Puluhan Ribu Warga Iran Pro Pemerintah Turun ke Jalan

Puluhan Ribu Warga Iran Pro Pemerintah Turun ke Jalan
Seorang wanita mengibarkan bendera Iran dalam unjuk rasa mendukung pemerintahan Iran di Teheran, Senin (12/1/2026).
Ikhtisar
  • Aksi massa terjadi serentak di sejumlah kota besar Iran, termasuk Teheran, Senin (12/1/2026).
  • Demonstrasi digelar sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dan penolakan intervensi asing.
  • Ayatullah Ali Khamenei menyebut aksi ini sebagai “hari bersejarah” bagi bangsa Iran.

INFORMASI.COM, Jakarta - Puluhan ribu warga Iran turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menyatakan dukungan terhadap pemerintah. Aksi tersebut berlangsung di berbagai kota, termasuk ibu kota Teheran, dan diwarnai dengan pengibaran bendera nasional serta poster tokoh-tokoh Revolusi Islam.

Laporan Pars Today, Senin (13/1/2026), menyebutkan bahwa massa berkumpul sejak pagi hari di sejumlah titik strategis kota. Mereka menyuarakan solidaritas nasional serta penolakan terhadap apa yang mereka anggap sebagai tekanan dan campur tangan asing terhadap Iran.

Sementara itu, Al Jazeera melaporkan ribuan warga memadati jalan-jalan utama Teheran dalam suasana yang relatif tertib. Aparat keamanan terlihat berjaga di sejumlah lokasi, namun tidak dilaporkan adanya bentrokan besar selama aksi berlangsung.

Thumbnail Donald Trump Klaim Iran Minta Negosiasi, Iran Minta Jangan Diserang
i

Baca Juga

Donald Trump Klaim Iran Minta Negosiasi, Iran Minta Jangan Diserang

Video

Respons Ayatullah Ali Khamenei

Pemerintah Iran memandang kehadiran massa dalam jumlah besar sebagai sinyal kuat bahwa stabilitas politik dalam negeri tetap terjaga, meski tekanan internasional terus meningkat.

Aksi unjuk rasa tersebut mendapat perhatian langsung dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Dalam pesan tertulis yang disampaikan di media sosial X, Khamenei menyebut demonstrasi tersebut sebagai pencapaian penting bagi bangsa Iran.

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang, Bangsa Iran yang agung. Hari ini Anda telah menyelesaikan sebuah prestasi besar dan menciptakan hari bersejarah.

— Ayatullah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, dalam akun X miliknya, diakses Selasa (13/1/2026). 

Ia menilai aksi massa itu sebagai bukti kegagalan pihak asing yang berupaya melemahkan Iran melalui tekanan politik dan sosial.

Aksi unjuk rasa besar-besaran ini, yang dipenuhi dengan tekad teguh Anda, telah sepenuhnya menghancurkan rencana musuh asing yang seharusnya dilakukan oleh para bayaran internal.

— Khamenei menambahkan.

Thumbnail AS Ancam Tarif 25 Persen Bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran
i

Baca Juga

AS Ancam Tarif 25 Persen Bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

Internasional

Peringatan bagi Amerika Serikat

Dalam pesan yang sama, Khamenei juga menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Ia menegaskan bahwa bangsa Iran tidak mudah dipengaruhi oleh tekanan eksternal.

Bangsa Iran yang agung telah menegaskan tekad dan identitasnya dalam menghadapi musuh. Ini adalah peringatan bagi para politisi AS bahwa mereka harus menghentikan tindakan tipu daya mereka dan berhenti bergantung pada antek-antek pengkhianat mereka.

— Khamenei menegaskan.

Menurut Khamenei, kekuatan Iran terletak pada kesadaran politik rakyatnya dan kesiapan menghadapi berbagai bentuk ancaman.

Bangsa Iran adalah bangsa yang kuat, perkasa, dan sadar; mereka mengenal musuh dan selalu hadir di medan perang.

— Khamenei mengutarakan.

Latar Belakang Aksi

Aksi dukungan terhadap pemerintah Iran ini muncul di tengah meningkatnya aksi unjuk rasa di jalan yang dilancarkan warga yang memprotes kebijakan pemerintah. Pejabat tinggi di Iran menyebut aksi warga yang memprotes itu ditunggangi kepentingan AS dan Israel.

Gara-gara aksi, yang disebut lembaga pemerhati HAM dari Barat sangat mematikan itu, muncul ketegangan baru antara AS dan Iran. Presiden AS, Donald Trump, telah berkali-kali menyebut akan membantu para demonstran yang ia sebut 'dibunuh oleh pemerintah Iran.'

Bahkan, gara-gara ketegangan baru itu, AS siap membuka opsi serangan militer jika Iran 'terus membunuh para demonstran.'

Pernyataan Trump, maupun pejabat AS lainnya, dibalas sengit oleh pemerintah Iran. Bukan cuma pemerintah, parlemen Iran pun mengutuk AS yang telah ikut campur urusan dalam negeri Iran.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan AS dan Israel jika menyerang Iran.

Iran, kata Ghalibaf, tidak akan segan-segan menyerang Israel dan pangkalan militer AS yang jadi sasaran sah.

Pernyataan disampaikan Ghalibaf dalam sidang parlemen di Teheran, Minggu (11/1), seraya berkata 'Matilah Amerika'.


BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.