Gedoeng Jasindo di Kota Tua Jakarta Jadi Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK

Gedoeng Jasindo di Kota Tua Jakarta Jadi Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK
Gedoeng Jasindo di Kawasan Kota Tua Jakarta. Foto: Istimewa
Ikhtisar
  • Gedoeng Jasindo, bangunan ikonik di Kawasan Kota Tua Jakarta, terpilih sebagai lokasi syuting untuk sebuah produksi film Korea Selatan.
  • Film yang syuting di Gedoeng Jasindo yakni Extraction: Tygo yang dibintangi Lisa BLACKPINK.
  • Kawasan Kota Tua menjadi destinasi yang kaya akan nilai budaya dan memiliki daya tarik visual secara internasional.

INFORMASI.COM, Jakarta - Kawasan Kota Tua menjadi sorotan dunia hiburan internasional karena menjadi lokasi syuting film Korea Selatan yang dibintangi oleh Lisa, anggota grup idol global BLACKPINK. Salah satu spot yang digunakan untuk syuting yakni Gedoeng Jasindo.

Film yang dibintangi Lisa itu diberi judul Extraction: Tygo. Selain Lisa BLACKPINK, film itu juga dibintangi aktor Ma Dong-seok dan  Lee Jin Uk.

Syuting film Extraction: Tygo berlangsung sejak Rabu, 28 Januari 2026, di Jakarta dan Tangerang. 

Pemilihan lokasi ini bukanlah suatu kebetulan. Kota Tua Jakarta telah lama dikenal sebagai magnet bagi para pembuat konten, fotografer, dan pelancong karena karakter arsitekturnya yang autentik.

Salah satu gaya arsitektur yang menarik yakni Gedoeng Jasindo. Bangunan itu merupakan salah satu heritage yang menjadi saksi bisu perjalanan industri asuransi nasional.

Thumbnail Lisa BLACKPINK Syuting Film Extraction: Tygo di Indonesia, Kota Tua Jakarta dan Jalan Tangerang Ditutup
i

Baca Juga

Lisa BLACKPINK Syuting Film Extraction: Tygo di Indonesia, Kota Tua Jakarta dan Jalan Tangerang Ditutup

Hiburan

Sebelum menjadi Gedoeng Jasindo, bangunan di Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta, itu dulunya merupakan gedung kantor dagang Belanda yang dikenal sebagai Nederlandshe Lloyd. Bangunan bergaya Art Deco ini dibangun sekitar tahun 1920-an yang berfungsi sebagai pusat administrasi perdagangan komoditi, terutama rempah-rempah.

Gedung ini merupakan tempat berdirinya cikal bakal PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), perusahaan asuransi pelat merah yang telah berkontribusi dalam perjalanan perlindungan risiko di tanah air selama puluhan tahun.

Gedoeng Jasindo bukan sekadar bangunan heritage, tetapi saksi sejarah lahirnya komitmen Jasindo dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat Indonesia.

— Brellian Gema Widayana, Sekretaris Perusahaan Jasindo, pada Jumat (31/1/2026).

Menurutnya, kehadiran kru film internasional di Kota Tua semakin menegaskan posisi kawasan tersebut sebagai destinasi yang kaya akan nilai sejarah, tetapi juga memiliki daya tarik visual yang diakui secara internasional.

Bagi Jasindo, eksistensi Gedoeng Jasindo di tengah hiruk-pikuk wisata dan produksi kreatif adalah simbol dari komitmen perusahaan yang tetap relevan dari masa ke masa.

Kehadiran fisik gedung bersejarah yang diakui dunia paralel dengan misi perusahaan untuk terus memberikan perlindungan yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Fakta bahwa gedung ini kini menjadi lokasi syuting film internasional menunjukkan bahwa nilai sejarah dan estetika Indonesia memiliki daya saing global.

— Gemma menambahkan.

Thumbnail Jasindo Ajak Generasi Muda Bali Pelajari Dunia Asuransi dan Jasa Keuangan
i

Baca Juga

Jasindo Ajak Generasi Muda Bali Pelajari Dunia Asuransi dan Jasa Keuangan

Ekonomi

Ia pun berharap aktivitas ini diharapkan dapat memantik gelombang baru walking tourism dan menjadi bahan promosi pariwisata yang sangat efektif.

Menyambut euforia dan meningkatnya minat wisata ke Kota Tua, Jasindo menyelipkan pesan penting bagi masyarakat. Perusahaan mengingatkan bahwa di balik keseruan menjelajahi destinasi wisata, aspek keamanan dan perlindungan diri sering kali terlupakan.

Brellian Gema juga menekankan bahwa pengalaman wisata yang ideal adalah yang menyenangkan sekaligus memberikan rasa aman. 

Jalan-jalan dan menikmati destinasi wisata tentu menyenangkan, tetapi rasa aman akan membuat pengalaman tersebut jauh lebih nyaman dan menenangkan. Asuransi perjalanan menjadi bentuk antisipasi sederhana, namun penting bagi wisatawan.

— Gemma menerangkan.

Asuransi perjalanan yang dimaksud dapat melindungi wisatawan dari berbagai risiko tak terduga, seperti kecelakaan diri, pembatalan atau gangguan perjalanan, kehilangan bagasi, hingga kondisi darurat medis yang memerlukan evakuasi. Proteksi ini berlaku baik untuk perjalanan domestik maupun internasional.

Thumbnail Pertumbuhan Hasil Investasi Asuransi Jasindo Melesat 12,30 Persen
i

Baca Juga

Pertumbuhan Hasil Investasi Asuransi Jasindo Melesat 12,30 Persen

Ekonomi

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.