- • Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan Nicolás Maduro tetap menjadi satu-satunya presiden Venezuela.
- • Pemerintah Venezuela mendesak Amerika Serikat memulangkan Maduro dan istrinya ke Caracas.
- • Venezuela meminta Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat menyusul operasi militer AS di Caracas dan penangkapan Maduro.
INFORMASI.COM, Jakarta - Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Nicolás Maduro tetap merupakan satu-satunya presiden sah Venezuela, di tengah klaim Amerika Serikat terkait penangkapan kepala negara tersebut.
Penegasan itu disampaikan Delcy Rodriguez dalam pertemuan Dewan Pertahanan Venezuela yang digelar menyusul operasi militer yang diumumkan Amerika Serikat terhadap negara tersebut, Sabtu (3/1/2025).
“ Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros. ”
— Venezuela Delcy Rodriguez, Wakil Presiden Venezuela, dalam pertemuan dengan Dewan Pertahanan Venezuela, di Caracas, Sabtu (3/1/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Rodriguez juga mendesak AS agar segera mengembalikan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ke Venezuela. Ia menyebut tindakan terhadap Venezuela berpotensi menjadi preseden berbahaya bagi kawasan Amerika Selatan.
“ Kami meminta negara-negara di Tanah Air yang Agung (Amerika Latin) untuk bersatu. Apa yang dilakukan terhadap Venezuela hari ini bisa terjadi pada negara mana pun di kawasan. Penggunaan kekuatan ini bisa diarahkan ke negara mana pun. ”
— Delcy Rodriguez mengungkapkan.
Baca Juga
AS Tangkap Nicolas Maduro, Donald Trump Rilis Foto Maduro saat Dibawa ke AS
Internasional
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu mengumumkan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Dalam pernyataannya, Trump juga mengeklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.
Media setempat melaporkan terjadinya sejumlah ledakan di berbagai wilayah ibu kota Caracas pada hari yang sama. Sejumlah laporan media menyebutkan dugaan keterlibatan unit elit militer Amerika Serikat, Delta Force, dalam operasi tersebut, sebagaimana disampaikan oleh sumber anonim kepada media lokal.
Otoritas Venezuela menyatakan belum mengetahui keberadaan Presiden Nicolás Maduro setelah pengumuman tersebut. Pemerintah Venezuela juga secara resmi meminta Amerika Serikat memberikan bukti terkait kondisi dan keselamatan Maduro. Menanggapi permintaan itu, Presiden Donald Trump kemudian merilis sebuah foto yang diklaim memperlihatkan Maduro berada di atas sebuah kapal milik Amerika Serikat.
Di tengah situasi tersebut, ratusan pendukung Presiden Nicolás Maduro berkumpul di luar Istana Miraflores di pusat ibu kota Caracas pada Sabtu, 3 Januari. Koresponden RIA Novosti melaporkan bahwa kondisi di kawasan pusat kota Caracas saat itu masih relatif tenang.
Baca Juga
Maduro Didakwa 4 Kasus, Terancam Hukuman 4 Kali Penjara Seumur Hidup
Internasional
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa Nicolás Maduro akan menjalani proses peradilan di Pengadilan Distrik Selatan New York. Pernyataan tersebut disampaikan otoritas AS setelah pengumuman penangkapan Maduro dan Cilia Flores.
Menanggapi perkembangan itu, Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan rencana untuk membawa tindakan Amerika Serikat ke berbagai organisasi internasional. Venezuela juga secara resmi meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menggelar sidang darurat guna membahas serangan militer Amerika Serikat terhadap wilayah Venezuela.