- • Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Luiz Inácio Lula da Silva setelah kembali memenangkan Pilpres Brasil dengan 51,75 persen suara pada putaran kedua.
- • Kemenangan Lula menjadi pengecualian di tengah menguatnya politik kanan di sejumlah negara Amerika Selatan.
- • Prabowo mengajak Lula untuk memperkuat kemitraan strategis dan mewujudkan persahabatan RI-Brasil.
INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Luiz Inácio Lula da Silva setelah kembali terpilih sebagai Presiden Brasil untuk keempat kalinya.
Ucapan tersebut disampaikan Prabowo setelah Lula memenangkan pemilihan presiden Brasil pada putaran kedua, Minggu (25/10/2026). Lula mengalahkan Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, dengan perolehan 51,75 persen suara. Sementara itu, Flavio meraih 48,25 persen suara.
Melalui pernyataannya, Prabowo menyebut kemenangan Lula sebagai pencapaian bersejarah sekaligus bukti pengakuan masyarakat Brasil terhadap kepemimpinannya.
"Selamat kepada sahabat dan rekan seperjuangan saya, Presiden Luiz Inácio Lula da Silva, atas kemenangan bersejarahnya untuk keempat kalinya sebagai Presiden Republik Federasi Brasil," ujar Prabowo dalam akun X miliknya, Rabu (28/10/2026).
Ia juga menilai hasil pemilihan tersebut menegaskan kepercayaan warga Brasil terhadap kualitas kepemimpinan Lula.
"Hasil pemilihan ini sepenuhnya menegaskan pengakuan warga negaranya terhadap kualitas kepemimpinannya yang luar biasa," kata Prabowo.
Prabowo kemudian menyampaikan harapannya agar Lula dapat melanjutkan kepemimpinan dengan kondisi yang baik. Ia juga menekankan peluang Indonesia dan Brasil untuk memperluas kerja sama di tengah berbagai tantangan global.
"Saya berharap ia dianugerahi kekuatan dan kesehatan untuk memimpin kemajuan rakyat Brasil di masa depan," ujar Prabowo.
Ia menambahkan, "Indonesia dan Brasil memiliki banyak hal yang bisa dibangun bersama. Di tengah tantangan besar zaman kita, mari memperkuat kemitraan strategis dan mewujudkan persahabatan kedua bangsa."
Baca Juga
Lula da Silva Menangi Pilpres Brasil, Kalahkan Flavio Bolsonaro
Internasional
Lula Balikkan Keunggulan Flavio Bolsonaro
Kemenangan Lula tidak diraih dengan mudah. Persaingan kedua kandidat berlangsung ketat sejak putaran pertama pemilihan presiden pada bulan yang sama.
Pada putaran pertama, Flavio Bolsonaro mengungguli Lula dengan perolehan 47,03 persen suara. Lula berada di posisi kedua dengan 45,16 persen. Karena tidak ada kandidat yang memperoleh mayoritas suara, pemilihan berlanjut ke putaran kedua.
Namun, hasil pemungutan suara berikutnya mengubah posisi kedua kandidat. Lula berhasil membalikkan keunggulan Flavio dan mengamankan kemenangan dengan selisih 3,5 poin persentase.
| Tahapan Pilpres Brasil | Lula da Silva | Flavio Bolsonaro |
| Putaran pertama | 45,16% | 47,03% |
| Putaran kedua | 51,75% | 48,25% |
| Perubahan perolehan suara | +6,59 poin persentase | +1,22 poin persentase |
Sumber: Otoritas Brasil.
Hasil tersebut membawa Lula kembali memimpin Brasil untuk masa jabatan keempatnya. Ia mempertahankan posisinya sebagai pemimpin negara dengan perekonomian terbesar di Amerika Selatan itu, meskipun persaingan politik di kawasan tersebut menunjukkan kecenderungan berbeda.
Kemenangan Lula di Tengah Menguatnya Politik Kanan
Kemenangan Lula menjadi perhatian karena sejumlah negara Amerika Selatan dalam beberapa tahun terakhir memilih pemimpin berhaluan kanan.
Javier Milei memulai gelombang tersebut setelah memenangkan pemilihan presiden Argentina pada Desember 2023. Kecenderungan serupa kemudian muncul di negara-negara lain, termasuk Chile, Kolombia, dan Peru.
Sejumlah pemimpin dan pemerintahan berhaluan kanan di kawasan tersebut memiliki kesamaan pandangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terutama mengenai keamanan dan pemberantasan narkoba.
Di tengah perubahan politik itu, kemenangan Lula memperlihatkan bahwa pergeseran ke kanan tidak berlangsung merata di seluruh Amerika Selatan. Brasil tetap memilih Lula, yang mempertahankan posisinya di tengah menguatnya kekuatan politik konservatif di kawasan tersebut.
Hasil pemilihan Brasil juga menjadi tantangan bagi upaya memperluas pengaruh politik Trump di Amerika Selatan. Sejumlah pemerintahan di kawasan itu semakin dekat dengan agenda konservatif Washington, sedangkan Lula kembali memperoleh mandat untuk memimpin Brasil.
Baca Juga
Lula da Silva Menangi Pemilu Brasil, Trump Sebut Kemenangan Lula Seperti Pemilu Curang
Internasional
Lula Sempat Kunjungi Prabowo di Jakarta
Setahun lalu, Lula da Silva mengunjungi Indonesia. Dalam pertemuan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, 23 Oktober 2025, Lula menyampaikan keinginannya memperbarui kemitraan strategis Brasil dan Indonesia yang telah terjalin sejak 2008.
Ia menilai hubungan Indonesia dan Brasil berkembang positif, tetapi potensi kerja sama kedua negara belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Saya ingin menyampaikan bahwa dengan penuh sukacita saya kembali ke Indonesia setelah 17 tahun. Pada 2008, kita menetapkan kemitraan strategis, dan sejak saat itu hubungan kedua negara berkembang dengan sangat positif," kata Lula di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Lula menekankan bahwa Indonesia dan Brasil memiliki modal besar untuk memperluas hubungan bilateral. Kedua negara mewakili hampir 500 juta penduduk, dengan Indonesia memiliki sekitar 280 juta jiwa dan Brasil sekitar 210 juta jiwa.
Menurut Lula, kerja sama kedua negara perlu mencakup bidang politik, ekonomi, sosial, dan ilmiah. Ia juga mendorong perluasan kolaborasi ke sektor-sektor baru yang berkaitan dengan perkembangan teknologi.
"Saya datang dengan harapan besar untuk memperbarui kemitraan strategis kita serta menjajaki perjanjian baru, tidak hanya di bidang perdagangan bilateral, tetapi juga investasi di sektor baru seperti kecerdasan buatan dan pusat data guna memperdalam kolaborasi dalam inovasi ilmiah dan teknologi," ujar Lula.
Ia turut menyoroti peluang kerja sama antarkampus dan pengembangan inovasi ilmiah. Lula menilai Indonesia dan Brasil dapat saling mendukung melalui program sosial dan pemanfaatan teknologi untuk menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dorongan memperluas kemitraan tersebut kini kembali mengemuka setelah Prabowo mengucapkan selamat atas kemenangan Lula. Prabowo mengajak kedua negara memperkuat hubungan strategis dan menerjemahkan persahabatan bilateral menjadi kerja sama yang lebih luas di tengah tantangan global.
Baca Juga
Lula da Silva Ingin Perbarui Kerja Sama Indonesia-Brasil setelah 17 Tahun
Internasional