Trump Ingin Serang Iran, Pentagon Ajukan Skenario Serang Fasilitas Nuklir Secara Diam-diam

Trump Ingin Serang Iran, Pentagon Ajukan Skenario Serang Fasilitas Nuklir Secara Diam-diam
Ilustrasi dibuat menggunakan ChatGPT
Ikhtisar
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap mempertimbangkan opsi serangan militer terhadap Iran.
  • Baru-baru ini, ia juga mendapat usulan dari Departemen Pertahanan (Pentagon) terkait serangan terbatas dan operasi pasukan khusus.
  • Opsi tersebut mencakup serangan ke fasilitas nuklir dan rudal Iran, target yang belum tersentuh dalam serangan AS pada Juni 2025.

INFORAMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah meninjau sejumlah skenario militer terhadap Iran yang disusun oleh Pentagon, mulai dari penggerebekan terbatas hingga operasi rahasia pasukan khusus. Informasi tersebut dilaporkan The New York Times dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat yang mengetahui pembahasan tersebut, Rabu (29/1/2026).

Menurut sumber-sumber tersebut, Trump dalam beberapa waktu terakhir menerima daftar opsi yang diperluas terkait kemungkinan serangan ke Iran. Opsi tersebut meliputi penggerebekan oleh pasukan Amerika Serikat serta peningkatan intensitas serangan terhadap fasilitas nuklir dan rudal Iran.

Salah satu skenario dengan tingkat risiko tinggi yang dipertimbangkan adalah pengerahan pasukan khusus Amerika Serikat secara diam-diam untuk menghancurkan atau melumpuhkan situs nuklir Iran yang tidak menjadi sasaran dalam serangan Amerika Serikat pada Juni 2025. Selain itu, Pentagon juga mengajukan opsi serangan beruntun terhadap fasilitas yang secara langsung terhubung dengan kepemimpinan Iran.

Skenario lain yang masuk dalam pembahasan adalah serangan terhadap target strategis yang dinilai dapat memicu kekacauan internal di Iran dan membuka jalan bagi perubahan kekuasaan di negara tersebut. Namun, laporan tersebut tidak merinci waktu maupun lokasi spesifik dari skenario yang diajukan.

Thumbnail Trump Ancam Iran dengan Opsi Militer, Waktu Habis untuk Kesepakatan Nuklir
i

Baca Juga

Trump Ancam Iran dengan Opsi Militer, Waktu Habis untuk Kesepakatan Nuklir

Internasional

Israel Minta AS Hancurkan Fasilitas Rudal Iran

Di sisi lain, Israel disebut berupaya meyakinkan Washington agar turut menargetkan fasilitas yang berkaitan dengan program rudal Iran. Dorongan tersebut muncul seiring meningkatnya kekhawatiran Israel terhadap pengembangan kemampuan persenjataan jarak jauh Teheran.

Meski mempertimbangkan berbagai opsi militer, para pejabat menegaskan bahwa Trump hingga kini belum memilih satu pun skenario yang diajukan Pentagon. Presiden Amerika Serikat tersebut disebut masih mengedepankan jalur diplomasi dan membuka kemungkinan negosiasi dengan Iran.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa ancaman militer yang disampaikan Trump sebagian dimaksudkan untuk menekan Iran agar bersedia kembali ke meja perundingan. Dalam pernyataan sebelumnya, Trump mengatakan bahwa sebuah “armada besar” sedang bergerak menuju Iran.

Trump juga menyampaikan harapannya agar Teheran bersedia melanjutkan perundingan dan mencapai kesepakatan yang ia sebut “adil dan setara”, dengan syarat Iran sepenuhnya meninggalkan pengembangan senjata nuklir.

Presiden Amerika Serikat itu turut mengingatkan bahwa Amerika Serikat telah melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu dalam operasi yang diberi nama Midnight Hammer. Ia memperingatkan bahwa “serangan berikutnya akan jauh lebih buruk” dan meminta agar “hal itu tidak terjadi lagi”.

Thumbnail Netanyahu Ancam Serang Iran hingga Hancur Berkeping-keping
i

Baca Juga

Netanyahu Ancam Serang Iran hingga Hancur Berkeping-keping

Video

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.