EPYC. Namun, laporan yang tersedia belum memastikan kapan kenaikan harga tersebut mulai berlaku.

Ryzen menyasar pasar PC konsumen, mulai dari laptop hingga komputer desktop. Sementara itu, EPYC merupakan lini prosesor server yang digunakan untuk pusat data dan beban kerja komputasi berskala besar. Kenaikan harga pada kedua lini ini berpotensi menambah biaya pengadaan perangkat, terutama bagi perusahaan yang sedang memperluas infrastruktur komputasinya.

TSMC Berencana Menaikkan Biaya Produksi Cip pada 2027

Di balik kenaikan harga prosesor, industri semikonduktor juga menghadapi tekanan biaya produksi. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), salah satu produsen cip kontrak terbesar di dunia, dilaporkan berencana menaikkan tarif manufaktur mulai 2027.

Laporan Nikkei Asia yang dikutip Reuters pada Juli 2026 menyebut TSMC merencanakan kenaikan harga hingga 10 persen untuk sejumlah proses manufaktur cip. Penyesuaian tersebut berkaitan dengan kenaikan biaya bahan baku, peralatan produksi, dan pembangunan fasilitas manufaktur di luar Taiwan.

Besarnya kenaikan diperkirakan berbeda menurut teknologi produksi dan jenis pelanggan. Proses manufaktur canggih diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 5–10 persen, sedangkan teknologi yang lebih matang juga berpotensi mengalami penyesuaian hingga 10 persen.

Tekanan biaya juga datang dari kebutuhan pengemasan cip canggih dan komponen memori berperforma tinggi. Permintaan terhadap komputasi AI mendorong perusahaan teknologi memperluas kapasitas pusat data, sehingga kebutuhan cip, memori, dan infrastruktur pendukung meningkat.

Namun, kenaikan biaya produksi TSMC tidak otomatis membuat semua prosesor Intel, AMD, atau Qualcomm naik dengan persentase yang sama. Dampaknya bergantung pada teknologi manufaktur yang digunakan, kontrak dengan pemasok, struktur biaya masing-masing produk, serta strategi harga produsen.

Harga Laptop dan PC Berpotensi Ikut Terdampak

Kenaikan harga prosesor dapat merambat ke pasar komputer jika produsen perangkat meneruskan biaya tambahan kepada pembeli. Laptop kelas atas yang menggunakan prosesor dengan grafis terintegrasi berperforma tinggi berpotensi menghadapi tekanan biaya, sementara komputer server dapat terdampak oleh penyesuaian harga prosesor untuk pusat data.

Konsumen tidak serta-merta akan melihat kenaikan harga sebesar 10–20 persen pada seluruh laptop atau PC. Prosesor hanya salah satu komponen dalam biaya produksi perangkat. Harga akhir juga dipengaruhi oleh memori, penyimpanan, layar, desain, biaya distribusi, dan kebijakan produsen.

Meski demikian, tren kenaikan harga di beberapa produsen prosesor menunjukkan bahwa lonjakan permintaan AI tidak hanya menguntungkan perusahaan semikonduktor. Persaingan mendapatkan kapasitas produksi dan komponen juga dapat meningkatkan biaya bagi produsen perangkat elektronik.

Bagi konsumen, dampak yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan harga perangkat baru menjadi lebih mahal atau produsen mempertahankan harga dengan mengurangi spesifikasi pada segmen tertentu. Kepastian dampaknya baru dapat dinilai setelah produsen laptop dan PC mengumumkan harga serta konfigurasi produk terbaru mereka.

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.