INFORMASI.COM, Jakarta - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mencatat tiga kabupaten telah menetapkan status tanggap darurat bencana. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem akibat pengaruh Siklon Tropis Senyar.
Detail Penetapan Status Darurat
Berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops Sumut, ketiga daerah tersebut telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) resmi yang menetapkan status tanggap darurat. Masa berlaku status ini bervariasi, rata-rata selama sekitar dua minggu.
- •Kabupaten Tapanuli Utara: Status berlaku sejak 25 November hingga 9 Desember 2025 (SK No.552 Tahun 2025).
- •Kabupaten Tapanuli Selatan: Status berlaku sejak 24 November hingga 7 Desember 2025 (SK No. 100.3.7.2/575/).
- •Kabupaten Mandailing Natal: Status berlaku sejak 26 November hingga 9 Desember 2025 (SK No.360/1065/k/).
Baca Juga
Bencana di Tapanuli Selatan Tewaskan 15 Orang dan 3.000 Mengungsi
Nasional
Dampak Bencana
Masing-masing kabupaten mencatat jumlah pengungsi yang signifikan akibat rangkaian bencana hidrometeorologi. Data ini menunjukkan skala dampak yang harus ditangani oleh pemerintah daerah dan pusat.
- •Kabupaten Tapanuli Utara: Dilanda banjir bandang dan tanah longsor, mengakibatkan 19 kepala keluarga mengungsi.
- •Kabupaten Tapanuli Selatan: Terdampak banjir bandang dan tanah longsor, mengakibatkan 3.000 jiwa mengungsi.
- •Kabupaten Mandailing Natal: Mengalami banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, mengakibatkan 776 jiwa mengungsi.
Siklon Tropis Senyar
Bencana yang melanda tiga kabupaten ini tidak terlepas dari kondisi cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Utara. Pusdalops merujuk pada penjelasan BMKG yang mengidentifikasi penyebab utamanya.
- •Akar Masalah: Siklon Tropis Senyar, yang berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95B sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka.
- •Dampak Siklon: Meningkatkan intensitas hujan, memicu gelombang tinggi, dan angin kencang di wilayah Sumatera Utara.
- •Faktor Pendukung: Kelembapan udara yang sangat tinggi menciptakan kondisi udara basah yang mendukung hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.
“ Dampaknya dalam satu minggu terakhir, wilayah Sumatera Utara dilanda hujan setiap hari. ”
— Hendro Nugroho, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, di Medan, Kamis (27/11/2025).
(ANT)
Baca Juga
Siklon Tropis Senyar Bikin Aceh, Sumut, dan Sumbar Porak Poranda
Nasional