Pertemuan Trump dan Xi Berakhir, Apa yang Sebenarnya Disepakati?

Pertemuan Trump dan Xi Berakhir, Apa yang Sebenarnya Disepakati?
Xi mengucapkan terima kasih kepada tuan rumahnya karena telah menerima dia dan istrinya dengan "perhatian dan pertimbangan yang cermat" (25/9/2026). Sumber: BBC
Ikhtisar
  • • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Gedung Putih, Washington, pada 24 September 2026 untuk membahas perdagangan, teknologi, AI, mineral kritis, dan sejumlah isu geopolitik.
  • • Hasil paling konkret menjelang dan dalam rangkaian pertemuan tersebut adalah perpanjangan gencatan perdagangan AS-China hingga 10 Januari 2027, sementara sejumlah persoalan ekonomi masih membutuhkan negosiasi lanjutan.
  • • Washington dan Beijing juga sepakat mempertahankan komunikasi mengenai AI dan hubungan bilateral, tetapi belum ada tanda bahwa pertemuan tersebut mengakhiri persaingan strategis kedua negara.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Gedung Putih pada Kamis, 24 September 2026. Pertemuan berlangsung dalam kunjungan kenegaraan Xi ke Amerika Serikat dan menjadi pertemuan tatap muka kedua kedua pemimpin sepanjang 2026.

Trump menyambut Xi dalam upacara kenegaraan di Gedung Putih sebelum keduanya melakukan pembicaraan bilateral. Pertemuan tersebut berlangsung ketika hubungan Washington-Beijing memasuki fase baru setelah kedua negara berulang kali bernegosiasi mengenai tarif, perdagangan, mineral kritis, dan teknologi.

Dalam pembukaan pertemuan, Trump mengatakan hubungan kedua negara berada dalam kondisi yang baik dan menyebut hubungan pribadinya dengan Xi sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga komunikasi.

Xi, sementara itu, mengatakan China dan Amerika Serikat memiliki kepentingan yang saling terkait dan perlu mengelola persaingan agar tidak berkembang menjadi konflik. Pemerintah China menyebut kedua pemimpin membahas hubungan bilateral serta sejumlah persoalan internasional.

Thumbnail Damai Iran-AS: Selat Hormuz Kembali Terbuka Penuh untuk Kapal Dagang Internasional
i

Baca Juga

Damai Iran-AS: Selat Hormuz Kembali Terbuka Penuh untuk Kapal Dagang Internasional

Internasional

Gencatan Perdagangan Diperpanjang

Hasil ekonomi yang paling jelas adalah keputusan untuk memperpanjang gencatan perdagangan.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada 23 September 2026 bahwa Amerika Serikat dan China telah sepakat memperpanjang gencatan perdagangan selama dua bulan. Gencatan tersebut sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 10 November 2026 dan kini diperpanjang hingga 10 Januari 2027. Perpanjangan tersebut memberikan waktu tambahan bagi kedua negara untuk menyelesaikan persoalan yang belum tuntas.

Namun, kesepakatan itu bukan perjanjian perdagangan permanen. Washington dan Beijing masih harus membicarakan sejumlah persoalan, termasuk tarif, pembelian produk Amerika, mineral kritis, dan pembatasan teknologi. Dengan demikian, hasil pertemuan lebih menunjukkan upaya mempertahankan stabilitas perdagangan daripada mengakhiri seluruh sengketa ekonomi.

Thumbnail Presiden Jerman Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Pelanggaran Hukum Internasional
i

Baca Juga

Presiden Jerman Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Pelanggaran Hukum Internasional

Internasional

Pembelian Produk Pertanian Masih Jadi Persoalan

Produk pertanian Amerika menjadi salah satu isu penting dalam negosiasi.

Petani Amerika mendorong pemerintahan Trump untuk mendapatkan komitmen pembelian lebih besar dari China, terutama untuk kedelai, sorgum, biji-bijian, dan produk pertanian lainnya. Reuters melaporkan komoditas pertanian, rare earths, dan AI termasuk isu yang menjadi perhatian menjelang pertemuan kedua pemimpin.

