Demonstrasi New York Memanas, Lebih dari 100 Orang Ditangkap Saat Netanyahu ke PBB

Demonstrasi New York Memanas, Lebih dari 100 Orang Ditangkap Saat Netanyahu ke PBB
Para pengunjuk rasa berkumpul untuk melakukan protes menjelang pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sidang ke-81 PBB pada 24 September 2026 di New York. Sumber: Madison Swart/AP
Ikhtisar
  • • Sedikitnya 103 demonstran ditangkap polisi New York dalam aksi protes terhadap kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Sidang Umum PBB pada Kamis, 24 September 2026.
  • • Demonstrasi berlangsung di sekitar markas PBB di Manhattan ketika Netanyahu bersiap menyampaikan pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB.
  • • Aksi tersebut melibatkan aktivis, politikus lokal, dan sejumlah figur publik. Polisi menyebut seluruh 103 orang yang ditangkap telah dibebaskan.

INFORMASI.COM, Jakarta - Demonstrasi menentang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke New York memanas pada Kamis, 24 September 2026. Polisi New York menangkap 103 orang dalam aksi yang berlangsung di sekitar kompleks Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ketika Netanyahu dijadwalkan menyampaikan pidato dalam Sidang Umum ke-81 PBB.

Jumlah tersebut disampaikan New York Police Department (NYPD) kepada Al Jazeera pada 25 September 2026. Polisi menyebut seluruh orang yang ditangkap dikenai tuduhan disorderly conduct atau gangguan ketertiban umum dan kemudian telah dibebaskan.

Aksi utama digelar oleh kelompok Jewish Voice for Peace, yang menentang perang Israel di Gaza dan menyerukan penghentian dukungan militer Amerika Serikat terhadap Israel.

Demonstran Duduki Jalan Dekat PBB

Sekitar 200 orang dilaporkan berkumpul di sekitar markas PBB dengan mengenakan kaus putih bertuliskan pesan seperti “Fund People Not Bombs”, “No War” dan “Free Palestine”.

Para demonstran kemudian menutup jalan dan melakukan aksi duduk ketika polisi meminta mereka meninggalkan lokasi. Sebagian peserta berpindah ke trotoar, tetapi kelompok inti tetap berada di jalan sambil meneriakkan slogan anti-Netanyahu.

Polisi akhirnya mengepung kelompok tersebut dan melakukan penangkapan satu per satu. Rekaman dari lokasi memperlihatkan petugas menggunakan sepeda polisi dan membawa para demonstran menuju kendaraan polisi.

Laporan Reuters pada 24 September 2026, yang dibuat ketika operasi penangkapan masih berlangsung, menyebut sedikitnya 30 orang telah ditangkap. Di antara mereka terdapat aktor Susan Sarandon, Hannah Einbinder, kandidat anggota Kongres Darializa Avila Chevalier, serta anggota Dewan Kota New York Chi Osse.

Angka tersebut kemudian meningkat. Pada 25 September 2026, NYPD memberikan angka 103 penangkapan kepada Al Jazeera.

Susan Sarandon dan Hannah Einbinder Ikut Ditahan

Aksi tersebut mendapat perhatian luas setelah sejumlah figur publik ikut berada di antara demonstran yang ditangkap.

Aktor peraih Oscar Susan Sarandon dan aktris Hacks Hannah Einbinder termasuk di antara mereka yang diamankan polisi. Keduanya mengikuti aksi yang digelar Jewish Voice for Peace sebelum Netanyahu berpidato di PBB.

Penangkapan juga melibatkan sejumlah politikus dan kandidat politik lokal. Menurut penyelenggara yang dikutip Al Jazeera, sembilan dari mereka yang ditahan merupakan pejabat terpilih atau kandidat untuk jabatan publik.

Protes Berlangsung Saat Netanyahu Bersiap Berpidato

Demonstrasi di luar gedung PBB berlangsung bersamaan dengan meningkatnya ketegangan di dalam ruang Majelis Umum.

