BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Luruhkan Abu Gunung Anak Krakatau

BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Luruhkan Abu Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau. Foto: PVMBG
Ikhtisar
  • BNPB menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu meluruhkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Abu Anak Krakatau yang masih mengalami erupsi sudah menyebar ke Banten, Lampung, Jakarta, hingga Jawa Barat.
  • Pesawat OMC sudah disiapkan tetapi operasi menunggu kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan memungkinkan.

INFORMASI.COM, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu meluruhkan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar ke sejumlah wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung.

Namun, operasi tersebut belum langsung dilakukan. BNPB masih menunggu kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan memungkinkan karena sebaran abu vulkanik juga berdampak terhadap aktivitas sejumlah bandara.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan pesawat untuk pelaksanaan OMC telah disiapkan di Pondok Cabe.

"Kondisi lebih kondusif, kami akan melaksanakan OMC. Pesawat sudah siap di Pondok Cabe," kata Suharyanto di Jakarta, Senin.

OMC akan digunakan untuk membantu menurunkan material abu vulkanik dari atmosfer. Pemerintah akan memanfaatkan proses pembentukan atau penyemaian hujan untuk meningkatkan peluang material vulkanik tersebut turun dari atmosfer.

Selain penyemaian awan, BNPB menyiapkan teknik water mist sebagai alternatif untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang terdampak.

Thumbnail Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Setelah Sempat Berhenti, Status Masih Level III
i

Baca Juga

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Setelah Sempat Berhenti, Status Masih Level III

Nasional

Abu Vulkanik Masih Ganggu Penerbangan

BNPB tetap menempatkan faktor keselamatan penerbangan sebagai pertimbangan utama sebelum menjalankan OMC. Abu vulkanik yang berada di atmosfer masih memengaruhi aktivitas penerbangan sehingga sejumlah bandara ditutup atau mengalami gangguan operasional.

Karena itu, pelaksanaan OMC baru dilakukan setelah kondisi dinilai lebih aman dan kondusif.

Di tengah kondisi tersebut, BNPB terus memantau dampak erupsi terhadap masyarakat. Lembaga itu melakukan koordinasi secara daring dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah yang terdampak abu vulkanik.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan.

"Kami telah melakukan video conference secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat terdampak erupsi," ujar Suharyanto.

BNPB juga mengirimkan personel ke sejumlah lokasi terdampak. Personel tersebut bertugas memantau kondisi masyarakat secara langsung dan memastikan pemerintah daerah siap menghadapi kemungkinan dampak lanjutan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Thumbnail Abu Gunung Anak Krakatau Masih Menyebar ke Jakarta hingga Jabar, Bisa Ganggu Penerbangan
i

Baca Juga

Abu Gunung Anak Krakatau Masih Menyebar ke Jakarta hingga Jabar, Bisa Ganggu Penerbangan

Nasional

Pemda Diminta Cek Sirine hingga Stok Pangan

Suharyanto meminta pemerintah daerah memastikan seluruh perangkat penanggulangan bencana berada dalam kondisi siap.

Kesiapan tersebut mencakup sistem peringatan dini, termasuk sirine, serta ketersediaan tempat evakuasi dan rencana kontingensi. Pemerintah daerah juga diminta memastikan stok pangan dan kebutuhan dasar tetap tersedia.

Kebutuhan tersebut mencakup persediaan yang dikelola pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

BNPB menyatakan bantuan pemerintah pusat dapat didorong apabila kebutuhan di daerah terdampak belum dapat dipenuhi.

"Apabila masih dibutuhkan, bantuan dari pemerintah pusat akan kami dorong," katanya.

Thumbnail Abu Anak Krakatau Menyebar, Pemkab Tangerang Wajibkan TK-SMP Belajar dari Rumah 3 Hari
i

Baca Juga

Abu Anak Krakatau Menyebar, Pemkab Tangerang Wajibkan TK-SMP Belajar dari Rumah 3 Hari

Nasional

Belum Ada Status Darurat

Suharyanto mengatakan hingga Senin belum ada pemerintah daerah terdampak yang menetapkan status kedaruratan bencana akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Meski demikian, BNPB tidak menghentikan pemantauan dan koordinasi. Pemerintah pusat akan terus berkomunikasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau beserta dampaknya terhadap masyarakat.

Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan persiapan OMC yang pelaksanaannya masih menunggu kondisi yang lebih kondusif. Pesawat telah berada di Pondok Cabe, tetapi operasi modifikasi cuaca baru akan dijalankan setelah aspek keselamatan penerbangan memungkinkan.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.