- • China mengecam blokade maritim yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran di Selat Hormuz.
- • Langkah Donald Trump dinilai memperburuk ketegangan dan melemahkan gencatan senjata.
- • Iran menyebut blokade tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.
INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah China mengecam keras kebijakan Amerika Serikat yang melakukan blokade maritim terhadap Iran di kawasan Selat Hormuz. Beijing menilai langkah tersebut berpotensi memperparah konflik dan mengancam stabilitas jalur pelayaran global.
Kecaman tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyusul keputusan Amerika Serikat yang mengerahkan militer melalui United States Central Command untuk membatasi lalu lintas kapal dari dan menuju pelabuhan Iran.
Menurut Guo, tindakan blokade yang dilakukan Washington justru memperbesar risiko konflik di kawasan.
"AS meningkatkan pengerahan militer dan melakukan tindakan blokade yang ditargetkan, yang hanya akan memperburuk ketegangan dan melemahkan perjanjian gencatan senjata yang sudah rapuh serta semakin membahayakan keamanan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz," kata Guo Jiakun, dikutip dari CNA, Rabu (15/4/2026).
Ia menilai langkah tersebut tidak mencerminkan tanggung jawab dalam menjaga stabilitas global. "Ini adalah perilaku yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab," tambahnya.
Baca Juga
Iran-China Dorong Petroyuan di Selat Hormuz, Bisakah Yuan Goyang Dominasi Dolar AS?
Ekonomi
Blokade Hormuz usai AS Gagal Sepakat dengan Iran
Kebijakan blokade ini muncul setelah Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menghentikan kapal yang melintas di Selat Hormuz. Keputusan itu diambil usai negosiasi damai dengan Iran di Islamabad gagal mencapai kesepakatan, khususnya terkait isu nuklir.
“Jadi, begitulah, pertemuan berjalan lancar, sebagian besar poin disetujui, tetapi satu-satunya poin yang benar-benar penting, yaitu NUKLIR, tidak disetujui,” tulis Trump di akun Truth Social pada 12 April 2026.
Ia kemudian menegaskan langkah militer tersebut sebagai respons langsung. “Mulai sekarang juga, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses PEMBLOKIRAN terhadap semua Kapal yang mencoba memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz,” ujarnya.
Di sisi lain, Iran melalui Duta Besarnya untuk PBB, Amir Saeid Iravani, juga menyampaikan protes resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menilai kebijakan tersebut melanggar prinsip kedaulatan negara. "Pemberlakuan blokade maritim merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Republik Islam Iran," tulisnya dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Situasi ini berkembang di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu titik vital distribusi energi dunia. Gangguan di kawasan tersebut dinilai berpotensi berdampak langsung terhadap stabilitas pasokan minyak dan gas global.
Baca Juga
Trump Klaim Iran Hubungi AS untuk Minta Damai di Tengah Blokade Selat Hormuz
Internasional