Perundingan Nuklir Iran-AS di Jenewa Capai Titik Terang, Kedua Negara Bertemu 2 Pekan Lagi

Perundingan Nuklir Iran-AS di Jenewa Capai Titik Terang, Kedua Negara Bertemu 2 Pekan Lagi
Perwakilan AS, Steve Witkoff dan Menlu Iran, Abbas Araghchi.
Ikhtisar
  • Putaran kedua perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat di Jenewa menghasilkan sejumlah kesepakatan umum.
  • Pihak AS menyebut pembicaraan berlangsung baik namun kesenjangan masih lebar.
  • Iran berjanji akan menyerahkan proposal terperinci dalam dua pekan ke depan untuk mengatasi sejumlah celah negosiasi.

INFORMASI.COM, Jakarta - Putaran kedua perundingan nuklir tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Selasa (17/2/2026) menghasilkan kemajuan signifikan.

Mediator Oman, Menteri Luar Negeri Badr Albusaidi, menyatakan bahwa negosiasi yang digelar di Kedutaan Besar Oman tersebut berakhir dengan "kemajuan baik" dalam mengidentifikasi tujuan bersama dan isu-isu teknis yang relevan.

Delegasi AS dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, memimpin tim negosiator yang terdiri atas para ahli teknis, hukum, dan ekonomi.

Usai perundingan, Araghchi menyebut atmosfer pembicaraan kali ini lebih "konstruktif" dibandingkan putaran pertama yang digelar di Muskat, Oman, pada 6 Februari lalu.

Ia mengungkapkan bahwa kedua belah pihak telah mencapai konsensus mengenai sejumlah prinsip dasar yang akan dimasukkan ke dalam teks calon kesepakatan.

Berbagai gagasan diajukan dan didiskusikan secara serius, dan pada akhirnya, kami berhasil mencapai kesepakatan umum mengenai serangkaian prinsip panduan. Berdasarkan hal itu, kami akan bergerak maju dan memasuki teks kemungkinan kesepakatan.

— Abbas Araghchi, Menlu Iran, di Jenewa, Selasa (17/2/2026).

Meski demikian, Araghchi mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia menegaskan bahwa Iran hadir di Jenewa dengan inisiatif dan kesiapan untuk mencapai kesepakatan yang adil, seraya menggantungkan hasil positif pada kemauan politik dan realisme pihak lawan.

Di pihak AS, seorang pejabat kepada Axios, menyatakan bahwa meskipun ada kemajuan, masih banyak detail yang perlu dibahas.

Pihak Iran mengatakan mereka akan kembali dalam dua minggu ke depan dengan proposal terperinci untuk mengatasi beberapa celah yang masih ada dalam posisi kita.

— Pejabat AS seperti dikutip dari Axios, Rabu.

Sementara seorang pejabat AS lainnya, yang berbicara kepada The Jerusalem Post, mengatakan meski pertemuan berlangsung baik, tetapi kesenjangannya masih lebar. "Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai kesepakatan," katanya.   

Wakil Presiden AS, JD Vance, mengungkapkan bahwa meski Iran setuju untuk bertemu kembali, masih ada kebuntuan pada poin-poin prinsip kesepakatan.

Thumbnail Perundingan Nuklir AS-Iran Masih Penuh Ketidakpastian
i

Baca Juga

Perundingan Nuklir AS-Iran Masih Penuh Ketidakpastian

Internasional

Ketegangan Militer Mewarnai Jalannya Diplomasi

Perundingan yang sedang berlangsung ini terjadi di tengah pengerahan kekuatan militer besar-besaran AS di kawasan Timur Tengah. Pekan lalu, Trump mengirim gugus tempur kapal induk kedua, USS Gerald R Ford, menyusul USS Abraham Lincoln yang sebelumnya sudah berada di lepas pantai Oman, sekitar 700 kilometer dari Iran.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan lebih dari 50 jet tempur canggih, termasuk F-35A Lightning II, F-22 Raptor, dan F-16 Fighting Falcon, telah dipindahkan ke kawasan tersebut dalam 24 jam terakhir. Pesawat-pesawat itu bergerak dari pangkalan di AS dan Eropa menuju pangkalan-pangkalan di Timur Tengah, termasuk di Yordania dan negara-negara Teluk.

Presiden Trump, yang berbicara di atas pesawat Air Force One dalam perjalanan menuju Washington, mengisyaratkan bahwa Teheran kini lebih melunak.

Saya rasa mereka tidak ingin menanggung konsekuensi jika tidak mencapai kesepakatan.

— Trump mengatakan. 

Menurut Trump, Iran telah belajar dari konsekuensi sikap keras dalam perundingan musim panas lalu ketika AS mengebom situs nuklir Iran dalam operasi yang dikenal sebagai "Midnight Hammer".

Sebelumnya, pada Jumat (13/2) pekan lalu, Trump juga menyatakan bahwa pergantian rezim di Iran "akan menjadi hal terbaik yang dapat terjadi."

Pernyataan itu memicu kekhawatiran di kalangan analis bahwa peningkatan militer AS dapat mempersempit peluang penyelesaian diplomatik.

Media AS pada Minggu (15/2) melaporkan bahwa Trump pada Desember lalu mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa AS akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal balistik Iran jika perundingan AS-Iran gagal.

Senator Lindsay Graham membenarkan bahwa AS dan Israel secara teratur bertukar informasi dan sepenuhnya mengoordinasikan tindakan mereka dalam proses negosiasi.

Thumbnail Netanyahu Minta AS Batasi Rudal Iran, Trump Kukuh Iran Harus Sepakat dengan AS
i

Baca Juga

Netanyahu Minta AS Batasi Rudal Iran, Trump Kukuh Iran Harus Sepakat dengan AS

Internasional

Respons Iran dan Latar Belakang Negosiasi

Menghadapi tekanan militer, Iran merespons dengan latihan militernya sendiri. Korps Garda Revolusi Islam menggelar latihan maritim "Smart Control of the Strait of Hormuz" di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Latihan itu mencakup penutupan sementara sebagian wilayah Selat Hormuz untuk mematuhi prinsip keselamatan dan pelayaran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, sebelumnya menegaskan bahwa Trump tidak akan mampu menghancurkan Republik Islam, sebagaimana pemimpin Amerika sebelumnya gagal melakukannya.

Perundingan Jenewa ini merupakan lanjutan dari lima putaran pembicaraan tidak langsung pada tahun 2025 yang gagal menjembatani perbedaan mendasar pasca operasi militer Israel terhadap Iran dan serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran.

Setelah putaran pertama di Muskat pada 6 Februari yang digambarkan kedua belah pihak sebagai "awal yang baik," Iran dan AS kini sepakat untuk menjadwalkan putaran ketiga setelah konsultasi di masing-masing ibu kota.

Thumbnail Iran Gelar Latihan Militer IRGC di Selat Hormuz Jelang Dialog dengan Amerika Serikat
i

Baca Juga

Iran Gelar Latihan Militer IRGC di Selat Hormuz Jelang Dialog dengan Amerika Serikat

Internasional

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.