- • Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan menjalani masa gencatan senjata selama dua minggu.
- • AS juga menerima sejumlah syarat dari 10 syarat yang diajukan Iran agar perang berhenti.
- • Washington dilaporkan telah menerima sejumlah konsesi, termasuk pencabutan seluruh sanksi terhadap Iran dan penarikan pasukan tempur AS dari kawasan.
INFORMASI.COM, Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa AS dan Iran akan menempuh masa gencatan senjata selama dua pekan.
Pengumuman itu ia sampaikan merujuk pada sepuluh butir syarat yang sebelumnya dikirimkan Iran kepada Amerika Serikat, Selasa (7/4/2026).
Salah satu poin yang paling disukai Trump, menurut pernyataannya, adalah kesediaan Iran untuk membuka Selat Hormuz. Atas dasar itu, Trump menyebut keseluruhan sepuluh butir sebagai "dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi."
"Hampir seluruh butir perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran," ujar Trump, dalam unggahan di Truth Social, Rabu. "Namun, periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan tersebut difinalisasi dan disahkan," tambah Trump.
Lebih lanjut, Trump menyatakan bahwa "merupakan suatu kehormatan melihat masalah jangka panjang ini mendekati penyelesaian."
Baca Juga
Donald Trump Sebut AS Setujui Gencatan Senjata 14 Hari dengan Iran
Internasional
Amerika Serikat juga dilaporkan telah menyetujui sejumlah poin yang sebelumnya kerap menjadi batu sandungan.
Berikut delapan poin yang disebut telah mendapat lampu hijau dari Washington:
- 1.Menjamin tidak akan mengulangi agresi terhadap Iran.
- 2.Melanjutkan kendali Iran atas Selat Hormuz.
- 3.Menerima pengayaan uranium.
- 4.Mencabut seluruh sanksi primer dan sekunder terhadap Iran.
- 5.Mengakhiri seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
- 6.Membayar kompensasi kepada Iran.
- 7.Menarik pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan.
- 8.Menghentikan perang di seluruh lini, termasuk terhadap "perlawanan Islam di Lebanon."
Baca Juga
Ini 10 Syarat Iran untuk Gencatan Senjata dengan AS yang Disepakati Donald Trump
Internasional
Klaim AS yang bersedia mencabut seluruh sanksi dan menarik pasukan tempurnya dari kawasan menandai perubahan haluan drastis dibandingkan kebijakan tekanan maksimum selama ini.
Demikian pula dengan pengakuan atas hak Iran untuk melanjutkan kendali atas Selat Hormuz serta menerima pengayaan uranium, dua isu yang selama dekade terakhir memicu ketegangan diplomatik.
Sementara itu, dari sisi Iran, proses diplomasi ternyata sudah memiliki peta jalan yang lebih konkret. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menyatakan bahwa perundingan teknis dan politik akan digelar di Islamabad, ibu kota Pakistan.
Proses itu dijadwalkan berlangsung dalam jangka waktu maksimal 15 hari. Tujuannya yakni "memfinalisasi" rincian kesepakatan yang telah dibingkai dalam sepuluh poin awal.
Dengan dipilihnya Islamabad sebagai lokasi perundingan, Pakistan secara tidak langsung mengambil peran sebagai fasilitator dalam salah satu episode paling krusial dalam hubungan AS-Iran pasca-era tekanan militer. Namun, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Pakistan terkait kesediaan mereka menjadi tuan rumah.
Para pengamat menilai, meski klaim AS atas persetujuan delapan poin tersebut terdengar ambisius, jalan menuju implementasi masih panjang. Terutama poin pencabutan sanksi dan penarikan pasukan AS dari kawasan, dua hal yang membutuhkan persetujuan kongres serta koordinasi dengan sekutu seperti Israel dan negara-negara Teluk.
Sementara masa gencatan senjata hanya dua minggu, sementara jendela negosiasi di Islamabad diberi waktu hingga 15 hari. Artinya, kemungkinan akan terjadi tumpang tindih antara masa jeda militer dan proses perundingan final.