Washington sebelumnya telah memperoleh komitmen pembelian produk pertanian China dalam kesepakatan ekonomi yang diumumkan pada Mei 2026.

Gedung Putih menyatakan China berkomitmen membeli sedikitnya US$17 miliar produk pertanian Amerika per tahun pada 2026, 2027, dan 2028, selain komitmen pembelian kedelai yang telah dibuat sebelumnya. China juga menyetujui pemulihan akses pasar bagi sejumlah fasilitas daging sapi Amerika dan kembali mengimpor unggas dari negara bagian AS yang dinyatakan bebas flu burung oleh Departemen Pertanian AS.

Namun, menjelang pertemuan September, implementasi sejumlah komitmen tersebut masih menjadi pembahasan. Karena itu, pertemuan Trump-Xi tidak serta-merta menghapus persoalan mengenai volume dan pelaksanaan pembelian produk Amerika oleh China.

Thumbnail Indonesia dan Delegasi  Negara Lain Walk Out Saat Netanyahu Pidato di PBB
i

Baca Juga

Indonesia dan Delegasi Negara Lain Walk Out Saat Netanyahu Pidato di PBB

Internasional

Rare Earths Tetap di Meja Perundingan

Mineral tanah jarang atau rare earths menjadi persoalan lain yang belum sepenuhnya selesai. China memiliki posisi dominan dalam rantai pasok global mineral tersebut, terutama pada tahap pemrosesan. Amerika Serikat berusaha mengurangi ketergantungan tersebut melalui pembangunan kapasitas domestik dan diversifikasi pemasok.

Dalam kesepakatan ekonomi Mei 2026, Gedung Putih mengatakan China akan menangani kekhawatiran Amerika mengenai kekurangan pasokan rare earths dan mineral kritis seperti yttrium, scandium, neodymium, dan indium. China juga berkomitmen menangani pembatasan terhadap penjualan peralatan dan teknologi yang digunakan untuk produksi serta pemrosesan rare earths. Namun, isu pasokan tersebut masih muncul dalam agenda menjelang pertemuan Trump-Xi.

Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Jepang bahkan membahas pembatasan China terhadap yttrium, yang digunakan antara lain dalam industri kedirgantaraan dan teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa Washington masih melihat rantai pasok mineral kritis sebagai persoalan yang membutuhkan negosiasi lebih lanjut.

Thumbnail Separuh Anak Muda Australia Tinggal Bersama Orang Tua
i

Baca Juga

Separuh Anak Muda Australia Tinggal Bersama Orang Tua

Internasional

AI: Sepakat Berdialog, Bukan Mengakhiri Persaingan

Kecerdasan buatan juga menjadi bagian dari pembicaraan. China dan Amerika Serikat sama-sama mengembangkan kemampuan AI dalam skala besar, tetapi keduanya memiliki perbedaan mengenai regulasi, keamanan, akses teknologi, dan pengembangan semikonduktor.

Dalam pertemuan 24 September 2026, Xi mengatakan perkembangan AI harus tetap berada dalam kendali manusia dan menyerukan kerja sama dalam mengelola teknologi tersebut. Pemerintah China menyatakan kedua negara perlu memperkuat komunikasi mengenai AI dan mengelola risiko yang muncul dari perkembangannya.

Namun, belum ada indikasi bahwa Washington dan Beijing mencapai kesepakatan besar mengenai pembatasan ekspor chip, akses teknologi, atau aturan global AI. Dengan demikian, AI menjadi ruang dialog baru, tetapi tetap menjadi salah satu medan persaingan teknologi AS-China.

Thumbnail Rusia Gempur Kyiv, Dua Tewas dan 45 Orang Terluka
i

Baca Juga

Rusia Gempur Kyiv, Dua Tewas dan 45 Orang Terluka

Internasional

Taiwan Tetap Menjadi Perbedaan Utama

Taiwan juga menjadi bagian dari hubungan bilateral yang belum terselesaikan. Beijing mempertahankan klaim bahwa Taiwan merupakan bagian dari China dan menentang dukungan Amerika terhadap Taipei.

