- • Camera trap merekam seekor macan tutul Jawa terluka dan kurus di kawasan hutan Gunung Sanggabuana, Karawang, pada 23 Desember 2025.
- • Peneliti menduga luka pada kaki depan satwa langka tersebut disebabkan oleh tembakan pemburu ilegal yang aktif di area tersebut.
- • Tim gabungan dari SCF, BBKSDA Jawa Barat, dan TNI AD telah melakukan penyisiran hutan untuk menemukan macan tutul tersebut, namun belum berhasil.
INFORMASI.COM, Jakarta - Seekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang terluka dan mengalami kelaparan terekam oleh kamera pengintai (camera trap) di kawasan hutan Gunung Sanggabuana. Temuan yang didapat pada akhir Desember 2025 ini mengindikasikan satwa dilindungi itu menjadi korban perburuan ilegal.
Peneliti satwa liar dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Bernard Triwinarta Wahyu Wiryanta, mengungkapkan rekaman tersebut diperoleh saat kegiatan patroli dan pengambilan data bersama personel TNI Angkatan Darat pada 23 Desember lalu.
“ Dari hasil analisis data camera trap, terlihat ada satu ekor macan tutul yang mengalami luka di kaki depan bagian atas sehingga tidak bisa berjalan normal. ”
— Bernard Triwinarta Wahyu Wiryanta, peneliti di SCF, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga
Dua Macan Tutul Jawa Tertangkap Kamera di Gunung Gede-Pangrango
Nasional
Dalam rekaman tersebut, terlihat kaki kiri depan macan tutul mengalami luka serius sehingga membuatnya berjalan pincang. Kondisi fisik satwa tersebut juga sangat kurus dengan perut yang menyusut, menandakan ia telah kesulitan berburu dalam beberapa hari terakhir.
“ Kondisi fisiknya sudah tidak memungkinkan untuk berburu. Kalau tidak segera ditemukan, kemungkinan besar macan tutul itu bisa mati di dalam hutan atau justru diambil oleh pemburu. ”
— Bernard menambahkan.
SCF kemudian berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Seksi Wilayah IV Purwakarta dan TNI AD untuk melaksanakan operasi pencarian. Namun, hingga laporan ini dibuat, satwa yang terluka tersebut belum juga ditemukan di dalam hutan.
“ Besok akan dilanjutkan (pencarian) lagi. Minimal kalau ditemukan dalam kondisi sudah mati, bangkainya harus diamankan untuk dilakukan nekropsi dan diserahkan ke BBKSDA, supaya tidak diambil atau diperjualbelikan. ”
— Bernard menerangkan.
Baca Juga
Sanggabuana: Rumah Terakhir Satwa Liar, Haruskah Jadi Taman Nasional
Video
Berdasarkan rekaman camera trap lainnya, kawasan hutan Sanggabuana diduga kuat menjadi ajang aktivitas perburuan ilegal. Banyak tayangan yang menangkap pemburu membawa senjata api laras panjang dan senapan angin, bahkan dengan bantuan anjing.
“ Di camera trap kami banyak sekali terekam pemburu yang masuk ke kawasan hutan menggunakan senjata api laras panjang, termasuk senapan angin jenis PCP, bahkan berburu menggunakan anjing. ”
— Bernard berkata.
Dugaan sementara mengarah pada luka di kaki macan tutul tersebut akibat tembakan dari para pemburu ilegal. Temuan ini memperkuat kekhawatiran akan ancaman serius terhadap populasi macan tutul Jawa yang statusnya kritis.
Baca Juga
Macan Tutul Masuk Hotel di Bandung, Sempat Menggeram saat Mau Dievakuasi
Video