- • Jakarta Running Festival (JRF) 2026 menghadirkan Race Expo di Istora Senayan pada 22–25 Oktober 2026 dengan melibatkan 130 brand dan 49 UMKM lokal.
- • Sebanyak 250 komunitas juga dilibatkan untuk membangun atmosfer perlombaan di sepanjang koridor Sudirman–Gatot Subroto.
- • Race Expo menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman festival, mendukung pelaku usaha lokal, dan mendorong Jakarta sebagai destinasi sport tourism.
INFORMASI.COM, Jakarta — Jakarta Running Festival (JRF) 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi lari di jalanan ibu kota. Festival olahraga yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 ini juga menghadirkan Race Expo di Istora Senayan dengan melibatkan 130 brand dan 49 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Race Expo berlangsung selama empat hari, mulai Kamis, 22 Oktober 2026, hingga Minggu, 25 Oktober 2026. Area ini menjadi bagian dari rangkaian JRF yang memungkinkan pengunjung menikmati suasana festival di luar lintasan lomba. Pelari, keluarga, komunitas, dan masyarakat umum dapat datang untuk melihat berbagai produk serta mengenal pelaku usaha yang berpartisipasi.
Selain menghadirkan ratusan merek, penyelenggara juga melibatkan 49 UMKM lokal. Partisipasi tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung yang datang dari berbagai daerah dan latar belakang.
Direktur Utama Kelompok Lari Anak Bangsa (KLAB), Dickie Widjaja, menyebut JRF tidak hanya diperuntukkan bagi peserta lomba, tetapi juga masyarakat Jakarta. Ia menggambarkan Race Expo sebagai pesta bagi warga yang ingin ikut menikmati kemeriahan festival.
“Untuk Race Expo-nya ini kita sebut pesta untuk warga Jakarta di Istora Senayan, di mana ada 130 brand dan 49 UMKM lokal,” ujar Dickie dalam konferensi pers JRF 2026 di Balai Kota Jakarta pada 30 September 2026.
Kehadiran Race Expo memperlihatkan upaya penyelenggara memperluas cakupan JRF. Festival ini tidak hanya berpusat pada pencapaian waktu dan jarak tempuh pelari, tetapi juga menghubungkan olahraga dengan aktivitas ekonomi, komunitas, dan gaya hidup perkotaan.
Race Expo JRF 2026 Hadirkan 130 Brand dan 49 UMKM
Kehadiran 130 brand menjadi salah satu daya tarik Race Expo JRF 2026. Berbagai merek mendapat kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung yang memiliki ketertarikan terhadap olahraga, khususnya lari, serta gaya hidup aktif.
Bagi pelari, Race Expo dapat menjadi tempat untuk mengenal produk yang mendukung kegiatan berlari. Pengunjung juga dapat melihat perkembangan produk dan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan olahraga, mulai dari perlengkapan hingga kebutuhan pendukung aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, keterlibatan 49 UMKM lokal memberikan ruang bagi usaha berskala kecil dan menengah untuk memperluas jangkauan pasar. Melalui acara yang mempertemukan banyak pengunjung dalam satu lokasi, pelaku usaha berkesempatan memperkenalkan produk secara langsung kepada calon konsumen.
Kehadiran UMKM juga memperlihatkan bahwa sebuah festival olahraga dapat membuka peluang bagi sektor usaha di luar industri olahraga itu sendiri. Produk lokal dapat memperoleh perhatian dari pengunjung yang sebelumnya mungkin belum mengenal merek tersebut.
Namun, manfaat ekonomi yang diperoleh masing-masing pelaku usaha akan bergantung pada respons pengunjung, aktivitas transaksi, serta kemampuan mereka mempertahankan hubungan dengan konsumen setelah acara selesai.
Race Expo dengan demikian tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap perlombaan. Area ini menjadi salah satu ruang yang mempertemukan penyelenggara acara, merek, pelaku usaha lokal, komunitas, dan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan.
Sebanyak 250 Komunitas Ikut Meramaikan JRF 2026
Selain menghadirkan brand dan UMKM, JRF 2026 juga melibatkan 250 komunitas untuk memberikan dukungan kepada para pelari di sepanjang koridor Sudirman - Gatot Subroto.
Kehadiran komunitas menjadi bagian penting dalam membangun suasana perlombaan. Dukungan di sepanjang rute dapat menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelari, terutama ketika mereka melewati titik-titik yang dipenuhi penonton dan pendukung.
Penyelenggara ingin menghadirkan atmosfer yang menyerupai pengalaman mengikuti ajang maraton besar, ketika penonton berdiri di sepanjang lintasan untuk memberikan semangat kepada peserta.
Dickie menjelaskan bahwa ratusan komunitas tersebut akan turun langsung ke jalan untuk membangun suasana meriah di sepanjang rute.
