Trump Siapkan Opsi Serangan Baru, AS Kerahkan 3 Kapal Induk dan Ribuan Marinir Dekati Iran

Trump Siapkan Opsi Serangan Baru, AS Kerahkan 3 Kapal Induk dan Ribuan Marinir Dekati Iran
Ilustrasi - Amerika Serikat dan Iran
Ikhtisar
  • • AS disebut mengerahkan kapal induk USS Theodore Roosevelt dan lebih dari 2.000 Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir Makin Island ke kawasan Timur Tengah di tengah perang dengan Iran.
  • • Pada akhir November 2026, tiga kapal induk dan dua kelompok pendaratan amfibi AS diperkirakan berada di sekitar Iran.
  • • Trump juga tidak menutup kemungkinan peningkatan pemboman setelah pemilu sela AS pada November.

INFORMASI.COM, Jakarta - Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di sekitar Iran dengan mengerahkan kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt dan ribuan Marinir tambahan. Langkah tersebut berlangsung ketika perang memasuki bulan kedelapan dan perundingan antara Washington dan Teheran belum menghasilkan kesepakatan berarti.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa USS Theodore Roosevelt meninggalkan pangkalannya di San Diego pada Minggu lalu untuk menuju kawasan Timur Tengah. Sehari kemudian, Unit Ekspedisi Marinir Makin Island atau Makin Island Marine Expeditionary Unit (MEU) turut bergerak dengan membawa lebih dari 2.000 Marinir.

Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip Al Jazeera, pengerahan kelompok tempur kapal induk dan armada pendukung tersebut berpotensi menambah sekitar 9.000 hingga 10.000 personel militer AS, termasuk pelaut dan Marinir.

Pada akhir November, tiga kapal induk dan dua kelompok pendaratan amfibi AS diperkirakan berada di sekitar Iran. Konsentrasi kekuatan itu memberi Trump lebih banyak pilihan apabila ia memutuskan melanjutkan operasi militer.

Pengerahan terbaru juga mencakup jet tempur F-35. Tambahan kekuatan tersebut menyusul keberadaan sekitar 40.000 hingga 50.000 personel militer AS yang telah ditempatkan di Timur Tengah sejak pertengahan 2025.

Thumbnail Trump Siapkan Lagi Opsi Serangan Besar ke Iran Jelang Pemilu Sela AS, tapi Persediaan Senjata Jadi Kendala
i

Baca Juga

Trump Siapkan Lagi Opsi Serangan Besar ke Iran Jelang Pemilu Sela AS, tapi Persediaan Senjata Jadi Kendala

Internasional

Pentagon Pertahankan Opsi Serangan meski Diplomasi Berlanjut

Koresponden Al Jazeera di Washington, Tanya Noury, melaporkan berdasarkan sumber di Pentagon dan Gedung Putih bahwa pengerahan tersebut bertujuan mempertahankan opsi militer bagi Trump, apa pun perkembangan perundingan dengan Iran. Pentagon disebut tidak berencana menarik aset militernya sekalipun kedua negara mencapai kesepakatan.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya juga menyatakan bahwa pasukan Amerika siap bertindak jika Trump memerintahkan serangan baru.

Sebelum pengerahan USS Theodore Roosevelt dan Makin Island MEU, Washington telah mengirim dua kelompok pendaratan amfibi, yakni Tripoli Amphibious Ready Group dan Boxer Amphibious Ready Group. Kedua kelompok tersebut membawa sekitar 4.500 Marinir dan pelaut.

AS juga mengerahkan sekitar 2.000 personel Pasukan Respons Cepat Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah. Dengan demikian, hampir 7.000 personel tambahan telah dikirim sejak perang dimulai, belum termasuk tambahan kekuatan dalam pengerahan terbaru.

Meski demikian, belum ada kepastian bahwa penambahan kapal perang, pesawat tempur, dan pasukan tersebut akan berujung pada serangan baru.

Dalam wawancara dengan majalah Time, Trump mengisyaratkan kemungkinan meningkatkan pemboman terhadap Iran setelah pemilu sela AS pada November. Namun, ia menolak menjelaskan sasaran atau rencana operasionalnya.

"Saya tidak bisa memberi tahu Anda itu karena, lihat, Anda tahu, Anda bertanya, di mana Anda akan membom?" kata Trump kepada Time.

Pernyataan tersebut belum memastikan bahwa serangan baru akan dilaksanakan. Namun, penambahan kekuatan militer memberi Washington kapasitas untuk mengambil tindakan apabila presiden memutuskan mengakhiri jalur diplomasi dan kembali menggunakan kekuatan bersenjata.

Sejumlah analis yang dikutip Al Jazeera juga menilai pengerahan militer dapat berfungsi sebagai instrumen tekanan dalam negosiasi. Dengan mempertahankan pasukan dan persenjataan di kawasan tersebut, AS dapat menjaga opsi serangan tetap terbuka sambil melanjutkan pembicaraan.

Thumbnail Trump Tolak Proposal Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Naik
i

Baca Juga

Trump Tolak Proposal Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Internasional

Selat Hormuz Jadi Penghambat Utama Kesepakatan AS-Iran

Di tengah peningkatan kekuatan militer AS, perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran melalui mediator masih berlangsung tanpa terobosan berarti. Salah satu persoalan utama adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi dunia.

Iran sebelumnya mengajukan rencana tujuh hari untuk membuka kembali selat tersebut dengan sejumlah persyaratan. Teheran meminta pencabutan sanksi AS, pencairan aset Iran, penghentian serangan, serta kelanjutan pembicaraan mengenai program nuklirnya.

Namun, pemerintahan Trump menolak proposal tersebut. Washington menginginkan persoalan lain, termasuk program nuklir Iran, turut dibahas sebelum menyetujui persyaratan apa pun.

Pada 4 Oktober, Al Jazeera melaporkan bahwa Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai AS menerima tujuh syarat yang diajukan Teheran. Perselisihan mengenai syarat pembukaan selat itu memperlihatkan bahwa kedua negara belum menemukan titik temu untuk meredakan konflik.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran tetap serius mencari penyelesaian melalui diplomasi. Namun, ia juga menegaskan kesiapan Iran mempertahankan diri jika kembali menghadapi aksi militer AS.

Dengan tiga kapal induk dan dua kelompok pendaratan amfibi yang direncanakan berada di sekitar Iran pada akhir November, Washington mempertahankan tekanan militer ketika negosiasi masih berjalan. Belum ada kepastian apakah pengerahan tersebut akan berakhir sebagai alat tawar dalam diplomasi atau menjadi persiapan untuk memperluas serangan terhadap Iran.

Thumbnail Trump Ancam Iran di PBB, tetapi Buka Pintu Diplomasi: Apa yang Terjadi di Balik Layar?
i

Baca Juga

Trump Ancam Iran di PBB, tetapi Buka Pintu Diplomasi: Apa yang Terjadi di Balik Layar?

Internasional

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.