- • Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100 persen terhadap seluruh barang Kanada jika Ottawa melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.
- • Ancaman tersebut muncul di tengah memanasnya hubungan AS-Kanada setelah pernyataan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di World Economic Forum Davos.
- • Pemerintah Kanada menegaskan tidak sedang mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China, melainkan penyelesaian sejumlah isu tarif.
INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 100 persen terhadap seluruh barang dan produk asal Kanada. Hal itu bakal dilakukan Trum jika Perdana Menteri Kanada. Mark Carney, melanjutkan kesepakatan dagang yang telah diumumkan dengan China.
“ Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, maka Kanada akan segera dikenai Tarif 100% terhadap seluruh barang dan produk Kanada yang masuk ke AS. ”
— Donald Trump, Presiden AS, dalam pernyataan yang dibagikan di platform Truth Social pada Sabtu (24/1/2026) pagi waktu setempat.
Dalam unggahan itu, Trump menyatakan Carney “sangat keliru” jika mengira Kanada dapat menjadi “pelabuhan transit” bagi China untuk mengirim barang dan produk ke Amerika Serikat. Trump juga menyebut Carney sebagai “gubernur”, bukan perdana menteri.
Baca Juga
Trump Naikkan Tarif Kanada Jadi 35 Persen, Picu Badai Dagang Baru
Internasional
Kantor Perdana Menteri Kanada belum memberikan tanggapan terkait pernyataan Trump tersebut. Namun, beberapa jam kemudian, Menteri Kanada yang bertanggung jawab atas perdagangan Kanada-Amerika Serikat, Dominic LeBlanc, menyampaikan klarifikasi melalui platform X.
LeBlanc menyatakan bahwa pemerintah Kanada tidak sedang mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China.
“ Tidak ada upaya untuk mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China. ”
— LeBlanc menerangkan dalam akun media sosial X miliknya, Sabtu waktu Kanada.
Ia menjelaskan bahwa kesepakatan yang diumumkan Ottawa dan Beijing pekan lalu merupakan “penyelesaian atas sejumlah isu tarif penting”.
“ Pemerintah baru Kanada sedang membangun ekonomi Kanada yang lebih kuat, dengan rencana yang membangun kekuatan kami di dalam negeri dan memperkuat kemitraan dagang kami di seluruh dunia. ”
— LeBlanc menerangkan.
Ancaman tarif dari Trump muncul seiring meningkatnya ketegangan antara Kanada dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Terlebih, Mark Carney sebelumnya menemui Xi Jinping di Beijing.
“ Dalam kondisi terbaiknya, hubungan Kanada–China telah menciptakan peluang besar bagi kedua bangsa kita.- ”
— Mark Carney terkait kunjungannya ke Beijing.
Ketegangan itu makin panas saat Mark Carney berpidato di World Economic Forum di Davos, Swiss. Sejumlah analis dan media arus utama menilai ucapan Carney sebagai kritik terhadap kebijakan pemerintahan Trump.
“ Negara-negara kekuatan menengah harus bertindak bersama karena jika kita tidak duduk di meja perundingan, kita akan menjadi santapan. Kita berada di tengah sebuah keretakan, bukan sebuah transisi. ”
— Pidato Carney di World Economic Forum 2026, Davos, Swis, beberapa waktu lalu.
“ Negara-negara kekuatan besar telah mulai menggunakan integrasi ekonomi sebagai senjata, tarif sebagai pengaruh, infrastruktur keuangan sebagai paksaan, dan rantai pasokan sebagai kerentanan yang dapat dieksploitasi. ”
— Carney dalam pidatonya
Pernyataan Carney tersebut memicu kemarahan Trump. Bahkan, Trump langsung menyebut Mark Carney dan Kanada dalam satu nafas.
“ Kanada hidup karena Amerika Serikat. “Ingat itu, Mark, lain kali ketika Anda membuat pernyataan. ”
— Donald Trump saat berpidato di di World Economic Forum 2026, Davos, Swis, sehari setelahnya.
Pada pekan yang sama, Trump juga mencabut undangan kepada Carney untuk bergabung Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang juga diikuti Presiden Prabowo Subianto di dalamnya.
Baca Juga
Kanada Dukung Negara Palestina, Trump Akan Balas dengan Tarif Dagang
Internasional
AS-Kanada yang Retak di Masa Trump
Sebelum resmi menjabat pada Januari 2025, Trump telah berulang kali mengancam akan mengenakan tarif tinggi terhadap barang-barang Kanada. Ia juga berulang kali menyatakan keinginannya agar Kanada menjadi “negara bagian ke-51” Amerika Serikat.
Situasi tersebut mendorong hubungan kedua negara tetangga Amerika Utara itu ke titik terendah dalam sejarah modern. Kondisi ini juga mendorong Carney dalam beberapa bulan terakhir untuk mencari kemitraan ekonomi baru, termasuk dengan China, Uni Eropa, dan Qatar.
“ Ini semua merupakan bagian dari tujuan Tuan Carney untuk mengurangi ketergantungan [Kanada] pada Amerika Serikat. ”
— Asa McKercher, profesor di St Francis Xavier University, Nova Scotia, kepada Al Jazeera.
Pekan lalu, pemerintah Kanada mengumumkan “kemitraan strategis baru” dengan China setelah Carney melakukan perjalanan ke negara tersebut untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin China.
“ Dia seorang bankir, jadi segala bentuk ‘portofolio yang terdiversifikasi’ akan mengurangi risiko terhadap guncangan tertentu. Itulah cara pandang seorang bankir. ”
— McKercher mengatakan.
Kesepakatan Carney dan Xi Jinping mencakup penurunan tarif oleh Beijing terhadap canola dan produk pertanian lainnya dari Kanada, sebagai imbalan atas izin dari Ottawa untuk masuknya hingga 49.000 kendaraan listrik buatan China ke pasar Kanada.
“ (Carney) merasakan bahwa AS adalah mitra dagang dan keamanan yang berisiko, yang bukan penilaian yang buruk mengingat Donald Trump mengancam perang dagang terhadap sekutu-sekutu terdekat Amerika. ”
— McKercher menganalisa.
Baca Juga
China Tolak Tarif AS terhadap Mitra Iran 25 Persen
Internasional