INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah membidik transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 sebesar Rp35 triliun, seiring optimisme terhadap peningkatan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekosistem digital nasional.
- •Harbolnas akan berlangsung 10-16 Desember 2025.
- •Ditargetkan menyumbang 30 persen dari total transaksi e-commerce nasional.
- •Pemerintah juga mengintegrasikan Harbolnas dengan program EPIC Sale dan Belanja di Indonesia Saja.
“ Saya patok target saja, Rp35 triliun, siap? Sementara, target spending di bulan Desember Rp110 triliun. Jadi harapannya ini bisa jadi mengungkit pembelian. Kemudian tentu produk lokal kita harapkan bisa ditingkatkan. ”
— Airlangga Hartarto, Menko Bidang Perekonomian, saat pembukaan Harbolnas 2025 di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Baca Juga
Transaksi Belanja Online Naik 6,19 Persen
Ekonomi
Peran Harbolnas dalam Ekonomi Digital
Ketua Umum Asosiasi Ecommerce Indonesia (iDEA), Hilmi Adrianto, menilai Harbolnas telah berkontribusi signifikan terhadap perkembangan e-commerce selama 13 tahun terakhir.
- •Lebih dari 1.000 pelaku usaha digital terlibat tahun ini.
- •Ekonomi nasional tumbuh 5,04 persen secara tahunan pada triwulan III 2025.
- •Harbolnas disebut sebagai simbol inovasi, keberanian, dan kolaborasi pelaku usaha digital.
“ Kita kembali menghadirkan gelaran belanja online terbesar di Indonesia dengan semangat kolaborasi yang semakin kuat. Momentum ini hadir di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil, yaitu 5,04 persen secara tahunan pada triwulan ketiga 2025, yang menjadi landasan optimisme bagi kita semua. ”
— Hilmi Adrianto, Ketua Umum iDEA, di acara yang sama.
Menurut Hilmi, Harbolnas tidak hanya meningkatkan transaksi, tetapi juga berperan dalam literasi digital dan kesehatan ekosistem perdagangan online.
Pertumbuhan transaksi Harbolnas rata-rata meningkat 30 persen per tahun. iDEA menyebut Harbolnas sebagai lokomotif daya beli masyarakat dan penguatan industri digital.
“ Melalui promo besar yang diselenggarakan secara serentak, kita tidak hanya mendorong transaksi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan yang lebih terjangkau. ”
— Hilmi menambahkan.
(ANT)
Baca Juga
Purbaya Tunda Pajak PPh 22 Pedagang Online via Marketplace
Ekonomi