INFORMASI.COM, Jakarta - Sebuah video viral di media sosial yang menampilkan karyawan SPPG menyebut 'rakyat jelata yang tidak bersyukur.'
"Peregengan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur," ucap karyawan SPPG itu.
Ternyata, karyawan itu berasal dari SPPG Karangreja Tlahab Lor 1, Yayasan Samingah Mendidik Indonesia, dari Purbalingga.
Menurut laporan, video itu dibuat tanggal 15 Maret sekitar pukul 19.30 WIB.
Setelah ditelusuri, karyawan SPPG yang menyebut 'rakyat jelata' itu sudah dipecat dari pekerjaannya di SPPG.
Seorang staf juga mengklarifikasi bahwa staf itu bukanlah dari SPPG milik Polri di Purbalingga.