“Ada juga 250 komunitas yang akan mendukung turun ke jalanan sepanjang Sudirman-Gatot Subroto untuk mereplikasi sorak-sorai pengalaman major marathon,” katanya.
Keterlibatan komunitas juga memperluas partisipasi masyarakat dalam festival. Warga yang tidak mengikuti lomba tetap dapat mengambil bagian dengan memberikan dukungan kepada pelari dan meramaikan sejumlah titik di sepanjang lintasan.
Dukungan tersebut menjadi salah satu elemen yang membedakan festival lari dari kompetisi olahraga yang hanya berfokus pada peserta dan hasil pertandingan. Dalam festival seperti JRF, pengalaman masyarakat di sekitar acara turut membentuk atmosfer keseluruhan.
JRF 2026 Berlangsung Selama Empat Hari
Jakarta Running Festival 2026 berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Rangkaian festival mencakup Race Expo, aktivitas komunitas, serta sejumlah kategori perlombaan yang diselenggarakan dalam dua hari utama.
Race Expo berlangsung pada 22–25 Oktober di Istora Senayan. Sementara itu, perlombaan utama dijadwalkan pada Sabtu dan Minggu, 24–25 Oktober 2026.
Berikut jadwal kategori lomba JRF 2026:
| Tanggal | Kategori lomba | Jarak | Waktu mulai |
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | MyBCA Jakarta Half Marathon | 21,097 km | 04.30 WIB |
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | Samsung Galaxy 5K | 5 km | 05.15 WIB |
| Minggu, 25 Oktober 2026 | Hydroplus Marathon | 42,195 km | 04.00 WIB |
| Minggu, 25 Oktober 2026 | Le Minerale 10K | 10 km | 05.15 WIB |
Pembagian jadwal tersebut memberikan pilihan bagi pelari dengan kemampuan dan target berbeda. Peserta dapat mengikuti kategori sesuai persiapan fisik, pengalaman, dan jarak yang ingin ditempuh.
Meski demikian, kemeriahan JRF tidak hanya berlangsung di lintasan. Kehadiran Race Expo dan komunitas membuat rangkaian acara dapat dinikmati oleh masyarakat yang tidak mengikuti perlombaan.
JRF Dorong Jakarta Menjadi Destinasi Sport Tourism
Penyelenggaraan JRF 2026 juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat posisi ibu kota sebagai destinasi sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut penyelenggaraan festival tersebut sebagai bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai pusat kegiatan dan pariwisata olahraga.
“Jakarta sebagai epicenter event dan sport tourism, tentunya menyambut baik dan gembira sekali acara Jakarta Running Festival ini,” ujar Pramono dalam konferensi pers pada 30 September 2026.
Ajang olahraga yang menghadirkan peserta dari berbagai daerah maupun negara berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di sejumlah sektor. Pengunjung yang datang untuk mengikuti lomba atau memberikan dukungan dapat memanfaatkan layanan akomodasi, kuliner, transportasi, dan berbagai usaha lainnya selama berada di Jakarta.
Dalam konteks tersebut, Race Expo menjadi salah satu elemen yang memperluas kegiatan ekonomi di sekitar festival. Selain berinteraksi dengan produk olahraga, pengunjung juga berkesempatan mengenal usaha lokal yang berpartisipasi.
Meski potensi tersebut terbuka, besarnya dampak terhadap perekonomian Jakarta tetap bergantung pada jumlah pengunjung, pengeluaran selama acara, dan transaksi yang dihasilkan oleh pelaku usaha.
Karena itu, keterlibatan UMKM dalam festival olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk menghubungkan kegiatan berskala besar dengan usaha lokal. Manfaatnya akan lebih terasa apabila kesempatan promosi tersebut berlanjut menjadi transaksi dan hubungan bisnis setelah festival berakhir.
JRF 2026 Bukan Hanya Milik Pelari
Melalui Race Expo yang melibatkan 130 brand dan 49 UMKM lokal, JRF 2026 berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih luas daripada perlombaan lari. Festival ini mempertemukan pelari, komunitas, pelaku usaha, merek, dan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan.
Sebanyak 250 komunitas yang memberikan dukungan di sepanjang koridor Sudirman–Gatot Subroto juga menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari penyelenggaraan acara.
Bagi pelari, JRF menjadi kesempatan untuk mengikuti kompetisi dengan berbagai pilihan jarak. Bagi pengunjung, festival ini menawarkan ruang untuk menikmati suasana olahraga sekaligus mengenal produk dan usaha lokal.
Kehadiran Race Expo pada akhirnya memperlihatkan bagaimana sebuah acara olahraga dapat berkembang menjadi kegiatan yang melibatkan berbagai sektor. JRF 2026 bukan sekadar tentang siapa yang mencapai garis finis lebih cepat, tetapi juga tentang bagaimana olahraga membuka ruang bagi komunitas, bisnis lokal, dan masyarakat untuk tumbuh bersama.