- Home
- Internasional
- Tertular Flu di Jepang, Turis Malaysia Syok Harus Bayar Tagihan RS Rp55 Juta per Hari
Tertular Flu di Jepang, Turis Malaysia Syok Harus Bayar Tagihan RS Rp55 Juta per Hari

INFORMASI.COM, JAKARTA – Seorang wisatawan asal Malaysia mengalami pengalaman mengerikan saat berlibur di Jepang setelah terserang flu. Dia harus membayar tagihan rumah sakit senilai 15 ribu ringgit (Rp55,09 juta) per hari.
Dikutip dari The Sun, Selasa (11/2/2025), wisatawan Malaysia yang diidentifikasi sebagai Qin, berangkat ke Jepang bersama keluarganya pada 4 Januari 2025. Dua baru kemudian, dia merasa tak enak badan. Semula, sang turis mengira flu akibat musim dingin.
Saat kondisinya memburuk, putranya dan seorang pengemudi lokal mencoba mencari obat ke beberapa apotek di sekitar area tersebut. Namun, mereka mengaku kesulitan menemukan obat yang tepat dan hanya menemukan obat untuk asma.
Menurut Qin, kala itu, hanya sedikit warga lokal dan turis yang pakai masker. Meskipun berusaha melindungi diri dengan pakai masker sepanjang perjalanan, orang ini tetap sakit.
Benarkah Sup Ayam Bisa Redakan Flu?Terkejut dengan Biaya Rumah Sakit
Qin akhirnya dirawat di rumah sakit. Dia terkejut ketika mengetahui biaya rawat inap mencapai 15 ribu ringgit per hari.
Walaupun punya asuransi perjalanan, Qin tetap diminta membayar perawatan rumah sakit secara tunai sebelum dirawat. Kekhawatiran akan biaya yang terus membengkak membuatnya memutuskan untuk segera kembali ke Malaysia.
“Saya mengatakan kepada pihak rumah sakit bahwa saya tidak memiliki uang tunai sebanyak itu. Mereka kemudian meminta saya menandatangani pernyataan bahwa mereka tidak akan bertanggung jawab atas kondisi saya setelah saya keluar," kata dia.
Kesulitan Berkomunikasi dan Perawatan yang Tidak Nyaman
Selain biaya tinggi, wisatawan Malaysia ini juga menghadapi kendala komunikasi selama perawatan karena keterbatasan bahasa. Beruntung, ada seorang penerjemah bahasa Mandarin yang membantunya.
“Saya menjelaskan kondisi saya, tetapi rumah sakit hanya memberikan saya oksigen sekali dan memasang infus. Saya tetap merasa sesak napas," kata dia.
Qin juga mengaku tidak bisa bernapas dengan baik selama di rumah sakit, kehilangan nafsu makan, dan mengalami muntah setelah mengkonsumsi obat pereda nyeri.
Pulang ke Malaysia Demi Keselamatan
Wabah Flu Burung Jenis Baru Terdeteksi di Inggris UtaraQin sempat khawatir tidak bisa kembali ke Malaysia dengan kondisinya yang lemah. Beruntung, setelah demamnya mereda, ia berhasil menaiki pesawat untuk pulang.
Namun, sesampainya di Malaysia, dokter menemukan kadar oksigen dalam darahnya sangat rendah. Ia pun harus menjalani rawat inap selama lima hari di unit perawatan intensif (ICU) dan menerima lebih dari 10 kali terapi inhalasi dalam satu hari.
“Dokter mengatakan bahwa saya harus dirawat di ICU karena kadar oksigen dalam darah saya tidak membaik. Setelah dirawat selama lima hari empat malam, saya tidak langsung kembali bekerja, tetapi menjalani isolasi untuk pemulihan. Sekarang saya sudah pulih sepenuhnya," kata dia.
Setelah menerima laporan medisnya, Qin menyadari bahwa gejala yang dialaminya mirip dengan yang dialami aktris Taiwan, Barbie Hsu (Big S). Aktris tersebut meninggal dunia akibat influenza di usia 48 tahun saat berlibur di Jepang pekan lalu.
Kini, Qin bersyukur telah pulih dan berharap pengalamannya menjadi pelajaran bagi wisatawan lain untuk lebih berhati-hati saat bepergian ke luar negeri, terutama dalam mempersiapkan asuransi perjalanan dan perlindungan kesehatan yang memadai.
(Penulis: Kiki Annisa)
Komentar (0)
Login to comment on this news