- Home
- Internasional
- Momen Netanyahu Hadiri Persidangan Kasus Dugaan Korupsi yang Jerat Dirinya
Momen Netanyahu Hadiri Persidangan Kasus Dugaan Korupsi yang Jerat Dirinya

INFORMASI.COM, Jakarta - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu hadir dalam persidangan kasus dugaan korupsi untuk pertama kalinya. Dia menjadi perdana menteri Israel yang aktif dan didakwa telah melakukan kejahatan.
Dikutip dari Middle East Eye dan Times of Israel, Rabu (11/12/2024), Netanyahu datang di Pengadilan Distrik Tel Aviv, Tel Aviv, Israel, pada Selasa (10/12/2024) pukul 10.00 waktu setempat. Persidangan ini dilakukan di ruang bawah tanah.
Netanyahu memakai setelan jas biru tua, kemeja putih, dengan pin bendera Israel dan pita kuning yang melambangkan para sandera yang ditawan di Gaza, Palestina.
Netanyahu Klaim Dataran Tinggi Golan Punya Israel"Saya telah menunggu delapan tahun untuk momen ini untuk mengungkap kebenaran," kata Netanyahu kepada tiga hakim yang menangani kasus tersebut.
"Namun, saya juga seorang perdana menteri. Saya memimpin negara ini melalui perang di tujuh front. Saya berpikir keduanya bisa dilakukan secara paralel," tambah dia.
Persidangan Netanyahu diwarnai dengan aksi unjuk rasa. Para peserta demonstrasi menyerukan agar sang perdana menteri berhenti menghalangi kesepakatan yang bertujuan untuk membawa pulang para sandera.
Bantah Tuduhan

Dalam persidangan, Netanyahu mendapatkan berbagai tudingan. Salah satunya adalah bantahan tentang tuduhan pemberian cerutu dan sampanye secara ilegal. Ini berkaitan dengan dugaan penerimaan hadiah senilai hampir US$200 ribu (Rp3,19 miliar) dari seorang produser film Hollywood.
"Setiap hari saya bekerja 16-17 jam. Pelayan mengantarkan makan siang ke meja makan karena kesibukan saya. Tidak mungkin saya melakukan kejahatan tertentu," kata dia.
Israel Akan Ajukan Banding Perintah Penangkapan ICC terhadap Netanyahu dan GallantNetanyahu juga menyebut jarang mengisap cerutu karena harus selalu hadir rapat untuk memberikan pengarahan, serta membenci sampanye.
"Ngomong-ngomong saya benci sampanye. Saya tidak menyukainya dan tidak dapat meminumnya," kata dia.
Sementara itu, pengacara Netanyahu, Amit Hadad, berkata bahwa para penyidik Kepolisian Israel tidak menyelidiki kejahatan, tetapi seorang pria.
"Klaim kami adalah bahwa mereka tidak mengejar seorang pria. bukan kejahatan. Mereka juga tidak menemukan kejahatan, tetapi mengarangnya," kata dia.
(Penulis: Hanun Rifda Arabella)
Komentar (0)
Login to comment on this news