Pemerintah dan DPR Sepakat Naikkan Target Lifting Minyak 2027 Jadi 612,5 Ribu Barel per Hari

Pemerintah dan DPR Sepakat Naikkan Target Lifting Minyak 2027 Jadi 612,5 Ribu Barel per Hari
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam rapat bersama DPR RI terkait RAPBN 2027 sektor energi di Kompleks Parlemen, Selasa (1/9/2026). Foto: TV Parlemen
Ikhtisar
  • Komisi XII DPR dan pemerintah menyepakati target lifting minyak bumi 2027 sebesar 612,5 ribu barel per hari (BOPD), naik dari usulan awal 610 ribu BOPD.
  • Kenaikan target didorong optimisme DPR terhadap program peningkatan produksi, termasuk reaktivasi sumur minyak yang dilakukan SKK Migas.
  • Selain lifting minyak, pemerintah dan DPR menyepakati asumsi ICP USD 75 per barel serta Cost Recovery USD 10,1 miliar untuk RAPBN 2027.

INFORMASI.COM, Jakarta - Komisi XII DPR RI dan pemerintah menaikkan target lifting minyak bumi dalam asumsi dasar sektor ESDM RAPBN 2027 menjadi 612,5 ribu barel per hari (BOPD). Angka itu lebih tinggi 2,5 ribu BOPD dibandingkan usulan awal pemerintah sebesar 610 ribu BOPD.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam rapat kerja Komisi XII DPR bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Penambahan target itu muncul setelah DPR mencermati berbagai program pemerintah untuk mengerek produksi dan lifting minyak nasional. Salah satu program yang menjadi perhatian ialah reaktivasi sumur minyak yang terus didorong Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Anggota Komisi XII DPR RI Ramson Siagian mengatakan DPR melihat terdapat ruang untuk meningkatkan lifting sehingga target pemerintah perlu dinaikkan.

"Hasil pembahasan sebelumnya pemerintah menyampaikan 610 ribu barel per hari. Kami mengusulkan untuk diputuskan menjadi 612,5 ribu barel per hari karena kami melihat upaya-upaya peningkatan lifting oleh SKK Migas yang tidak henti-hentinya," kata Ramson.

Fraksi Partai Golkar turut menyetujui perubahan tersebut. Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengatakan penyesuaian target telah memperhitungkan kajian teknis.

"Terkait asumsi dasar sektor ESDM APBN 2027, Fraksi Partai Golkar menyatakan setuju, terutama terkait penyesuaian lifting dari 610 ribu menjadi 612,5 ribu BOPD yang tentu berbasis pertimbangan dan kajian teknis," ujar Bambang.

Thumbnail Tak Berkecukupan, Lifting Minyak jadi Sorotan
i

Baca Juga

Tak Berkecukupan, Lifting Minyak jadi Sorotan

Ekonomi

Bahlil Setujui Target 612,5 Ribu Barel

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kemudian menyatakan pemerintah menerima angka yang diajukan DPR tersebut.

"Dari apa yang disampaikan oleh masing-masing fraksi, untuk lifting minyak bumi 612,5 ribu barel per hari kita setuju," kata Bahlil.

Dengan persetujuan pemerintah dan seluruh fraksi, target lifting minyak bumi 2027 resmi masuk dalam kesimpulan pembahasan asumsi dasar sektor ESDM RAPBN 2027.

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Marcus Mekeng menegaskan kesepakatan tersebut saat membacakan kesimpulan rapat.

"Lifting minyak bumi 612,5 ribu barel per hari, semua fraksi sudah setuju ya? Setuju," ujar Mekeng, yang kemudian mendapat respons persetujuan dari peserta rapat.

Thumbnail Bahlil Sindir Purbaya dan Anggota DPR yang Ragu Lifting Minyak RI 605 Ribu Barel/Hari
i

Baca Juga

Bahlil Sindir Purbaya dan Anggota DPR yang Ragu Lifting Minyak RI 605 Ribu Barel/Hari

Ekonomi

ICP Dipatok USD 75 per Barel

Selain lifting minyak, rapat membahas sejumlah indikator utama sektor ESDM dalam RAPBN 2027. Pembahasan mencakup harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP), lifting gas bumi, dan Cost Recovery.

Untuk ICP, pemerintah dan DPR menyepakati asumsi harga sebesar USD 75 per barel. Bahlil mengatakan harga minyak berpotensi berada di bawah asumsi tersebut jika ketegangan geopolitik global berakhir lebih cepat.

"Jika geopolitik berakhir cepat, prediksi kami harga akan melandai di bawah 70 dolar AS per barel sehingga kita bisa mendapatkan efisiensi subsidi," kata Bahlil.

Selain ICP dan lifting minyak, angka Cost Recovery dalam kesimpulan rapat ditetapkan sebesar USD 10,1 miliar.

Dengan demikian, tiga angka utama asumsi dasar sektor ESDM RAPBN 2027 yang disepakati dalam rapat tersebut ialah ICP USD 75 per barel, lifting minyak bumi 612,5 ribu BOPD, dan Cost Recovery USD 10,1 miliar.

Kenaikan target lifting menjadi 612,5 ribu BOPD sekaligus menjadi angka yang akan digunakan dalam pembahasan RAPBN 2027 setelah sebelumnya pemerintah mengajukan target 610 ribu BOPD.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.