- • Intelijen Korea Selatan melaporkan dugaan Kim Jong Un menunjuk putrinya Kim Ju Ae memimpin Administrasi Rudal Korea Utara.
- • Selain itu, Kim Ju Ae disebut telah “ditunjuk sebagai penerus” Korea Utara pengganti Kim Jong Un, lapor Dinas Intelijen Nasional Korsel.
- • Analis menilai kemunculan Kim Ju Ae di publik yang semakin sering menandakan ia sebagai penerus ayahnya.
INFORMASI.COM, Jakarta - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dilaporkan menunjuk putrinya yang masih belia untuk memimpin Administrasi Rudal, lembaga yang mengawasi kekuatan nuklir negara tersebut.
Informasi itu pertama kali diungkap media Korea Selatan, Chosun Daily, dengan mengutip sumber pejabat tingkat tinggi yang mengetahui perkembangan tersebut.
Chosun Daily melaporkan bahwa badan intelijen Korea Selatan menerima laporan mengenai penunjukan Kim Ju Ae sebagai figur yang berperan sebagai “direktur jenderal rudal”.
Meski secara resmi jabatan direktur administrasi rudal masih dipegang Jang Chang-ha, informasi intelijen menunjukkan bahwa Kim Ju Ae menerima pengarahan dari para jenderal dan mengeluarkan instruksi.
Baca Juga
Intelijen Korsel: Kim Jong Un Disebut Siapkan Putrinya Kim Ju Ae sebagai Penerus Pemimpin Korut
Internasional
Nama Kim Ju Ae diyakini belum pernah diumumkan secara resmi oleh Pyongyang. Pemerintah Korea Utara pertama kali mengonfirmasi keberadaannya pada November 2022 saat ia mendampingi ayahnya dalam peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17. Saat itu, media pemerintah hanya menyebutnya sebagai “anak kesayangan.”
Seiring waktu, kehadiran Kim Ju Ae dalam berbagai agenda strategis negara semakin intensif. Ia terlihat mendampingi Kim Jong Un dalam pemantauan peluncuran rudal balistik antarbenua, inspeksi persenjataan, hingga kongres partai. Dalam salah satu foto resmi yang dirilis media pemerintah, ia juga hadir di Istana Matahari Kumsusan bersama kedua orang tuanya dan sejumlah pejabat tinggi Korea Utara.
Di Seoul, isu suksesi ini mengemuka setelah pengarahan resmi dari Dinas Intelijen Nasional kepada parlemen pada Kamis (12/2/2026). Anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong-kweun, menyampaikan bahwa lembaga intelijen menilai Kim Ju Ae kini telah secara jelas “ditunjuk sebagai penerus.” Penilaian tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator, termasuk frekuensi dan posisi menonjol Ju Ae dalam acara kenegaraan.
Laporan Agence France-Presse menyebut keluarga Kim telah memerintah Korea Utara selama beberapa dekade melalui garis keturunan langsung. Pola kepemimpinan dinasti itu memperkuat spekulasi bahwa kemunculan Ju Ae bukan sekadar simbolik.
Baca Juga
Kim Jong Un Tolak Ajakan Damai, Tegaskan Korea Selatan adalah Musuh Utama
Internasional
Namun, tidak semua analis memandang situasi ini sebagai sinyal suksesi langsung. Peneliti senior di Korea Institute for National Unification, Hong Min, menyatakan bahwa kemunculan Ju Ae juga dapat dimaknai sebagai strategi pencitraan keluarga pemimpin.
"Jika hanya Ju-ae yang mendampingi ayahnya, kehadiran itu bisa dilihat dalam perspektif berbeda. Namun, mengingat istri Kim Jong-un, Ri, juga hadir di lokasi, ini sangat menyorot citra keluarga," jelas Hong Min.
Kim Ju Ae diyakini lahir pada 2013. Nama tersebut mulai dikenal publik setelah mantan pebasket Amerika Serikat, Dennis Rodman, menyebutnya usai kunjungannya ke Korea Utara pada 2013. Hingga kini, otoritas Pyongyang belum mengonfirmasi nama tersebut secara resmi.
Media pemerintah Korea Utara kini menggunakan istilah “anak perempuan terhormat” untuk merujuk Ju Ae. Sebelumnya, media negara menyebutnya sebagai “anak perempuan tercinta”. Sejumlah pengamat menilai perubahan istilah itu menjadi bagian dari penguatan simbol politik dalam dinasti kepemimpinan Korea Utara.