- • Uni Eropa menyerukan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan konfrontasi langsung dengan Presiden AS Donald Trump terkait Greenland.
- • Eropa mulai menyusun rencana pencegahan, termasuk opsi peningkatan kehadiran NATO di sekitar Greenland.
- • Denmark dan Greenland menolak tegas klaim aneksasi Amerika Serikat atas wilayah otonom tersebut.
INFORMASI.COM, Jakarta - Uni Eropa menyerukan perlunya persiapan menghadapi kemungkinan konfrontasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul klaimnya atas Greenland. Seruan tersebut mengemuka di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara Eropa terhadap sikap Washington terkait pulau strategis di kawasan Arktik itu.
Media AS, Politico, melaporkan bahwa sejumlah diplomat Uni Eropa mulai membahas langkah antisipatif jika Amerika Serikat mengambil tindakan lebih jauh terkait Greenland. Seorang diplomat Uni Eropa yang tidak disebutkan namanya menyebut situasi saat ini menuntut kesiapan penuh dari Eropa.
“ Kita harus siap untuk konfrontasi langsung dengan Trump. Dia sedang dalam mode agresif, dan kita perlu bersiap. ”
— Seorang diplomat Uni Eropa yang tak mau disebutkan namanya kepada Politico, Rabu (7/1/2026).
Menurut laporan yang sama, Eropa tengah menyusun sebuah rencana yang mencakup berbagai skenario, termasuk langkah pencegahan jika Amerika Serikat berupaya menyerang atau merebut Greenland. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah peningkatan kehadiran Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO di sekitar wilayah tersebut.
Politico juga menyebutkan bahwa pembahasan tersebut muncul sebagai respons atas pernyataan berulang Presiden Trump mengenai pentingnya Greenland bagi kepentingan strategis Amerika Serikat.
Baca Juga
AS Siap Caplok Greenland, Trump Siapkan Opsi Militer, NATO Menolak
Internasional
Klaim Trump atas Greenland
Presiden Donald Trump kembali menegaskan pandangannya mengenai Greenland dalam wawancara dengan majalah The Atlantic, Minggu (4/1/2026). Dalam pernyataan itu, Trump menyebut Amerika Serikat “benar-benar” membutuhkan Greenland. Alasannya, pulau tersebut telah dikelilingi kapal-kapal Rusia dan China sehingga mengancam keamanan AS.
Trump sebelumnya juga menyampaikan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari AS demi kepentingan strategis keamanan nasional dan pertahanan, yang ia sebut sebagai kepentingan “dunia bebas.”
“ Amerika Serikat benar-benar membutuhkan Greenland. ”
— Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, kepada The Atlantic, Minggu.
Penolakan dari Denmark dan Greenland
Pemerintah Denmark merespons keras pernyataan Trump itu. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, mendesak Trump untuk menghentikan pernyataan yang dinilai mengancam kedaulatan Greenland.
Mette Frederiksen, dalam pernyataannya kepada media, meminta Presiden Donald Trump agar berhenti mengancam Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark.
Sikap serupa disampaikan oleh pemimpin Greenland. Mantan Perdana Menteri Greenland Mute Egede menegaskan bahwa pulau tersebut tidak untuk dijual.
“ Greenland tidak untuk dijual. ”
— Mute Egede, mantan Perdana Menteri Greenland, beberapa waktu lalu.
Baca Juga
PM Greenland Tolak Skenario Pengambilalihan Greenland oleh AS
Internasional
Status Greenland dalam Kerajaan Denmark
Greenland memiliki sejarah panjang dalam hubungannya dengan Denmark. Wilayah tersebut merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953. Setelah itu, Greenland tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark.
Pada 2009, Greenland memperoleh status otonomi yang lebih luas, dengan kewenangan untuk mengatur pemerintahan sendiri serta menentukan kebijakan dalam negeri secara mandiri, meskipun urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri masih berada dalam lingkup Kerajaan Denmark.
Ketegangan terkait klaim Amerika Serikat atas Greenland kini menjadi perhatian serius Uni Eropa, seiring meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan Arktik dan hubungan transatlantik yang semakin sensitif.
Baca Juga
Ambisi Trump: Habis Venezuela Siap Caplok Greenland?
Video