Netanyahu menggunakan pidatonya untuk membela tindakan Israel dalam konflik di kawasan dan menanggapi kritik terhadap pemerintahannya. Ketika ia mulai berbicara, sejumlah delegasi negara meninggalkan ruang sidang, sementara delegasi lain tetap berada di tempat dan sebagian memberikan tepuk tangan.

Netanyahu kemudian menyindir delegasi yang meninggalkan ruangan dengan menyebut mereka sebagai “pengecut moral” dan meminta mereka yang masih berada di dalam ruangan tetapi tidak ingin mendengarkan pidatonya untuk ikut keluar.

Situasi tersebut membuat protes di luar gedung PBB dan aksi walkout di dalam ruang sidang menjadi dua gambaran yang berlangsung hampir bersamaan: tekanan dari kelompok masyarakat sipil di jalan dan penolakan diplomatik dari sejumlah delegasi di ruang Majelis Umum.

Konflik Gaza Menjadi Isu Utama

Demonstran menjadikan perang Israel di Gaza sebagai isu utama dalam aksi mereka.

Jewish Voice for Peace menyatakan penolakannya terhadap dukungan militer Amerika Serikat kepada Israel. Para demonstran juga membawa poster dan meneriakkan tuntutan agar serangan terhadap Gaza dihentikan.

Salah satu peserta aksi, Manijeh Moradian, mengatakan kepada Reuters bahwa kondisi di Gaza membuat masyarakat Amerika Serikat memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan yang menggunakan dana pembayar pajak AS. Pernyataan tersebut merupakan pandangan peserta aksi dan tidak mewakili posisi resmi pemerintah Amerika Serikat.

Israel sendiri terus membantah tuduhan bahwa operasi militernya merupakan genosida. Pemerintah Israel menyatakan operasi tersebut diarahkan terhadap Hamas dan berkaitan dengan serangan 7 Oktober 2023 serta penyanderaan warga Israel.

Thumbnail Pertemuan Trump dan Xi Berakhir, Apa yang Sebenarnya Disepakati?
i

Baca Juga

Pertemuan Trump dan Xi Berakhir, Apa yang Sebenarnya Disepakati?

Internasional

Ketegangan dengan Wali Kota New York

Kunjungan Netanyahu juga berlangsung di tengah perselisihan terbuka dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani.

Sebelum Netanyahu datang, Mamdani secara terbuka mengkritik perdana menteri Israel dan menyerukan pertanggungjawaban atas tindakan Israel di Gaza. Netanyahu kemudian mengatakan bahwa ia akan menggunakan pidatonya di PBB untuk menanggapi kritik Mamdani.

Persoalan tersebut memiliki dimensi hukum tersendiri. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang Gaza. Israel menolak yurisdiksi ICC dan membantah tuduhan tersebut. Amerika Serikat dan Israel bukan negara pihak Statuta Roma.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa Netanyahu tidak akan ditangkap selama berada di Amerika Serikat.

New York Menjadi Panggung Ganda

Peristiwa 24 September 2026 memperlihatkan bagaimana kunjungan Netanyahu ke PBB berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda diplomatik.

Di luar kompleks PBB, ratusan demonstran berkumpul dan puluhan hingga lebih dari seratus orang akhirnya ditangkap. Di dalam ruang Majelis Umum, sejumlah delegasi melakukan walkout ketika Netanyahu mulai berbicara.

Sementara itu, Netanyahu tetap menyampaikan pidatonya dan menggunakan forum PBB untuk mempertahankan posisi Israel mengenai konflik di Gaza serta isu keamanan regional.

Dengan 103 orang ditangkap, demonstrasi tersebut menjadi salah satu aksi paling menonjol selama kunjungan Netanyahu ke New York pada Sidang Umum PBB 2026. Data penangkapan yang lebih tinggi pada 25 September 2026 juga menunjukkan bahwa angka awal yang dilaporkan pada hari kejadian masih berubah seiring proses kepolisian berlangsung.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.