Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menjadi sasaran serangan rudal pada Sabtu (10/10/2026). Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya, menurut data awal Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA).
Jumlah korban meninggal kemudian meningkat menjadi 13 orang setelah seorang warga negara India meninggal akibat luka yang dideritanya dalam serangan tersebut. Peristiwa ini juga menyebabkan kerusakan di area bandara dan mengganggu aktivitas penerbangan di ibu kota Arab Saudi.
Situasi keamanan kembali memburuk pada Minggu (11/10/2026), ketika sebuah proyektil kembali menghantam terminal penumpang di kompleks bandara yang sama. Serangan susulan itu membuat otoritas melanjutkan pemeriksaan keselamatan dan penilaian kerusakan fasilitas penerbangan.