Sejarah Hari Ini: 25 Januari 1946, Pertempuran Lengkong Meletus

INFORMASI.COM, Jakarta - Pertempuran Lengkong terjadi pada 25 Januari 1946. Dalam pertempuran ini, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melawan pasukan di daerah Banten.
Dikutip dari buku Siliwangi dari Masa ke Masa (1979) dan artikel "Mayor Daan Mogot (1928-1946) Peran dan Perjuangannya" yang terbit di Journal of Sciences & Humanities "Estoria", Sabtu (25/1/2025), pertempuran itu berawal dari kabar bahwa pasukan Belanda/Netherlands Indies Civil Adminsitration (NICA) yang akan menduduki Tangerang. Sebelum kota itu diduduki Belanda, pasukan itu melucuti terlebih dahulu tentara Jepang di Lengkong.
Sejarah Hari Ini: 24 Januari 2004, Robot Penjelajah Opportunity Mendarat di MarsNah, kabar ini mendorong pimpinan MAT (Militaire Academie Tangerang/Akademi Militer Tangerang) tidak tinggal diam. Supaya tidak keduluan Sekutu, taktik pun digunakan, yaitu mengelabui tentara Jepang dengan berpura-pura menyatakan pelucutan senjata sudah diizinkan oleh Sekutu.
Kala itu, ada delapan orang mantan tentara Sekutu yang berasal dari India. Delapan orang ini membantu tentara Indonesia untuk melucuti senjata Jepang.
Operasi Lengkong pun dilakukan pada 25 Januari 1946. Operasi ini juga diikuti oleh sepeleton lebih taruna MAT serta beberapa orang dari Resimen Tangerang.
Mayor Elias Daniel Mogot (Daan Mogot) bersama beberapa perwira berunding di salah satu markas Jepang. Perundingan berjalan lancar kala itu. Sebagian senjata yang akan diserahkan, sudah dikumpulkan dan ditumpuk di suatu tempat. Senjata itu siap digunakan.
Salah seorang serdadu India mengutak-atik senjata Jepang karena baru pertama kali melihat. Tiba-tiba senjata itu meletus.
Sejarah Hari Ini: 23 Januari 1942, Proklamasi Gorontalo DibacakanLetusan senjata itu menggagalkan diplomasi Daan Mogot. Pihak Jepang pun curiga dan menilai letusan tersebut sebagai tanda penyerangan, kemudian melepas tembakan dan menyerang pasukan Daan Mogot.
Daan Mogot pun keluar dari meja perundingan dan berusaha melepaskan pertempuran, tetapi tidak berhasil. Pertempuran yang tidak seimbang ini berujung kepada gugurnya sang mayor dan puluhan orang lainnya, termasuk dua paman Presiden Prabowo Subianto, yaitu Lettu Soebianto Djojohadikusumo dan Taruna Soejono Djojohadikusumo.
Semua yang gugur dalam Pertempuran Lengkong dimakamkan kembali pada 29 Januari 1946 di Kompleks Markas Resimen IV Tangerang.
Komentar (0)
Login to comment on this news