IHSG Trading Halt, Purbaya Soroti Saham Gorengan dan Sentimen MSCI

IHSG Trading Halt, Purbaya Soroti Saham Gorengan dan Sentimen MSCI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama pejabat lain dalam konferensi pers setelah menggelar Dialog Pelaku Pasar Modal Bersama Menteri Keuangan RI di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (09/10/2025). Foto: ANTARA/Muhammad Heriyanto
Ikhtisar
  • Menkeu Purbaya menjelaskan pelemahan IHSG dan dua kali trading halt sebagian besar disebabkan oleh sentimen negatif dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).
  • Ia menyoroti praktik goreng-gorengan saham serta kurangnya transparansi pasar sebagai faktor pendorong tekanan jual.
  • Purbaya meminta Otoritas Jasa Keuangan memperbaiki pasar modal dan memastikan perbaikan dilakukan sebelum Mei 2026, sambil tetap optimistis IHSG akan rebound.

INFORMASI.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sejumlah faktor anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) dua hari berturut-turut di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Awal guncangan pasar berawal saat IHSG anjlok tajam pada Rabu (28/1/2026) setelah laporan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyoroti isu transparansi dan mekanisme free float saham Indonesia dalam indeks global. Penurunan IHSG sempat mencapai batas 8 persen, sehingga BEI menerapkan trading halt sesuai aturan yang berlaku.

IHSG jatuh karena berita MSCI yang menganggap kita kurang transparan dan banyak goreng-gorengan saham. Ini saya pikir reaksi berlebihan, karena itu baru laporan pertama, masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei.

— Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Thumbnail IHSG Sempat Turun 8 Persen, IHSG Alami Trading Halt pada Kamis, 2 Hari Berturut
i

Baca Juga

IHSG Sempat Turun 8 Persen, IHSG Alami Trading Halt pada Kamis, 2 Hari Berturut

Ekonomi

Menurut Purbaya, reaksi berlebihan pasar tersebut diperparah oleh masih maraknya aksi goreng-gorengan saham yang memperuncing sentimen negatif. Ia menilai praktik tersebut menunjukkan bahwa pasar modal domestik belum sepenuhnya bebas dari perilaku spekulatif yang merugikan.

Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya sudah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan kan. Tapi yang (saham) besar-besar kan masih ada, yang saham-saham blue chip. Kalau Anda takut lari saja ke situ (blue chip). 

— Purbaya menegaskan.

Purbaya juga menyatakan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menindaklanjuti catatan MSCI. Ia menyatakan bahwa perbaikan terhadap isu-isu yang disorot akan dilakukan dan ditargetkan selesai sebelum batas waktu evaluasi pada Mei 2026.

Purbaya juga menilai bahwa tekanan pasar tersebut bersifat sementara karena bukan didasari oleh perubahan fundamental ekonomi Indonesia. Ia meminta kepada pelaku pasar agar tidak terlalu panik karena kondisi ini menurutnya akan segera mereda dan pasar akan kembali bergerak normal.

Dalam pernyataannya, Purbaya tetap optimistis bahwa IHSG dapat rebound setelah periode volatilitas ini. Ia menekankan bahwa fondasi ekonomi nasional kuat, sehingga peluang pemulihan pasar modal tetap terbuka.

Thumbnail Menkeu Purbaya: Trading Halt IHSG Efek Kejut Sementara, Optimis 10.000, Enggak Usah Takut
i

Baca Juga

Menkeu Purbaya: Trading Halt IHSG Efek Kejut Sementara, Optimis 10.000, Enggak Usah Takut

Ekonomi

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.