- • Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 resmi dimulai pada Senin, 26 Oktober 2026, di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, dengan mengusung semangat “City of New Lights”.
- • Hari pertama menghadirkan lima agenda runway, termasuk final kompetisi perancang busana, pertunjukan Fashionlink, dan Miracle Runway yang menampilkan Hian Tjen untuk Josephine Anni.
- • Berlangsung hingga 1 November 2026, JFW 2027 menghadirkan karya desainer Indonesia dan mancanegara, sekaligus membuka ruang kolaborasi dan regenerasi talenta di industri mode.
INFORMASI.COM, Jakarta — Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 resmi dimulai pada Senin, 26 Oktober 2026, di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan. Selama tujuh hari hingga 1 November 2026, pekan mode tahunan ini akan menghadirkan rangkaian peragaan busana, kompetisi desainer, serta kolaborasi kreatif yang mempertemukan pelaku industri mode Indonesia dan mancanegara.
Mengusung semangat “City of New Lights”, JFW 2027 menempatkan Jakarta sebagai ruang pertemuan gagasan dan talenta baru. Ajang ini tidak sekadar memamerkan koleksi terbaru di atas runway, tetapi juga membuka kesempatan bagi desainer untuk memperkenalkan karakter karya, membangun jejaring, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Direktur Kreatif Jakarta Fashion Week, Rd. Andandika Surasetja, mengatakan regenerasi perancang menjadi bagian penting dari perjalanan JFW. Kompetisi mode menjadi salah satu cara untuk memberikan ruang kepada desainer muda agar dapat menunjukkan kemampuan dan mengembangkan karier di industri.
“Kalau kita membahas tentang Jakarta Fashion Week, kita itu enggak pernah mengangkat tema, tapi yang kita angkat adalah spirit,” kata Andandika dalam konferensi pers JFW 2027 pada 13 Oktober 2026.
Semangat tersebut diterjemahkan melalui beragam program yang mempertemukan desainer baru, label mode yang telah berkembang, serta pelaku industri dari berbagai negara.
Lima Agenda Runway JFW 2027 Hari Ini
Hari pertama Jakarta Fashion Week 2027 menghadirkan lima agenda utama, mulai dari kompetisi perancang hingga pertunjukan yang menampilkan karya desainer ternama. Berikut rangkaian yang menarik untuk dinantikan pada Senin, 26 Oktober 2026.
1. Grand Final Lomba Perancang Mode Menswear dan Aksesori
Agenda hari pertama dimulai pukul 13.00 WIB melalui Grand Final Lomba Perancang Mode Menswear dan Lomba Perancang Aksesori 2026.
Kompetisi ini menjadi salah satu pintu bagi talenta baru untuk memperkenalkan kreativitas dan identitas desain mereka. Peserta berkesempatan menunjukkan pendekatan dalam merancang busana pria maupun aksesori di hadapan pelaku industri mode.
Program tersebut juga mempertegas perhatian JFW terhadap regenerasi desainer Indonesia. Kehadiran perancang baru dibutuhkan untuk memperkaya perspektif desain sekaligus menjaga perkembangan industri mode agar terus bergerak.
2. Fashionlink Pretty Free
Pada pukul 15.00 WIB, agenda berlanjut dengan BTN Presents: Fashionlink Pretty Free. Peragaan ini menampilkan KALLArona, SAUL, Tokodidiyo x MKS’, dan VAIA.
Fashionlink menjadi salah satu program yang menghubungkan kreativitas desainer dengan peluang komersial. Melalui platform ini, label mode dapat memperkenalkan karakter produk sekaligus menjangkau konsumen dan mitra industri.
Kehadiran sejumlah label dalam satu rangkaian runway juga menawarkan gambaran tentang beragam pendekatan desain yang berkembang di pasar mode Indonesia.
3. Fashionlink You-NG Thing
Pukul 17.00 WIB, pengunjung dapat menantikan BTN Presents: Fashionlink You-NG Thing, yang menampilkan Drunk Dad, Sabamodest, Shop at Velvet, dan Morteils.
Rangkaian ini menjadi ruang untuk melihat karakter desain yang lebih beragam, mulai dari pendekatan kontemporer hingga gaya yang dekat dengan perkembangan selera konsumen muda.
Bagi industri mode, kehadiran label dengan identitas berbeda dalam satu panggung membuka peluang pertukaran gagasan sekaligus memperluas perhatian terhadap perkembangan merek lokal.
4. City of New Lights
Pada pukul 19.00 WIB, JFW 2027 menghadirkan Signature Show: City of New Lights bersama anggota JFW Fashion Force.
