- • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima undangan Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dengan "Dewan Perdamaian" (Board of Peace).
- • Keputusan ini diambil meski Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu terkait kejahatan perang di Gaza.
- • Sejumlah pemimpin dunia lain yang diundang juga menuai kontroversi, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin yang juga diincar ICC.
INFORMASI.COM, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Netanyahu setuju untuk bergabung dengan sebuah badan internasional yang dinamai "Dewan Perdamaian" (Board of Peace).
Kantor Perdana Menteri Israel mengumumkan penerimaan undangan tersebut melalui akun media sosial pada Rabu (22/1/2026).
Netanyahu tetap menerima undangan itu meski dirinya memiliki status tersangka kejahatan perang dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas peran dalam konflik Gaza.
“ Netanyahu akan bergabung dengan inisiatif tersebut, meskipun Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya atas kejahatan perang di Gaza. ”
— Bunyi pernyataan Kantor PM Israel, sebagaimana dikutip dari saluran sosial resmi.
Prime Minister's Office announcement:
— Prime Minister of Israel (@IsraeliPM) January 21, 2026
Prime Minister Benjamin Netanyahu has announced that he accepts the invitation of US President Donald Trump and will become a member of the Board of Peace, which is to be comprised of world leaders.
Dewan Perdamaian diumumkan sebagai bagian dari fase kedua kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Badan ini dirancang untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung di Gaza.
Tugas dewan ini mencakup pengawasan pembangunan kapasitas pemerintahan, hubungan regional, rekonstruksi, hingga mobilisasi pendanaan besar-besaran untuk Gaza.
Partisipasi Netanyahu dalam dewan ini diperkirakan akan memicu pertanyaan mengenai objektivitas badan tersebut. Presiden Donald Trump akan memimpin dewan dan mengendalikan komposisi anggotanya.
Sebelumnya, kantor Netanyahu telah mengkritik susunan komite eksekutif dewan yang memasukkan Turki, rival regional Israel. Pemerintah Israel menyatakan komposisi itu tidak dikoordinasikan dengan mereka dan "bertentangan dengan kebijakannya".
Sementara itu, Menteri Keuangan Israel yang beraliran jauh-kanan, Bezalel Smotrich, mengkritik keberadaan dewan ini. Ia menyerukan agar Israel mengambil tanggung jawab unilateral atas masa depan Gaza.
Baca Juga
Trump Undang Putin Gabung “Dewan Perdamaian”
Internasional
Trump Juga Undang Putin
Netanyahu bukan satu-satunya pemimpin kontroversial yang diundang. Presiden Rusia Vladimir Putin juga mendapat undangan bergabung pada Senin (20/1), meski telah diindikasi ICC terkait perang di Ukraina.
Kremlin menyatakan sedang mengklarifikasi detail tawaran tersebut dengan Washington.
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, sekutu Putin, juga dilaporkan menerima undangan serupa dari Trump.
Anggota dewan yang telah dikonfirmasi antara lain Uni Emirat Arab, Maroko, Vietnam, Belarusia, Hungaria, Kazakhstan, dan Argentina. Negara-negara lain seperti Inggris Raya dan Uni Eropa menyatakan telah menerima undangan namun belum memberikan respons.
Komite eksekutif dewan ini mencakup sejumlah nama berpengaruh, seperti Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan Trump Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, CEO Apollo Global Management Marc Rowan, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, serta Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Gedung Putih juga mengumumkan pembentukan "Dewan Eksekutif Gaza" yang akan bertugas melaksanakan fase kedua kesepakatan gencatan senjata yang lebih ketat.
Baca Juga
Donald Trump Sepelekan Macron dan Ancam Tarif 200 Persen Miras Prancis
Internasional