Gaji Menteri Dipotong 25 Persen? Seskab: Masih Rapat, Belum Ada Keputusan

Gaji Menteri Dipotong 25 Persen? Seskab: Masih Rapat, Belum Ada Keputusan
Presiden Prabowo Subianto menyalami anggota Kabinet Merah Putih sebelum Sidang Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). Foto: Setpres BPMI
Ikhtisar
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa wacana pemotongan gaji menteri belum menghasilkan keputusan apa pun.
  • Rencana tersebut masih akan dirapatkan dalam beberapa hari ke depan, kata Teddy.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tak keberatan dan menghitung besaran potongan gaji mencapai 25 persen.

INFORMASI.COM, Jakarta – Isu pemotongan gaji para menteri kembali mencuat di tengah upaya pemerintah menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, masyarakat diminta bersabar karena rencana tersebut masih berada di tahap diskusi, belum ada keputusan final.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, memberikan sinyal bahwa wacana ini belum akan dijalankan dalam waktu dekat. Ia menjelaskan bahwa berbagai konsep yang berkembang masih perlu dibahas dalam rapat terlebih dahulu.

"Jadi, intinya konsep-konsep itu akan dirapatkan dalam beberapa hari ini," ucap Seskab Teddy.

Dengan tegas, Teddy pun meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan. Sebab, hingga saat ini, belum ada satu pun keputusan yang diambil oleh pemerintah terkait pemotongan gaji para pembantunya itu.

"Nanti kita lihat. Belum ada keputusan apapun," kata Teddy.

Alih-alih mengamini, Teddy memilih untuk melempar bola panas tersebut. Ia mengarahkan agar pertanyaan tentang asal-usul wacana ini dilontarkan langsung kepada pihak yang pertama kali mengemukakannya di publik.

"Tanya yang menyampaikan, kemarin siapa itu?" kata Teddy.

Thumbnail Apa Betul Gaji Menteri dan Pejabat Tinggi Bakal Dipotong untuk Efisiensi APBN?
i

Baca Juga

Apa Betul Gaji Menteri dan Pejabat Tinggi Bakal Dipotong untuk Efisiensi APBN?

Nasional

Sementara itu, suasana berbeda terlihat sehari sebelumnya, Senin (6/4). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, justru menyambut hangat wacana tersebut. Baginya, pemotongan gaji bukanlah masalah besar.

"Kalau (pemotongan gaji) DPR saya enggak tahu. Kalau menteri sih nggak apa-apa, nanti kita lihat kebijakan Presiden seperti apa," kata Purbaya.

Bahkan, tanpa ragu, Purbaya menyebut angka perkiraan potongan yang akan dialami oleh para menteri. Ia memperkirakan besaran pemotongan mencapai seperempat dari gaji biasa mereka.

"Kayaknya 25 persen deh," ujar dia.

Namun, sikap mendukung itu tetap dibungkus dengan kepatuhan kepada kepala negara. Purbaya menegaskan bahwa dirinya hanya akan bergerak setelah Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan resmi.

Langkah penghematan ini sebenarnya sudah lama mengudara. Sejak Kamis (19/3) lalu, di Kompleks Istana Kepresidenan, Purbaya telah menyampaikan strategi efisiensi yang lebih keras. Ia mengaku akan memotong anggaran belanja kementerian dan lembaga secara langsung, tanpa menunggu usulan dari masing-masing instansi.

"Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh gitu nggak mau memotong, dia naikkan semua malah. Kalau bisa saya tentukan, saya potong berapa persen, nanti mereka yang sesuaikan," ujar Purbaya.

Kala itu, Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan akan menyisir komponen belanja yang pelaksanaannya bisa ditunda. Fokus utama efisiensi adalah program-program yang dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tidak signifikan atau akselerasinya lambat.

Menanggapi usulan pemotongan gaji menteri yang kembali mencuat, Purbaya pun menyatakan persetujuannya. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk solidaritas nyata dari para pejabat negara di tengah upaya penghematan.

"Setuju. Oh itu bagus. Kalau itu bagus," ucap Menkeu.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.