Sebagai pertunjukan yang membawa semangat utama tahun ini, agenda tersebut menjadi salah satu sorotan pada hari pembukaan. JFW Fashion Force merupakan bagian dari upaya JFW mendukung desainer terpilih dalam mengembangkan potensi, memperkuat identitas merek, dan memperluas jangkauan pasar.
Melalui tema “City of New Lights”, peragaan ini juga sejalan dengan gagasan Jakarta sebagai tempat bertemunya berbagai perspektif dan lahirnya talenta kreatif baru.
5. Miracle Runway Bersama Hian Tjen dan Josephine Anni
Hari pertama ditutup dengan Pond’s Age Miracle Presents: Miracle Runway pada pukul 21.00 WIB. Pertunjukan ini menghadirkan Hian Tjen untuk Josephine Anni.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu agenda yang patut dinantikan pada penutupan hari pembukaan. Peragaan ini sekaligus melengkapi variasi program JFW 2027, dari kompetisi desainer baru hingga presentasi karya yang melibatkan nama-nama di industri mode.
Kelima agenda tersebut tercantum dalam jadwal resmi JFW. Namun, seluruh pertunjukan hari pertama menggunakan akses invitation only, sehingga pengunjung perlu memastikan ketentuan undangan sebelum datang ke lokasi.
Wastra Indonesia hingga Kolaborasi Desainer Mancanegara
Daya tarik JFW 2027 tidak berhenti pada hari pembukaan. Sepanjang pekan, penyelenggara menghadirkan peragaan yang mengeksplorasi identitas budaya, material, dan pendekatan desain kontemporer.
Pada Selasa, 27 Oktober 2026, salah satu agenda yang menarik perhatian adalah Culture / Nature bersama Sejauh Mata Memandang dan Oscar Lawalata Culture. Pertunjukan ini menjadi ruang untuk melihat bagaimana inspirasi budaya dan alam diterjemahkan ke dalam karya mode.
Sehari kemudian, Rabu, 28 Oktober 2026, BINHouse menghadirkan presentasi Dari Hati ke Tangan. Agenda tersebut menambah variasi program yang mengangkat proses kreatif dan eksplorasi material dalam industri mode.
Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, peragaan Textum akan menampilkan Eridani, Priyo Oktaviano, dan Wilsen Willim. Sementara itu, sejumlah pertunjukan lain turut menghadirkan desainer dengan pendekatan kontemporer yang berbeda.
JFW 2027 juga memperluas kolaborasi dengan industri mode Asia Tenggara dan Australia. Pada Minggu, 1 November, South East Asia Fashion Parade dijadwalkan menampilkan GINLEE dari Singapura, Renz Reyes dari Filipina, serta TANDT dari Thailand.
Pada hari yang sama, Australia–Indonesia Creative Exchange Showcase akan mempertemukan Studio Jeje dan ANW dari Indonesia dengan SHIYO dari Australia. Program ini membuka ruang pertukaran perspektif dan memperkenalkan karya desainer dari dua negara.
Kolaborasi lintas negara tersebut memperlihatkan bahwa pekan mode tidak hanya berfungsi sebagai tempat memamerkan koleksi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun hubungan profesional dan memperluas jaringan industri.
JFW 2027 Dorong Regenerasi Industri Mode Indonesia
Penyelenggaraan Jakarta Fashion Week 2027 menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem mode Indonesia. Melalui kompetisi, peragaan busana, dan kolaborasi internasional, JFW berupaya mempertemukan desainer, pelaku usaha, media, serta komunitas kreatif dalam satu rangkaian kegiatan.
Bagi desainer muda, kesempatan tampil di panggung mode dapat membantu memperkenalkan identitas karya kepada audiens yang lebih luas. Sementara itu, bagi label yang telah berkembang, JFW menjadi ruang untuk memperkuat posisi merek, menjajaki kolaborasi, dan melihat perubahan selera pasar.
Industri mode sendiri tidak hanya bergantung pada kreativitas di atas runway. Perkembangannya turut melibatkan produksi, pemasaran, distribusi, teknologi, hingga kemampuan membangun identitas merek yang kuat.
Karena itu, keberlanjutan industri membutuhkan ruang yang memungkinkan talenta baru berkembang sekaligus mempertemukan kreativitas dengan peluang bisnis. Program seperti Fashionlink dan kompetisi perancang menjadi bagian dari upaya membangun hubungan tersebut.
Melalui semangat “City of New Lights”, JFW 2027 mengajak publik melihat perkembangan mode Indonesia sebagai proses yang terus bergerak. Peragaan yang berlangsung hingga 1 November 2026 bukan hanya menampilkan tren terbaru, tetapi juga memperlihatkan bagaimana desainer dan pelaku industri membangun kemungkinan baru bagi masa depan mode Indonesia.