Dalam pertemuan dengan Trump, Xi kembali meminta Washington menangani persoalan Taiwan secara hati-hati. China juga menekankan pentingnya menjaga prinsip yang selama ini menjadi dasar hubungan diplomatik kedua negara. Tidak ada pengumuman mengenai perubahan besar kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan sebagai hasil pertemuan tersebut. Dengan demikian, Taiwan tetap menjadi salah satu isu strategis yang memisahkan Washington dan Beijing.

Hubungan Ekonomi Diperkuat

Pertemuan Trump-Xi berlangsung dalam suasana yang lebih bersahabat dibandingkan periode perang tarif sebelumnya. Namun, hubungan ekonomi kedua negara masih menghadapi sejumlah persoalan.

Washington berusaha mengurangi ketergantungan terhadap China dalam mineral kritis dan teknologi strategis. Beijing tetap memiliki posisi kuat dalam rantai pasok global, terutama pada rare earths dan sejumlah produk manufaktur.

Pada saat yang sama, kedua negara memiliki kepentingan untuk menjaga perdagangan tetap berjalan. Inilah yang membuat perpanjangan gencatan perdagangan menjadi penting. Amerika Serikat dan China tidak menghapus perbedaan mereka, tetapi memilih memberikan tambahan waktu bagi negosiasi.

Thumbnail Waduh, Agen AI OpenAI Terobos Akses Data Pemerintah Australia
i

Baca Juga

Waduh, Agen AI OpenAI Terobos Akses Data Pemerintah Australia

Internasional

Apa yang Benar-Benar Disepakati?

Jika hasil pertemuan dipisahkan dari isu yang masih dalam pembahasan, terdapat beberapa poin utama.

Pertama, gencatan perdagangan diperpanjang. Washington dan Beijing memberikan tambahan waktu hingga Januari 2027 untuk melanjutkan negosiasi.

Kedua, dialog mengenai AI dilanjutkan. Kedua pihak melihat perlunya komunikasi mengenai perkembangan dan risiko teknologi tersebut, tetapi belum ada kesepakatan menyeluruh mengenai aturan AI atau persaingan chip.

Ketiga, sejumlah komitmen ekonomi yang telah dibuat sebelumnya tetap menjadi dasar pembicaraan, termasuk pembelian produk pertanian Amerika dan penanganan pasokan mineral kritis. Namun, implementasi dan rincian sejumlah komitmen masih menjadi bagian dari proses negosiasi.

Sementara itu, Taiwan, teknologi strategis, dan sebagian besar persoalan rantai pasok tetap menjadi isu yang belum terselesaikan.

Thumbnail Rare Earths Jadi Kartu Penting China di Hadapan Trump
i

Baca Juga

Rare Earths Jadi Kartu Penting China di Hadapan Trump

Internasional

Bukan Akhir Perang Dagang

Pertemuan Trump-Xi tidak menghasilkan akhir dari persaingan ekonomi kedua negara.

Sebaliknya, hasil yang paling terlihat adalah upaya mencegah hubungan perdagangan kembali memasuki fase eskalasi.

Perpanjangan gencatan hingga Januari 2027 memberikan waktu bagi kedua pemerintahan untuk membicarakan persoalan yang lebih sulit.

Bagi pasar global, keputusan tersebut dapat mengurangi ketidakpastian perdagangan dalam jangka pendek. Namun, perusahaan tetap harus memperhitungkan kemungkinan perubahan tarif dan kebijakan ekspor ketika periode gencatan berikutnya berakhir.

Bagi Washington dan Beijing, pekerjaan diplomatik juga belum selesai.

Perdagangan, rare earths, AI, teknologi, Taiwan, dan rantai pasok strategis masih menjadi bagian dari hubungan yang semakin kompleks.

Pertemuan 24 September 2026 memperlihatkan satu hal yang jelas: Trump dan Xi memilih mempertahankan jalur negosiasi, tetapi perbedaan mendasar antara Amerika Serikat dan China masih tetap berada di meja.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.